Plt Sekda Siantar Akui Pengawasan Dinkes Soal Mie Berformalin Buruk


Perintahkan Satpol PP Tutup 
Pabrik Mie Berformalin


SIANTAR-Gencarnya pemberitaan peredaran mie mengandung formalin yang diproduksi di sejumlah daerah di Kota Pematangsiantar membuat Plt Sekda Kota Siantar Reinward Simanjuntak gerah. Ia meminta Satpol PP segera turun dan menutup pabrik mie yang baru-baru ini digerebek Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Medan.


Pabrik mie tersebut memasukkan bahan berbahaya formalin dan boraks ke mie kuning yang diproduksi. Tak kurang enam pabrik mie di Kota Siantar dan Kabupaten Simalungun berhasil diungkap, yang kemudian dipublikasi media. BBPOM berhasil menyita 798,5 Kg mie kuning mengandung bahan berbahaya itu. Reinward menilai, ini bisa terjadi karena pola pengawasan yang dilakukan Dinas Kesehatan selama ini amat buruk, selain juga durasi pengawasan terlalu lama yakni hanya enam bulan sekali.


“Kita melalui dinas terkait akan mendata ulang produsen-produsen mie dan melakukan pengawasan ketat. Sehingga hal ini tak terulang lagi di kemudian hari. Cukup lah sekali ini,” tandasnya, ditemui Minggu (18/6) sekira jam 10.00 Wib.

Kata dia, Pemko segera melakukan rapat internal mengenai hal tersebut bersama Dinas Kesehatan, Dinas UKM Koperasi dan Perdagangan, dan Perizinan sebagai pemberi izin terhadap pabrik.

“Kita juga akan perintahkan Satpol PP, agar langsung melihat pabrik tersebut. Memang harus ditindak, jangan beroperasi lagi,” ungkapnya.


Sementara itu, informasi diperoleh dari internal Dinas Kesehatan Siantar, menyebut, pola pengawasan yang dilakukan Kepala Dinas Kesehatan, Ronald Saragih dan jajarannya terhadap operasi pabrik mie di Kota Siantar hanya sekali dalam enam bulan. Kalau pun ada pengawasan tambahan, itu dilakukan kalau tim terdiri dari Dinas Kesehatan, instansi terkait dan pihak kepolisian saat melakukan inspeksi mendadak (sidak).  (syaf/int)