Cliksor

AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215

Adsense

Loading...

Lenggok Mak Inang Tarian Melayu di Asahan, Tanjungbalai, Batubara dan Labuhanbatu Raya yang Terlupakan (Bagian I)

Menceritakan Pertemuan Bujang dan Dara Mencari Jodoh

Sebagai daerah pesisir Melayu, di Kabupaten Asahan, Batubara, Tanjungbalai, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara dan Labuhanbatu Selatan cukup banyak kesenian budaya Melayu yang nyaris dilupakan para generasi muda saat ini. Selain tari serampang 12, ada juga satu tarian yang di era tahun 1940 an hingga 1980 an cukup dikenal masyarakat yakni tari Lenggok Mak Inang.

Oleh: Syafruddin Yusuf

Tari Lenggok Mak Inang merupakan salah satu tari tradisional Melayu Tanjungbalai. Jumlah penari dalam tarian ini ada dua orang, yakni laki-laki dan perempuan. Tari Lenggok Mak Inang menceritakan pertemuan antara bujang dan dara, perjalinan kasih mereka, hingga akhirnya pasangan itu melangsungkan pernikahan.  


Sepasang muda-mudi menampilkan tari mak inang. Saat ini di wilayah Asahan, Tanjungbalai, Batubara, Labuhantu Raya tarian ini sudah mulai dilupakan para generasi muda.
Sepasang muda-mudi menampilkan tari mak inang. Saat ini di wilayah Asahan, Tanjungbalai, Batubara, Labuhantu Raya tarian ini sudah mulai dilupakan para generasi muda.

Budayawan Melayu Yus Chan menceritakan, Tari Lenggok Mak Inang merupakan tarian dasar dalam tradisi di masyarakat Melayu. Seiring dengan perkembangan zaman, tarian ini telah mengalami perubahan, namun beberapa gerakan dasar tarian masih dipertahankan. Hal ini demi menjaga maksud dan pesan yang ingin disampaikan.

Tari Lenggok Mak Inang menggunakan tempo sedang, yaitu 2/4. Tempo ini disebut tempo rumba atau mambo yang di kalangan orang-orang Melayu disebut tempo Mak Inang. Tari Lenggok Mak Inang terdiri dari empat ragam. Di mana setiap ragam terdiri dari 8 x 8.

Tiap-tiap ragam dibagi menjadi dua bagian, yang masing-masing bagian 4 x 8. Bagian kedua dari ragam-ragam tersebut merupakan pengulangan bagian pertama.
Masyarakat Melayu di Tanjungbalai biasanya mementaskan tarian ini dalam berbagai upacara dan acara-acara yang melibatkan banyak orang. Bagi masyarakat Melayu menyelenggarakan kenduri besar atau pesta panen setelah menuai padi menjadi suatu budaya yang berkesinambungan.

Acara ini menjadi ajang berkumpul semua orang kampung, termasuk juga lajang dan dara yang sedang dalam proses mencari pasangan hidup. Proses pencarian jodoh dalam bingkai kearifan Melayu tersebut kemudian menjadi inspirasi dalam gerakan-gerakan Tari Lenggok Mak Inang.

Penari dalam Tari Lenggok Mak Inang adalah anak laki dan perempuan. Pemilihan penari tersebut menyesuaikan dengan tema yang diusung oleh tarian ini, yakni perjalinan kasih di antara dua anak muda.    

Tari Lenggok Mak Inang bercerita tentang dara dan lajang yang sedang dalam proses mencari pasangan suami istri. Para penari memperagakan gerakan-gerakan yang memperlihatkan bagaimana pasangan muda-mudi tersebut berkenalan dan melakukan pendekatan satu sama lain dan hubungan mereka hingga ke jenjang pernikahan. Ada empat ragam gerakan dalam Tari Lenggok Mak Inang. Pada ragam-ragam tersebut ada beberapa gerakan yang sama dengan gerakan sebelumnya, ada pula gerakan yang berbeda. Ragam-ragam gerakan Tari Lenggok Mak Inang saling melengkapi dan berkolaborasi antara satu ragam dengan ragam yang lain.

Ragam ini menggambarkan pertemuan antara laki-laki dan perempuan muda yang belum saling kenal. Keduanya memetik bunga yang ada di sekitar tempat tersebut untuk mencari perhatian dan mengisi waktu masing-masing.

Gerakan penari di tempat, kaki berjalan, tangan melenggang, pada hitungan 1-4 maju penari melenggang serong kanan menuju garis tengah (garis bayangan) dan pada hitungan 4 kaki kiri tepat menginjak garis tengah. Bersamaan dengan itu posisi tangan kiri berada di depan dada, telapak tangan menghadap ke depan, ujung jari sejajar dengan sisi bahu sebelah kiri dan dilentikkan. Pada hitungan 5-8, mundur kembali ke semula dengan posisi tangan tidak berubah. 

Tangan bergerak seolah memetik bunga. Caranya, pada hitungan 1 dan hitungan ganjil berikutnya, tangan kanan dinaikkan serong kanan atas dengan jari melentik, ujung jari menghadap ke atas, telapak tangan menghadap serong kanan depan dan tangan kiri diantarkan serong kiri bawah dengan jari melentik, sedangkan telapak tangan menghadap serong kiri bawah. Apabila ditarik garis bayangan dari ujung jari kanan ke ujung jari kiri merupakan garis lurus yang menyilang badan.

Pada hitungan 2 dan hitungan genap berikutnya, tangan menyilang di depan badan setinggi pinggang dengan posisi pergelangan tangan kanan di atas pergelangan tangan kiri dan telapak tangan dikepalkan.   (***)


HEADLINE 5505794279284602744
Beranda item

Cithika

Cithika

Clicksor

Cliksor

SOLUSI ATASI ASAM LAMBUNG ANDA HUBUNGI 0812 6173 9320

SOLUSI ATASI ASAM LAMBUNG ANDA HUBUNGI 0812 6173 9320

ADSENSE

ADNOW

loading...

Follow by Email

Chitika

Total Tayangan Halaman