AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215

Adsense

Loading...

Petani Kelapa di Asahan Jual Arang Tempurung ke Medan, untuk jadi Bahan Baku Pewarna Sablon

TASLABNEWS, ASAHAN- Para petani kelapa di Kabupaten Asahan dan Tanjungbalai memanfaatkan tempurung kelapa menjadi bahan baku pewarna sablon, kertas karbon, serta obat nyamuk yang berkualitas. Arang-arang itu akan dibawa ke Medan dan kota besar lainnya.

Tempurung kelapa dibakar untuk dijadikan arang dan dikirim ke Medan.
Tempurung kelapa dibakar untuk dijadikan arang dan dikirim ke Medan.


Itu dikatakan Rahman (60), dan Syamsul (35) warga Kecamatan Sei Kepayang Asahan. Menurut Rahman, setiap hari dirinya mampu membakar sekitar 1,2 ton tempurung kelapa yang dimasukkan dalam 10 tong pembakaran. Arang yang dihasilkan dari sekali pembakaran itu sekitar 250 kilogram dan dijual dengan harga Rp2.500 sampai Rp3.000 per kilogram tergantung banyaknya kandungan air dalam arang.

"Semakin banyak kandungan air, maka semakin rendah pula harganya," katanya.

Lebih lanjut dikatakan, proses pembakaran cukup sulit karena memakan waktu hinga satu hari. Di samping itu, dirinya tidak sembarangan membakar karena hasilnya tidak akan sempurna, bahkan arang berubah jadi abu.

"Dalam membakar harus ada teknik tertentu agar kualitasnya bagus, dan itu didapatkan dari pengalaman selama puluhan tahun," jelasnya.

Menurut Rahman, dalam proses pembakaran api harus dikontrol setiap saat. Jangan sampai marak karena akan menghanguskan tempurung. Untuk menghindari hal itu, tempurung harus dipukul dari atas, agar api yang membakar batok di bagian dasar dapat padam, kemudian masukkan kembali tempurung yang masih baru.

Demikian selanjutnya sampai tong-tong pembakaran penuh dengan arang. Setelah itu, arang-arang didinginkan lalu diayak agar debu dapat terpisah dengan arang untuk menjaga kualitasnya. Setelah itu, arang dimasukkan ke dalam goni ukuran 30 kilogram dan siap untuk dipasarkan.

Namun, usaha pembakaran milik keluarga itu terkendala pada mahalnya bahan baku batok kelapa akibat semakin berkurangnya pohon kelapa. Dikatakan, pohon penghasil santan dan sabut itu ditebang pemiliknya untuk dijual sebagai papan pembuat rumah.  


Kemudian arang tersebut dijual ke Medan dan di Medan arang tersebut diolah menjadi bahan baku pewarna sablon. (nus/syaf)  
HEADLINE 6810884097254651790
Beranda item