Chitika

AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215

Adsense

Loading...

PWI dan IWO Asahan-Batubara Bertekad Beri Pembinaan pada Wartawan dan Menggelar UKW

TASLABNEWS, ASAHAN-Kehadiran organisasi Ikatan Wartawan Online (IWO) Asahan- Batubara mendapat sambutan hangat dari Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Asahan Indra Sikumbang dan mantan Ketua PWI Awaluddin.

Syafruddin Yusuf penerima mandat IWO Asahan-Batubara (kiri) dan Indra Sikumbang Ketua PWI Asahan (kanan)
Syafruddin Yusuf penerima mandat IWO Asahan-Batubara (kiri) dan Indra Sikumbang Ketua PWI Asahan (kanan)


Kepada taslabnews, Jumat (3/8) Indra mengatakan, diharapkan dengan adanya wadah organisasi kewartawanan ini, Iwo harus bisa lebih memberikan pembinaan dan pemahaman kepada wartawan online terkait dengan uu pers dan kode etik.

"Kemudian yang paling penting IWO harus bisa juga meningkatkan profesional keanggotaan dengan memberikan ujian kompetensi. Selain uu dan kode etik," ucap Indra.

Masih dari Indra, wartawan juga perlu diberikan uji kompetensi wartawan (UKW).  Agar lebih profesional,"  kata Indra.

Masih dari Indra, dengan  adanya IWO maka tugas pembinaan wartawan sedikit terbagi. Artinya organisasi memiliki tanggungjawab membina keanggotaannya.

"Mari kita buat karya jurnalistik dengan ketepatan bukan kecepatan dan yang paling penting jangan buat karya jurnistik hoax. Selamat bekerja kepada IWO dan pengurus semoga moral wartawan bisa lebih baik lagi.  Pers sehat negara kuat," ucap Indra.

Terpisah mantan Ketua PWI Asahan Awaluddin mengatakan menyambut positif kehadiran IWO Asahan-Batubara.
  1. Awaluddin mantan Ketua PWI Asahan

Kehadiran IWao diharap bisa sebagai wadah wartawan untuk membina dan menempa wartawan agar profesional dan bisa menerapkan kode etik sebagai aturan main sebuah profesi

Awaluddin juga berharap agar IWO bisa bekerjasama dengan PWI untuk membina wartawan untuk lebih taat dan patuh terhadap kode etik.

Bukan hanya itu, IWO Asahan-Batubara juga diminta bisa mendorong perusahaan pers agar tetap memperhatikan kesejahteraan wartawan.

"Karena untuk membuat wartawan mentaati kode etik dibutuhkan kehidupan yang mapan. Sementara selama ini masih banyak perusahaan pers yang kurang memperhatikan kesejahteraan wartawan. Dimana kehidupan wartawanya masih mengharapkan dari nara sumber dan juga dari kasus kasus yang diungkap.

"Karena untuk membuat wartawan yang profesional dan taat kode etik saat ini memiliki banyak tantangan. Cukup ironis memang,  di suatu sisi wartawan dituntut professional dan taat kepada kode etik, di satu sisi lain kesejahteraan tidak diperhatikan," katanya.

Sementara Syafruddin Yusuf selaku penerima mandat IWO Asahan mengicapkan terima kasih kepada Ketua PWI Asahan Indra Sikumbang dan mantan Ketua PWI Asahan Awaluddin yang menyambut baik terbentuknya IWO di Asahan-Batubara.

Syaf panggilan akrab Syafruddin Yusuf mengatakan, tujuan dibentuknya IWO di Asahan dan Batubara untuk lebih mendewasakan pola pikir para insan pers di dua daerah tersebut.

Selain itu kehadiran IWO juga agar para insan pers bisa menaati kode etik jurnalistik dan uu pers, serta sebagai wadah yang akan menampung aspirasi wartawan media online di Asahan dan Batubara.

IWO juga akan bekerjasama dengan PWI Asahan dan Batubara serta pemerintahan dan kepolisian, TNI, jaksa dan pengadilan serta instansi lainnya untuk menciptakan wartawan yang profesional.

IWO Asahan-Barubara berencana akan mengandeng PWI dan pemerintahan untuk menggelar UKW bagi teman-teman pers yang belum mengikuti UKW. (Syaf)

HEADLINE 8380170745645335506
Beranda item