TASLABNEWS.com. Diberdayakan oleh Blogger.
AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215

BidVertiser

Loading...

Bakar Korbanya Hingga Tewas, Benjonson Ngaku Tak Menyesal

TASLABNEWS- Aksi pembakaran yang dilakukan Benjonson Situmorang (39), secara sadis menghabisi Sudirman alias Pai ternyata berawal karena rasa dendam terhadap korban. Tersangka mengaku tak menyesal telah membunuh korban secara sadis. 

Warga menyaksikan korban yang dibakar hidup-hidup.
Warga menyaksikan korban yang dibakar hidup-hidup.

Aksi tersebut terjadi di kawasan Lapangan Reformasi, Desa Bandar Klippa, Kecamatan Percut Sei Tuan, Jumat (23/11/2018) malam

Meski terancam hukuman mati akibat perbuatannya itu, pria asal Prinseu, Kecamatan Gading Rejo, Bandar Lampung itu mengaku tidak menyelesal.

Dia bahkan mengaku puas melakukan perbuatan tersebut karena telah membalaskan rasa sakit hatinya kepada Pai, yang dituding Situmorang telah mengajari istrinya C untuk mengkonsumsi sabu.

BACA BERITA TERKAIT:


“Saya pergoki istri saya lagi nyabu, pas kami di rumah. Makanya sempat saya tampar dan cekik istri saya. Pas saya tanyain, katanya istri saya yang mengajarinya nyabu adalah si Pai,” aku Benjonson Situmorang kepada wartawan di Mapolsek Percut Sei Tuan, Sabtu (24/11/2018) pagi.

Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Faidil Zikri di hadapan wartawan menyebutkan, penangkapan tersangka berkat kerja Pegasus Polsek Percut Sei Tuan yang sigap sejak mengetahui informasi pelaku pembakaran.

“Pelaku mencoba kabur menggunakan becak mesin miliknya. Kita berhasil mengamankan pelaku dan becak mesin yang dibawanya, dengan menembak kakinya” jelas Kapolsek Percut.

Kompol Faidil membenarkan motif Situmorang menghabisi nyawa Pai karena sakit hati.

“Pelaku sudah merencanakan pembunuhan itu. Untuk pelaku melanggar pasal 340 jo 338 Sub 187 ayat 3 KUHP dengan ancaman 20 tahun penjara atau seumur hidup bahkan bisa hukuman mati,” pungkas Kapolsek.



Informasi lain diperoleh tindakan pembakaran oleh Benjonson Situmorang terhadap Sudirman alias Pai membuat banyak orang bergidik membayangkannya. Sadis! Begitulah ucapan hampir semua warga yang mengetahui peristiwa tersebut.

Menurut seorang saksi mata di lokasi kejadian, aksi Situmorang untuk menghabisi Pai sepertinya sudah direncanakan. Sebelum Situmorang bertemu Pai, pria itu menanyakan keberadaan Pai kepada MEM (27), seorang petugas keamanan swalayan Irian.

Ketika itu, MEM melihat Situmorang membawa satu botol bekas air mineral yang berisi bensin dan martil.

Tak lama kemudian, ternyata Situmorang melihat Pai di kawasan Lapangan Reformasi Pasar 9, Desa Bandar Klippa, Kecamatan Percut Sei Tuan.

Dengan martil di tangan, Situmorang kemudian mengejar Pai. Sejurus kemudian, dia pun menghantamkan martil ke kepala Pai. Akibatnya, Pai langsung terkapar di tanah.

Tak puas, Situmorang kemudian membabibuta menghantamkan martil secara bertubi-tubi ke wajah dan kepala Pai. Spontan, darah segar pun membasahi wajah pria 35 tahun itu.

Setelah melihat Pai tak berdaya, Situmorang kemudian menuangkan bensin yang dibawanya ke tubuh Pai. Sejurus kemudian, dia pun menyulut api dengan menggunakan mancis. Tak ayal, suasana di lapangan terang benderang seketika akibat kobaran api yang membakar tubuh Pai.

“Malam itu korban mau ke rumah ku rencananya bang, dia mau ngabari aku untuk ikut pelantikan IPK di kawasan Batang Kuis. Jadi pas pelaku melihat dia di lapangan sepakbola, langsung dipukuli dia martil dari belakang. Korban jatuh, tapi terus dipukuli pakai martil bertubi-tubi, lalu disiram pakai bensin dan dibakar,” beber FA, seorang warga di sana, kepada wartawan.

Selama ini, sambung FA, Pai dikenal cukup baik. Pria itu dinilai mudah bergaul. Bahkan menurut FA dan warga di sana, beberapa jam sebelum kejadian, Pai dan Situmorang sempat duduk dan ngobrol bareng bersama teman lainnya.

“Korban dikenal baik dan gampang bergaul di sini bang, makanya orangtua ku mengangkatnya sebagai anak. Sejak 2002 dia tinggal di rumah kami. Korban gak ada dendam sama pelaku, meski mereka sudah 2 kali duel dan korban selalu menang. Bahkan sore sebelum kejadian, mereka masih ngobrol bersama di dekat warung,” sebutnya.

Atas perlakuan Situmorang terhadap Pai, warga dan kerabat berharap agar polisi benar-benar menerapkan hukuman yang setimpal.

“Sekarang mayatnya masih di rumah sakit, mungkin bisa jam 2 siangan tiba di rumah. Rencananya dikebumikan di kawasan Batang Kuis,” pungkasnya.

Dengan ditangkapnya pelaku, Polsek Percut Sei Tuan mengaku sudah berhasil mengungkap kasus tersebut. Hal itu juga dengan dipaparkannya pelaku saat gelar konfresnsi pers bersama para wartawan. (Syaf/mjc/int)

SUMUT 8423473334178952891

Posting Komentar

Beranda item

Translate

ADSENSE

Alexa Rank

Clicksor

SOLUSI ATASI ASAM LAMBUNG ANDA HUBUNGI 0812 6173 9320

SOLUSI ATASI ASAM LAMBUNG ANDA HUBUNGI 0812 6173 9320

ADNOW

loading...

Cithika

Chitika

Total Tayangan Halaman