PULAU RAKYAT-Diduga depresi karena penyakit yang dideritanya tidak kunjung sembuh, Adim (68) nekad gantung diri dengan memakai tali nilon di pohon coklat sekitar 3 meter di belakang rumahnya.

Informasi diperoleh, Adim merupakan warga Dusun I, Desa Ledong Timur, Kecamatan Aek Ledong. Jenazah Adim pertama kali ditemukan anaknya Rolijah (40) dalam keadaan tergantng di pohon coklat, Senin (27/2) sekira pukul 05.30 WIB.

Rolijah menambahkan awalnya istri korban yakni Rohani Sitorus (61) terbangun lalu melihat kamar tempat Adim tidur. Namun saat itu Adim tidak ditemukan. Rohani lalu membangunkan Rolijah yang tinggal di rumah mereka.

Mendengar penjelasan Rohani, Rolijah lalu mencari Adim namun tidak ditemukan. Kemudian Rilijah mencari kebagian belakang rumah dan melihat pintu dapur sudah terbuka. Kemudian Rolijah melihat keluar rumah dan saat itu Rolijah melihat Adim tewas tergantung di pohon cokelat. Spontan Rolijah menjerit melihat ayahnya sudah tergantung tidak bernyawa lagi .

Medengar jeritan Rolijah para tetang berdatangan. Atas kesepakatan keluarga, mayat korban dirurunkan dengan cara memotong tali yang menjerat leher korban. Keluarga lalu menghubungi polisi. Atas laporan warga personil Polsek Pulau Raja meluncur ke TKP untuk melakukan olah perkara.

Pihak kepolisian lalu menghubungi dokter puskesmas Aek Ledong guna melakukan visum. Hasil visum tidak ditemukan bekas penganiayaan dan dari kemaluan korban ditemukan ada cairan sperma.

Sekira pukul 12 .00 WIB jenazah korban di kebumikan di pemakaman umum Desa Desa Ledon Timur.
Kapolsek Pulau Raja AKP Juriadi SH MH melalui Kanitres Ipda Edy Siswoyo membenarkan kejadian tersebut.

Juraidi menambahkan, berdasarkan hasil interogasi yang dilakukan anggotanya diduga korban putus asa karena penyakit menahun yang dideritanya tidak dapat diobati lagi.

“Dari keterangan istri korban Rohani suaminya ini sudah lama menderita penyakit berupa pengecilan pada kaki sebelah kiri, di mana beberapa waktu lalu telah dioperasi namun penyakit yang lain muncul bahwa korban ini selalu kesakitan saat buang air kecil,” katanya.

Padahal, pihak keluarga sebenarnya sudah berencana hari ini akan membawa korban memeriksakan penyakitnya ke rumah sakit umum daerah di Labuhanbatu Utara, akan tetapi korban memilih untuk mengakhiri penderitaannya dengan cara gantung diri.

Selain itu, korban juga dikenal tidak ingin menceritakan kesusahan yang dialaminya terutama penyakit yang dideritanya dengan alasan tak mau merepotkan keluarga dan anak-anaknya.

Kapolsek menambahkan, saat ini telah diamankan barang bukti berupa satu gulung tali nilon, dan satu buah kursi plastik. Sementara belum ditemukan tanda tanda kekerasan terhadap korban. “Diduga kuat korban murni tewas karna gantung diri,” ujarnya.  (Sof/per/syaf)




ASAHAN- Sudah jatuh tertimpa tangga, mungkin ungkapan itu cocok buat Irvan Yohanes Aritonang (30). Irvan yang menjadi korban kecelakaan tabrakan beruntun terjadi di Jalinsum Asahan-Tanjungbalai, Senin (27/2) tepatnya di Jalan Ahmad Yani depan Polres Asahan. Dalam insiden tersebut, Irvan ketahuan membawa daun ganja kering yang disimpannya di dalam saku jaketnya.

Informasi diperoleh, tabrakan beruntun terjadi antara pengendara sepedamotor Suzuki Satria FU warna hitam BK 6713 TAZ dengan Mobil Daihatsu Feroza warna hitam BM 1110 VL dan Toyota Kijang Kapsul warna Silver BK 1815 TD. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Hanya saja saat polisi hendak melakukan evakuasi, salah seorang korban diketahui membawa daun ganja kering.

Irvan Yohanes Aritonang pengendara sepedamotor Suzuki Satria FU warna hitam BK 6713 TAZ yang merupakan warga Jalan Kedongdong II,I nomor 58 Perumnas Batu VI, Kelurahan Sitala Sari, Kecamatan  Siantar, Kabupaten Simalungun ini harus berurusan dengan Satuan Lalu Lintas dan Satuan Narkoba Asahan karena dari kantong jaketnya ditemukan dua paket duan ganja kering.

Di rumah sakit Wira Husada Asahan, Irvan yang terbaring lemas tak berdaya menahankan tampak rasa sakit. Saat ditanyai Irvan mengaku ia dari Siantar menuju ke Tanjungbalai.

“Mau kerja bang, kerjaan ku melaut bang, baru ini mau kerja lagi, sudah lama tidak kerja," kata Irvan Yohanes Aritonang.

Pantauan wartawan Irvan Yohanes Aritonang mengalami luka di bagian hidung, kaki kiri kanan dengan sesak bernafas. Sementara Satria FU yang dikemudikanya lingkarnya penyot, lampu utama di bagian sebelah kanan pecah. Mobil Daihatsu Feroza warna hitam BM 1110 VL hanya mengalami penyot pelak di bagian belakang sebelah kanan dan Toyota Kijang Kapsul warna Silver BK 1815 TD bamper bagian depan sebelah kanan rusak total.

Suara tabrakan di depan Polres Asahan mengundang perhatian dari Waka Polres Asahan Kompol Triyadi SIK, Kabag Ops Kompol Perlindungan Hutahaean SIK dan sejumlah personil. Para perwira Polres Asahan ini langsung mendatangi tempat kejadian perkara.

"Pengemudi Satria FU terbaring di jalan di sisi kiri badan jalan, dari sepedamotornya kira kira tercampak lima meter. Irvan selain kesakitan tampak mencari HP-nya. Melihat gelagatnya kami curiga. Dan saat diangkat dari badan jalan ke becak, Kabag Ops ada melihat bungkusan coklat di dalam jaket yang dipakainya (Irvan)," kata Waka Polres.

Untuk memastikan isi dalam isi kantong jaket dan tas yang dikenakan Irvan, Waka Polres dan Kabag Ops mengajak personil Satuan Reserse Narkoba yang dipimpin Kaur Min Tu Ipda A Sinulingga.

"Usai dirawat luka Irvan, anggota bagian Narkoba memeriksa seluruh kantong celana, dompet dan tas yang dibawa Irvan. Pemeriksaan disaksikan para perawat Wira Husada. Ketika kantong jaket di bagian sebelah kanan diperiksa, dari dalam kantong ditemukan dua paket diduga berisikan daun ganja dibungkus kertas warna coklat," kata Waka Polres.

Setelah menjalani perawatan, nantinya Irvan akan dimintai keterangannya terkait kepemilikan daun ganja kering tersebut.

Terpisah Abdi Putra Mahari (19) warga Dusun III, Desa Meranti, Kecamatan Meranti pengemudi mobil Daihatsu Feroza hitam BM 1110 VL menyebutkan, sebelum terjadi kecelakaan Irvan sempat mengelakkan mobil Avanza hitam yang dilombanya.

"Begini ceritanya bang, kami dari arah Rantauprapat melomba motor bapak tentara itu. Dari arah Medan, bersamaan anak itu (Irvan) melomba motor Avanza yang ada di depannya dan saat itu anak itu mengejek supir Avanza," ujar Abdi Putra.

Abdi Putra menyebutkan tujuannya dari rumah ibunya di Jalan Kamboja, Kelurahan Kedai Ledang, Kecamatan Kisaran Timur.

“Ini mau menuju pulang ke rumah lah bang di Meranti. Tadi sempat menghindar sampai keberamlah, makanya kenak ban belakang. Kalau tidak menghindar mungkin aku yang nabrak," katanya.

Sementara Bripka Inf Bakpau Siregar warga Dusun II, Desa Pulau Raja pengemudi Kijang Kapsul Silver BK 1815 TD menyebutkan bahwa dia menjadi korban akibat sepedamotor menabrak mobilnya.

"Saya dari Pulau Raja membawa ibu Persit menuju Kodim, di depan Polres mobil kami di lomba mobil Feroza dan terjadi kecelakaan," kata Bakpau.

Kanit Laka Lantas Iptu Marojaan Butar Butar menyebutkan akibat kecelakaan yang dialami ketiga kenderaan para penumpangnya hanya mengalami luka ringan.

"Sepeda motor dari arah Medan menabrak ban belakang mobil Feroza yang datang dari arah berlawanan, mobil Toyota Kijang Kapsul hanya terkena imbas dari tabrakan," kata Iptu Marojaan Butar Butar. (mag01/syaf)


KISARAN- Komunitas CV Ardians BMX Kisaran memberikan bantuan kepada
Ahmad Gibran Ubay Dillah 1 tahun 9 bulan bocah penderita tumor Yolk Sac, Senin (27/2). Bantuan ini sebagai bentuk rasa kepedulian mereka terhadap penderitaan yang dialami bocah malang tersebut.

Ketua CV Ardians BMX Kisaran Winara Ardiansyah Sitorus mengatakan, mereka sangat prihatin melihat penderitaan Gibran yang merupakan anak semata wayang pasangan pasutri dari M Taufik (30) dan Linda Fajarwati (25) warga Jalan Merpati, Lingkungan VII, Nomor 60, Kelurahan Gambir Baru, Kecamatan Kisaran Timur, Kabupaten Asahan. Itu sebabnya Winara Ardiansyah Sitorus bersama seluruh anggotanya turun ke jalan melakukan penggalangan dana untuk membantu dana untuk perobatan Gibran.

Winara mengatakan, komunitas CV Ardians BMX Kisaran selama 2 hari tepatnya sejak Jumat (24/2) sampai Sabtu (26/2) mengerahkan seluruh anggotanya melakukan penggalangan dana di Jalan Imam Bonjol, persisnya di depan Masjid Raya, Kecamatan Kisaran Timur.

“Alhamdulillah dari penggalangan dana bantuan yang diberikan masyarakat terkumpul sebanyak Rp1 juta. Dana yang terkumpul ini akhirnya diberikan kepada M Taufik disaksikan istrinya Linda serta seluruh komunitas CV Ardians BMX Kisaran. Harapannya dana tersebut dapat dimanfaatkan dengan sebaik-sebaiknya untuk keperluan Ahmad Gibran,” katanya.

Dalam kesempatan Ketua Komunitas CV Ardians  BMX Kisaran Winara Ardiansyah Sitorus didampingi Wakil Ketua Agung Adi Wiguna serta Sekretaris Nugi Simatupang menuturkan, penggalangan dana yang dilakukan ini semata-mata hanya  untuk membantu Ahmad Gibran Ubay Dillah dan orang tuanya M Taufik.

Masih dari ketiganya, walaupun mereka tidak dapat memberikan banyak untuk membantu Ahmad Gibran, namun mereka senang dan iklas dalam membantu penderitaan Gibran.

“Semoga cepat sembuh Ahmad Gibran,” ucap Ardiansyah diamini Agung dan Nugi.

Ardiansyah menambahkan, diharapkan agar para donatur di Asahan terbuka pintu hatinya untuk membantu Ahmad Gibran dari penyakit yang dideritanya.

“Walaupun kami tidak dapat membantu banyak untuk biaya pengobatan Ahmad Gibran tetapi kami tetap senantiasa berdoa agar orangtua Ahmad Gibran tabah menghadapi musibah cobaan ini. Semoga tidak ada lagi Ahmad Gibran lain yang menderita penyakit seperti Ahamd Gibran,” ungkap mereka seraya mendoakan kesemembuhan Ahmad Gibran.

Sementara itu orang tua Ahmad Gibran, M Taufik dan istrinya Linda Pajarwati yang tidak menyangka kedatangan Komunitas CV Ardians BMX Kisaran ke rumah mereka untuk memberikan bantuan.

M Taufik mengatakan, terima kasih adik-adik dari komunitas CV Ardians BMX  Kisaran, bantuan ini akan menambah semangat kami sekeluarga untuk terus berjuang untuk mengobati Ahmad Gibran anak kami ini, semoga Allah SWT melapangkan rezki adik-adik semua yang patut contoh generasi muda yang baik dan peduli terhadap kesusahan orang lain,” bebernya.

Lebih lanjut dikatakanya, ia atas nama keluarga Ahmad Gibran Ubay Dillah mendoakan semoga adik-adik semua sekembali dari rumah kami dalam keadaan sehat walafiat dan tetap  dalam lindungan Allah SWT dan dimurahkan rezkinya.

 Melalui kesempatan ini Taufik meminta kepada donatur bilamana ada yang dapat menawarkan solusi kesembuhan anaknya ia akan sangat bersyukur.

“Mohon doanya bang untuk kesembuhan anak saya ini,” katanya sembari memberikan nomor kontaknya di 085263432355. (Mar/syaf)






ASAHAN – Sedikitnya sebanyak 20 ribu warga di Kabupaten Asahan belum memiliki identitas Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik  (E–KTP).

Hal itu disebabkan kosongnya blanko yang diterima Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Asahan dari Bagian Administrasi Kependudukan Kementrian Dalam Negeri.

“Kalau sekarang paling tidak ada 20 ribu masyarakat Kabupaten Asahan yang antri dan belum mendapatkan blanko e-KTP. Ini disebabkan karena kosongnya ketersediaan blanko di Kementrian Dalam Negeri dan itu terjadi di semua daerah,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Asahan M Rais, kepada wartawan, Senin (27/2).

Rais menambahkan, masyarakat hendaknya tidak perlu resah karena sejak Januari 2017 surat keterangan pengganti elektronik atau yang biasa disebut resi berlaku selama enam bulan dan dapat diurus di kantor Catatan Sipil dan memiliki fungsi yang sama untuk keperluan masyarakat dalam berbagai bidang pelayanan administrasi.

“Kekosongan blanko e-KTP ini jangan dibuat resah oleh masyarakat, karena dapat diganti sementara dengan resi dan masa berlakunya enam bulan. Sementara ini, kita masih menunggu ketersediaan e-KTP dari pemerintah pusat,” ujarnya.

Dijelaskannya, pihak Kemendagri telah menyurati Lembaga dan Instansi yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat seperti BPJS, Rumah Sakit, Lembaga Keuangan dan Instansi lainnya terhadap kebijakan Surat Keterangan Pengganti E-KTP ini.

Lanjut Rais, surat keterangan pengganti KTP Elektronik hanya bersifat sementara, karena ketika blangko sudah tersedia dan didistribusi dari Jakarta ke Asahan, maka akan diganti kembali oleh Disdukcapil.
Kepada masyarakat yang belum melakukan perekaman data E-KTP, dia juga menghibau segera mengurus ke Disdukcapil Asahan untuk segera dilakukan perekaman data.

Sementara itu, warga masyarakat di Asahan yang datang mengurus ke kantor Dinas Catatan Sipil sama sekali tidak mengeluhkan kekosongan blanko e KTP hanya saja mereka meminta agar pengurusan resi tidak memakan waktu yang  terlalu lama.

“Memang pengurusan resi pengganti e KTP, pegawai capil itu bilang itu dua minggu. Menurut kami masyarakat ini terlalu lama. Apa susahnya mengeluarkan selembar surat resi sementara keperluan untuk resi pengganti KTP bermacam macam dan mendesak,” keluhnya. (Per/syaf) 





TANJUNGBALAI - Setelah melakukan pembahasan sejak tanggal 7 Pebruari sampai 20 Pebruari, akhirnya DPRD Kota Tanjungbalai mensahkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) APBD Kota Tanjungbalai Tahun 2017. Dalam pengesahan APBD ini pendapatan daerah diketahui sebesar Rp626.442.714.423. Pengesahan tersebut dilakukan dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Tanjungbalai, Senin (27/2).

Pantauan wartawan, dalam rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Bambang Herianto Lobo SE didampingi Wakil Ketua DPRD Ir Rusnaldi Dharma itu juga dihadiri Walikota Tanjungbalai M Syahrial SH MH dan Wakil Walikota Drs H Ismail. Menurut Sekretaris DPRD, H M Yunus, dari 25 orang anggota DPRD, yang hadir dalam rapat paripurna tersebut berjumlah 23 orang.

Rapat Paripurna DPRD tersebut diawali dengan penyampaian laporan hasil pembahasan oleh Badan Anggaran (Banggar) DPRD bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang dibacakan oleh Wakil Ketua DPRD, Ir Rusnaldi Dharma. Dalam laporan Banggar tersebut dikatakan bahwa Pendapatan Daerah berubah menjadi sebesar Rp626.442.714.423, naik sebesar Rp3.416.797.416,99 atau sekitar 0,55 persen dari Rp623.025.917.007 sebelum pembahasan.

Demikian juga dengan belanja daerah setelah pembahasan berubah menjadi sebesar Rp692.642.714.423, naik sebesar Rp24.969.342.441  atau sekitar 3,74 persen dari Rp667.673.371.982 sebelum pembahasan. Setelah penyampaian laporan laporan hasil pembahasan, rapat paripurna dilanjutkan dengan penyampaian Pendapat Akhir Fraksi oleh tujuh fraksi yang ada di DPRD Kota Tanjungbalai.

Dalam pendapat akhir fraksi tersebut, ketujuh fraksi menyatakan dapat menerima dan menyetujui Ranperda APBD Kota Tanjungbalai Tahun 2017 hasil pembahasan menjadi Perda APBD Kota Tanjungbalai Tahun 2017. Namun demikian, dalam pendapat akhirnya, ada juga beberapa fraksi yang memberikan catatan-catatan.

Seperti Fraksi PDI Perjuangan yang dibacakan Herna Veva Amd kembali menyoroti maalah kenaikan tarif air PDAM Tirta Kualo termasuk masalah jaminan tentang kualitas air oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara. Selain itu, Fraksi PDI Perjuangan juga menyoroti sejumlah permasalahan lainnya seperti dugaan penyimpangan dalam bedah rumah tahun 2016, pengalihan sejumlah lahan di kompleks perumahan PNS, serta kurang transparannya Pemko Tanjungbalai dalam mengelola bantuan CSR.

Hal serupa juga diungkapkan Fraksi Partai Hanura yang dibacakan oleh Hj Nessy Aryani Sirait,SE. Selain itu, Fraksi Partai Hanura juga mempertanyakan Master Plan dan DED dalam pengelolaan Pulau Beswesen atau Pulau Besusen termasuk pengelolaan pasar di Kota Tanjungbalai yang sampai saat ini belum juga terselesaikan.

Namun akhirnya, sebagaimana dengan lima fraksi lainnya, Fraksi PDI Perjuangan dan Fraksi Partai Hanura ini juga menyatakan dapat menerima dan menyetujui Perda APBD Kota Tanjungbalai Tahun 2017 tersebut. Kemudian, rapat paripurna dilanjutkan dengan penandatangan berita acara pengesahan Perda APBD Kota Tanjungbalai Tahun 2017 oleh Ketua DPRD Bambang Herianto Lobo, Wakil Ketua DPRD Ir Rusnaldi Dharma dan Walikota Tanjungbalai M Syahrial.

Menurut Ketua DPRD Bambang Herianto Lobo, Perda APBD Kota Tanjungbalai Tahun 2017 tersebut masih akan di sampaikan ke Gubernur Sumatera Utara untuk dievaluasi sebelum diberlakukan. Hadir dalam Rapat Paripurna DPRD tersebut seluruh unsur Forkopimda, Ketua Pengadilan Negeri, Ketua Pengadilan Agama, Sekretaris Daerah Kota Tanjungbalai, perwakilan partai politik, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, seluruh pimpinan SKPD, Camat dan Lurah se Kota Tanjungbalai serta elemen masyarakat lainnya. (ck5/syaf)


ASAHAN- Personel Jatanras 2 Polres Asahan meringkus Syamsudin (43) warga Jalan Platina VII, nomor 7, Kelurahan Medan Marelan, Kota Medan. Syamsudin diringkus karena kasus dugaan penggelapan Rp100 juta milik Afna A Sinaga (40) warga Jalan Batu Delima, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Kisaran Barat.

Berdasarkan laporan polisi nomor: LP/569/VI/2015/SU/RES ASH, tanggal 24 Juni 2015. Korban Afna A Sinaga menceritakan kronologis kejadian. Menurut korban peristiwa tersebut bermula, Selasa tanggal 9 Januari 2013 sekira pukul 21.00 WIB.

"Saat itu tersangka mendatangi korban ke rumahnya dan kemudian tersangka menawarkan penanaman modal juice pinang muda Volume 15 ml ke CV Kusuma yang beralamat di Hamparan Perak, Kota Medan," kata Kanit Jatanras Ipda M Khomaini STK.

Lebih lanjut dikatakan Kanit Jatanras, tersangka meminta uang kepada korban sebesar Rp100 juta dan korban memberi uang tersebut kepada tersangka. Kemudian tersangka berjanji akan membagi hasil keuntungan penjualan kepada korban.

"Namun hingga pada saat sekarang tersangka tidak juga mengembalikan uang korban. Akibat kejadian tersebut korban mengalami kerugian sebanyak Rp100 juta dan korban merasa keberatan," kata M Khomaini.

Berdasarkan laporan polisi tersebut, unit Jatanras melakukan penyelidikan di wilayah Medan-Belawan-Hamparan Perak kemudian unit Jatanras mendapat informasi bahwa tersangka berada di dalam sebuah pondok pesantren wilayah Hamparan Perak.

Kemudian setelah  hampir 25 jam menunggu pada hari Minggu tanggal 26 Februari  2017 sekira pukul 18.45 WIB tersangka keluar dari pondok pesantren.

"Tersangka keluar dengan menaiki sepedamotor Vario kemudian personil unit Jatanras membuntuti tersangka tepatnya di Jalan Desa Lama Hamparan Perak tersangka berhasil dibekuk oleh Jatanras. Atas tindakannya tersangka dikenakan pasal 378 dan atau 372 KUHP ancaman 4 tahun penjara," kata M Khomaini. (Mag1/syaf)



JUARA bertahan EPL, Leicester City akan menghadapi sebuah laga yang berat pada pekan ke 26 Premier League musim ini. Mereka harus menjamu salah satu tim kuat EPL, yaitu Liverpool di King Power Stadium, Selasa (28/2) dinihari.


Berstatus sebagai juara bertahan EPL, prestasi  Leicester City semakin memburuk musim ini. Mereka sudah menelan lima kekalahan beruntun di ajang Premier League, sehingga mereka saat ini menempati peringkat ke 17 klasemen sementara EPL, unggul 1 poin saja dari zona degradasi.

Prestasi buruk The Foxes musim ini berimbas pula kepada karir pelatih mereka Claudio Ranieri. Pelatih berusia 65 tahun tersebut resmi dipecat manajemen Leicester City kemarin malam, sehingga mereka akan ditemani oleh Craig Shakespeare sebagai pelatih interim mereka sembari manajemen mencari pelatih anyar bagi mereka.

Sebelum era Ranieri, The Foxes tercatat terakhir kali menang melawan Liverpool pada tahun 1998. Namun Ranieri sendiri sukses membawa The Foxes mengalahkan atas The Reds di bulan Maret tahun lalu dengan skor 2-0. Untuk itu absennya Ranieri diprediksi akan semakin memperburuk performa The Foxes yang tengah mengalami rentetan hasil buruk.

Kondisi serupa sejatinya juga terjadi di Liverpool. Semenjak awal tahun 2017, tim besutan Jurgen Klopp itu juga mengalami rentetan hasil yang buruk, sehingga peringkat mereka di klasemen turun ke peringkat lima. Namun tim asal Merseyside ini mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan, di mana mereka berhasil mengalahkan tim kuat Tottenham Hotspur dengan skor 2-0 dua minggu lalu.

Kembalinya sejumlah pilar-pilar inti mereka seperti Sadio Mane dan Philippe Coutinho juga akan membuat kans Liverpool untuk meraih kemenangan di King Power Stadium semakin terbuka lebar.
Pada laga ini kubu tuan rumah dipastikan tidak bisa tampil dengan kekuatan penuh. Molla Wague dipastikan absen karena cedera, sedangkan Islam Slimani dan Leonardo Ulloa juga diragukan tampil menghadapi Liverpool.

Pada laga ini, caretaker Craig Shakespeare diprediksi masih akan meneruskan taktik dan strategi Ranieri yang menggunakan skema 4-4-2, di mana duet Jamie Vardy dan Shinji Okazaki akan diturunkan sebagai ujung tombak pada laga ini. Shakespeare juga kemungkinan akan menurunkan Ahmed Musa dan Riyad Mahrez di posisi sayap. Kasper Schemichel juga diprediksi akan kembali mengawal gawang The Foxes pada laga ini, di mana ia akan dikawal oleh dua bek tangguh Roberth Huth dan Wes Morgan.

Di kubu tim tamu, Jurgen Klopp datang ke leicester dengan membawa sejumlah masalah cedera. Lucas Leiva, Ovie Ejaria dan Danny Ings dipastikan absen pada laga ini karena mengalami cedera, sedangkan kondisi Daniel Sturridge, Dejan Lovren dan Marko Grujic juga diragukan tampil pada laga ini karena belum sembuh betul dari cedera mereka.

Dengan kondisi tersebut, Klopp kemungkinan akan kembali menurunkan skema 4-3-3, di mana Trio Philipe Coutinho, Roberto Firmino, dan Sadio Mane akan diplot sebagai ujung tombak mereka pada laga ini. Di lini pertahanan, Klopp kemungkinan akan memainkan Ragnar Klavan untuk berduet dengan Joel Matip di jantung pertahanan The Reds, sementara Simon Mignolet kemungkinan besar masih menjadi pilihan utama Klopp di bawah mistar gawang Liverpool. (bn/int)


TOBASA- Guna memuluskan aksinya, para pelaku tindak kriminal umumnya berupaya melakukan berbagai cara mengelabui petugas. Seperti halnya R br M (29), ketika diamankan personil Satres Narkoba Polres Tobasa di Jalam Mulia Raja, Balige, Sabtu (25/2) sore sekira pukul 19.30 WIB.



Awalnya tidak ditemukan barang bukti pada wanita yang datang dari Kota Siantar ini. Ternyata setelah diperiksa keseluruhan tubuhnya, ibu dua anak itu menyimpan sekitar 1 ons narkoba jenis sabu-sabu dalam kemaluannya.

"Saat diamankan, kami tidak temukan barang bukti. Kemudian R br M kami bawa ke Mapolsek Balige.
Di Mapolsek, dilakukan kembali penggeledahan, tapi tidak ada barang bukti. Lalu personil wanita menggeledah secara keseluruhan. Ternyata tersangka menyimpan barang bukti di kemaluannya," tutur Kapolres Tobasa AKBP Jidin Siagian didampingi Kasat Res Narkoba AKP Darmansyah Nasution, Minggu (26/2).

Diterangkan, wanita asal Siantar itu sengaja datang ke wilayah Tobasa membawa sabu-sabu guna dijual ke wilayah Tobasa. Dua kali aksinya lolos. Penangkapan terhadapnya juga tidak gampang.

Petugas harus mengerahkan tenaga undorcover buy, personil yang nyamar jadi turis dan GPS mencari lokasi tersangka. Hingga akhirnya ibu dua anak itu berhasil diciduk berikut barang bukti 3 bungkus plastik bening yang diduga berisi narkotika jenis sabu sekitar 1 ons, 4 helai plastik klip transparan dan 1 unit handphone milik tersangka.

"Begitu mendapat informasi, kita kerahkan undercover buy yang membuat janji transaksi di Pantai Lumban Silintong. Kemudian kita lacak GPS HP tersangka. Sehingga begitu keluar dari hotel menuju lokasi transaksi, tepat di depan kantor Camat Balige, tersangka langsung dicegat dan diturunkan dari becak," terangnya.

Dijelaskan, saat ini tersangka masih menjalani pemeriksaan intensif di Unit Sat Res Narkoba Polres Tobasa. Kemudian direncanakan untuk melakukan pengembangan mengungkap jaringan yang berkaitan dengan tersangka.(ft/ma/int)



Melawan, 1 Orang Ditembak

TANJUNGBALAI- Personel Sat Narkoba Polres Tanjungbalai mengamankan dua orang kurir narkoba internasional, Sabtu (25/2) sekira pukul 17.30 WIB. Satu diantaranya terpaksa dihadiahi timah panas karena mencoba kabur dari kejaran petugas.

Keduanya adalah Zainal Abidin Hasibuan (45) Chief officer kapal Fery Aero Speed yang merupakan warga Jalan Sie Bogem, Lingkungan V,  Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Sei Tualang Raso dan Muhammad Diansyah alias Tapo (40) warga Jalan Cendrawasih, Lingkungan IV, Kelurahan Kapias Pulau Buaya, Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjungbalai. Dari keduanya petugas menyita 1 kilogram sabu.

 Menurut Kapolres Tanjungbalai AKBP Tri Setyadi Artono SIK MH didampingi Kasat Narkoba AKP MHD Yunus Tarigan, penangkapan kedua pelaku bermula dari informasi yang diterima pihak kepolisian dari masyarakat. Atas informasi tersebut petugas melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap pelaku Muhammad Diansyah alias Tapo di Jalan Suprapto usai menjemput sabu dari sebuah tangkahan gudang PT Sabas tepatnya di wilayah Teluk Nibung, Kelurahan Sei Merbau, Tanjungbalai.





"Awalnya kita mencoba meringkus pelaku Muhammad Diansyah alias Tapo di Jalan Suprapto tepat di depan kantor pelayaran PT Imelda Jaya. Dimana saat itu pelaku sedang mengendarai sepedamotor usai menjemput narkoba dari dermaga, namun dalam penangkapan tersebut pelaku melarikan diri dan meninggalkan sepedamotor Yahama Mio yang dikendarainya. Di sepedamotor tersebut ditemukan 1 kg sabu,” ujar kapolres.

Selanjutnya petugas terus mengejar dan berhasil menangkap pelaku dikediaman mertuanya di Jalan Garuda PT Timur Jaya, Kecamatan Teluk Nibung.

"Pelaku melarikan diri dengan menyebrang sungai, dan bersembunyi dikediaman mertuanya namun saat akan ditangkap pelaku melawan dan mencoba lari kembali. Sehingga kita lakukan tindakan yang terukur dengan melakukan penembakan yang mengenai kaki pelaku," paparnya.

Usai melakukan penangkapan  terhadap Muhammad Diansyah, kemudian petugas melakukan pengembangan dan berhasil menangkap pelaku Zainal Abidin Hasibuan yang merupakan seorang Chief Officer kapal Fery Aero Speed. Zainal diringkus dikediamannya di Jalan Si bogem, Lingkungan V , Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Sei Tualang Raso, Tanjungbalai.

"Berdasarkan pendalaman yang kita lakukan, sabu yang dibawa Muhammad Diansyah tersebut diproleh dari Malaysia yang dibawa oleh pelaku Zainal Abidin Hasibuan," sebutnya.

Dikatakannya berdasarkan interogasi yang dilakukan, kedua tersangka mengaku telah dua kali melakukan aksi tersebut dan barang haram itu diproleh dari seorang warga Aceh berinisial DIN yang tinggal di Malaysia selanjutnya akan diantar kepada Z  yang juga seorang warga Aceh.


Diupah Rp30 Juta

Tersangka kurir sabu dari Malaysia Zainal Abidin Hasibuan dan Muhammad Diansyah alias Tapo tersanyat diupah Rp30 juta untuk membawa sabu seberat 1 kg kepada warga Aceh berinisial Z. 

"Berdasarkan keterangan pelaku mereka diupah 30 juta bila barang tersebut sampai ke tangan Z dan hal ini sudah dua kali mereka lakukan," terangnya.

Sementara itu pelaku Zainal di hadapan kapolres mengaku nekat melakukan hal tersebut kerena gajinya sebagai Chief officer di kapal tidak mencukupi. Selain itu katanya uang yang diperolehnya digunakan untuk menyambung sertifikat pelayarannya .

Sementara tersangka Muhammad Diansyah mengaku melakukan pekerjaan sebagai kurir sabu karena butuh uang untuk keperluan hidup sehari-hari. Muhammad Diansyah mengaku selama ini dirinya hanya bekerja mocok-mocok sehingga ia mau menerima tawaran sebagai kurir sabu.

“Ya uangnya untuk keperluan hidup sehari-hari sekaligus untuk foya-foya," ucapnya.

Atas perbuatannya pelaku pelaku dijerat dengan pasal 114 dan 112 Undang undang RI Nomor 35 tahun 2009 Tentang Narkotika dengan acaman hukuman seumur hidup atau hukuman mati," ucapnya. (Mag02/syaf)


BATUBARA - Tim Oprasional Reserse Polsek Labuhan Ruku, Polres Batubara, Sabtu (25/2) menggerebek rumah bandar narkoba yang berada di Jalan Nelayan, Lingkungan IV, Kelurahan Tanjung Tiram, Batubara. Dalam penggerebekkan yang dilakukan sekira pukul 06.00 WIB ditemukan 10 kg daun ganja kering yang di simpan di dalam goni.

Dalam penggerebekan itu, petugas berhasil meringkus sang bandar bernama Safrizal alias Izal (31) beserta barang bukti 10 Kg daun ganja kering yang tersimpan dalam goni di dalam rumah tersangka.



Kapolres Batubara AKBP Dedy Indryanto SiK melalui Kapolsek Labuhan Ruku AKP Irsol kepada wartawan, Minggu (26/2) mengatakan, awalnya hari itu sekira pukul 05.40 WIB petugas menerima informasi dari masyarakat bahwa tersangka sudah lama menjadi bandar narkoba. Mendapat informasi dari masyarakat, petugas langsung melakukan pengintaian.

"Setelah memastikan, kemudian petugas langsung melakukan pengepungan dan menggerebek rumahnya," kata Irsol.

Ketika digeledah, petugas menemukan barang bukti ganja kering 10 kg yang di bungkus dalam goni plastik warna putih, dan tersangka kemudian diboyong ke Mapolsek Labuhan Ruku untuk selanjutnya dilimpah ke Polres Batubara.

Irsol mengatakan, tersangka terancam dijerat pasal 114 ayat (2), Pasal 112 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat (1) juncto Pasal 127 huruf (a) dan (b) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (Wan/syaf)


TANJUNGBALAI - Karena melakukan tunggakan dalam pembayaran iuran dana pensiun pegawai, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kualo Tanjungbalai terancam dikeluarkan dari Dana Pensiun Bersama Perusahaan Daerah Air Minum Seluruh Indonesia (Dapenma Pamsi). Soalnya, PDAM Tirta Kualo Tanjungbalai sudah menunggak iuran pensiun sekitar Rp650 juta lebih, atau setara dengan 37 bulan tidak membayar iuran dana pensiun.

"Hingga saat ini, besar tunggakan PDAM Tirta Kualo ke Persatuan Dapenma Pamsi sudah mencapai Rp650 juta lebih, yang setara dengan 37 bulan atau lebih dari tiga tahun tidak membayar iuran pensiun. Dan sesuai dengan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selama ini, jika anggota tidak membayar iuran maka akan mendapat sanksi, minimal sanksi masa penangguhan kepesertaan selama satu tahun bagi PDAM yang memiliki tunggakan iuran setara dengan dua tahun," ujar sumber koran ini di PDAM Tirta Kualo Tanjungbalai.

Saat dihubungi melalui sellularnya, Minggu (26/2), Direktur PDAM Tirta Kualo Tanjungbalai Ismed Daulay SH tidak memungkiri adanya tunggakan pembayaran iuran dana pensiun tersebut. Namun, Ismed mengaku, pihaknya sudah melakukan pencicilan sesuai kesepakatan dengan Dapenma Pamsi.

"Pembayaran tunggakan tersebut kita lakukan dengan cara mencicil. Hal itu dilakukan berdasarkan kemampuan perusahaan dan kesepakatan dengan pihak Dapenma Pamsi.

Dan saat ini, pembayaran iuran dana pensiun sudah mulai lancar sejalan dengan mulai membaiknya kondisi keuangan perusahaan," ujar Ismed Daulay.

Untuk diketahui, Dapenma Pamsi adalah Penyelenggaraan Program Jaminan Pensiun (Lembaran Negara No. 155 Tambahan Lembaran Negara No.5715). Sedangkan peserta Dapenma Pamsi tersebut adalah Direksi dan Pegawai Perusahaan Daerah Air Minum Seluruh Indonesia.

Dapenma Pamsi saat ini sudah dalam pengawasan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sehingga, apabila dalam batas waktu yang ditentukan anggota tidak membayar iuran, maka akan mendapat sanksi. (ck5/syaf)


ASAHAN– Pelaksanaan Car Free Day di Kisaran dijadikan sebagai ajang pertunjukan seni dan unjuk gigi para pelajar di Kabupaten Asahan. Setidaknya ada lima sekolah setiap minggu yang tampil menunjukkan kebolehan para siswanya dalam menyalurkan minat dan bakat.

Hal itu dikatakan oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Pemkab Asahan, Rahmad Hidayat Siregar kepada wartawan, Minggu (26/2). Dikatakannya ajang kreasi seni pelajar ini memang sengaja dipertontonkan kepada masyarakat pada pelaksanaan car free day.

“Ini sudah menjadi agenda rutin dalam pelaksanaan car free day, dimana para pelajar setiap minggunya dari masing-masing sekolah yang mendapatkan giliran mereka menampilkan kesenian yang dipelajari di sekolah masing masing,” kata Hidayat.

Dalam kesempatan tersebut mantan Camat Kota Kisaran Timur ini, juga mengimbau pertunjukan kreatifitas seni  ini hendaknya tidak hanya dilakukan oleh pelajar, akan tetapi setiap masyarakat yang mau memamerkan kebolehannya dalam pertunjukan seni maupun akrobatik bisa memanfaatkan momentum car free day.

“Ini sudah menjadi tujuan dari car free day yang dimaksudkan oleh Bupati Asahan. Kegiatan ini memang dimaksudkan sebagai ajang silaturahmi masyarakat selain berolahraga,” katanya.

Sementara itu, Darwin kepala UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Meranti yang hadir di acara tersebut menambahkan, ajang kesenian pelajar tersebut selalu digelar setiap hari Minggu mulai pukul 08:00 WIB.

“Ini sedang kita tampilkan kerasi tari dari Hadroh Banjari Alwashliyah Meranti yang beberapa waktu lalu meraih juara I dalam lomba di Kabupaten Batubara. Kecamatan Meranti, Rawang Panca Arga dan Kisaran Barat selalu menjadi tuan rumah dalam penampilan kreasi seni di car free day ini,” katanya.

Program di hari Minggu tanpa kendaraan di Kabupaten Asahan ini telah berlangsung selama tiga pekan  sejak dibuka oleh Kapolda Sumut, Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel. Berlokasi di Jalan Ahmad Yani mulai dari kantor Bupati Asahan sampai simpang pabrik benang di Kelurahan Sidodadi. Aktifitas lalulintas kenderaan ditutup sementara mulai pukul 06.00 WIB sampai pukul 12.00 WIB.

Car free day menjadi panggung terbuka sebagai ajang unjuk diri dan menampilkan kreativitas. Pelan tapi pasti arena CFD menjadi media yang mampu memacu kreativitas masyarakat, menjadi tempat yang strategis untuk melakukan promosi dan branding apapun. Sebagai salah satu efek positifnya, arena CFD mampu mendongkrak ekonomi masyarakat yang membuka stand untuk berjualan. (per/syaf) 

TANJUNGBALAI - Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai diminta agar menertibkan kegiatan pembangunan perumahan Sriwijaya Indah II. Soalnya, bangunan perumahan yang berada di Jalan PPU/ Sriwijaya, Kelurahan Pahang, Kecamatan Datuk Bandar, Kota Tanjungbalai itu diduga tidak memiliki izin mendirikan bangunan (IMB).


Amatan koran ini di lapangan, Minggu (26/2) memperlihatkan, adanya kegiatan pembangunan puluhan unit perumahan elit di kompleks Sriwijaya Indah II tersebut. Akan tetapi, tidak ditemukan adanya papan plank yang menyatakan pembangunan perumahan tersebut dilengkapi dengan IMB sebagaimana mestinya.

Lurah Pahang Fitri Adi SE yang dihubungi koran ini mengaku, tidak pernah menerbitkan rekomendasi untuk penerbitan IMB perumahan Sriwijaya Indah II tersebut. Oleh karena itu, Fitri Adi juga yakin, bahwa pembangunan perumahan Sriwijaya Indah II tersebut tidak memiliki IMB.

"Saya tidak ada menerbitkan rekomendasi terkait dengan pembangunan perumahan Sriwijaya Indah II di Jalan Sriwijaya/PPU tersebut. Oleh karena itu, jika ada pembangunan perumahan di Sriwijaya Indah II itu, saya yakin tidak memiliki IMB," ujar Fitri Adi SE singkat.

Sayangnya Plt Kepala Dinas Perizinan dan Penanaman Modal Kota Tanjungbalai Nedi Hamlet SE, hingga saat ini belum dapat dihubungi.

Sementara, keterangan lain yang diperoleh koran ini di lapangan mengatakan bahwa di perumahan Sriwijaya Indah II akan dibangun puluhan unit perumahan type 36. Dan kegiatan pembangunan perumahannya sudah berlangsung sejak akhir tahun 2016 lalu, akan tetapi, tidak memiliki IMB.
Anehnya, walaupun tidak dilengkapi dengan IMB, namun bangunan perumahan Sriwijaya Indah II tersebut tetap berlangsung tanpa hambatan dari Pemko Tanjungbalai. (ck5/syaf)

TANJUNGBALAI-Tingginya gelombang di perairan Selat Malaka dan curah hujan membuat nelayan Tanjungbalai enggan melaut menangkap ikan. Alasanya, hasil tangkapan ikan tidak sebanding dengan risiko dan biaya melaut.

"Dari pada dihantam badai dan digoyang ombak, lebih baik kami tidak ke laut," kata nelayan penjaring Zulham di Tanjungbalai, Sabtu (25/2).

Pria paruh baya itu menuturkan, sepekan terakhir badai dan ombak datang tidak menentu sehingga sulit untuk diperkiran dan membuat nelayan khawatir terkena musibah.

"Semula cerah, namun tiba-tiba cuaca berubah gelap disertai angin kencang. Dari pada celaka lebih baik tidak melaut," kata Zulham warga Kecamatan Sei Tualang Raso, Kota Tanjungbalai itu.

Hal senada juga dikatakan Uncu (48), warga Lelurahan Perjuangan yang menyebutkan, angin kencang dan tingginya gelombang membuat hasil tangkapan ikan berkurang.

Dia mengaku heran karena cuaca mengalami perubahan musim dan tidak menentu, padahal jika menurut bulan dan pengalaman selama menjadi nelayan seharusnya bulan Gebruari keadaan laut tidak berangin dan tenang.

"Mungkin dunia ini sudah tua, biasanya bulan dua (Februari) angin tidak kencang. Namun keadaan saat ini musim sepertinya sudah berubah," ujarnya.

Kedua nelayan tradisional itu berharap cuaca extrem yang sedang terjadi cepat berlalu agar kalangan nelayan bisa kembali ke laut untuk mencari nafkah menghidupi keluarga masing-masing. (ck5/syaf)


Objek wisata Pantai Bunga yang berlokasi di Desa Masjid Lama, Kecamatan Talawi, Kabupaten Batubara, Provinsi Sumatera Utara sering dikunjungi wisatawan asal negara tetangga Malaysia.

Oleh: Syafruddin Yusuf, Batubara

Salah seorang warga Kecamatan Talawi, Ruslan (48), mengatakan, kedatangan tamu-tamu asing di lokasi pantai yang masih perawan, bersih dan belum tercemar itu, membuktikan Kabupaten Batubara memiliki objek wisata yang menawan dan diharapkan ke depan perlu lebih dikembangkan lagi.

Pantai Bunga ini, menurut dia, memang belum begitu dikenal orang sebagai tempat rekreasi, seperti Pulau Pandang dan Pulau Salah Nama yang terletak di sebelah Utara Tanjung Tiram, Pantai Perjuangan dan Pantai Sejarah berada di Desa Perupuk Kecamatan Lima Puluh, Kabupaten Batubara.


Namun, kenyataannya Pulau Bunga ini, sering dikunjungi warga dari Padang, Pekanbaru, Medan, Pematangsiantar dan daerah lainnya di Sumatera Utara.

“Bila hari libur minggu, para pendatang dari berbagai daerah sering memadati Pantai Bunga ini, dandiperkirakan hampir mencapai lebih kurang 400 orang. Dan tiket masuk ke tempat rekreasi tersebut setiap orang dewasa dikutip Rp10.000 per orang dan relatif murah dan terjangkau masyarakat,” ujarnya.

Ruslan mengatakan, tertariknya wisatawan Malaysia untuk berkunjung ke Pantai Bunga ini, karena lokasi tersebut kelihatan masih bersih dan hamparan pasir putihnya belum lagi tercemar dan begitu pula air lautnya.

“Jadi, sejak dibukanya tujuh tahun yang lalu Pantai Bunga ini, sudah tujuh kali warga Malaysia berkunjung ke lokasi ini. Orang asing itu, merasa senang menikmati keindahan Pantai Bunga pada sore hari, angin berhembus sepoi-sepoi dan sambil melihat matahari yang terbenam,” kata warga berdomisili di Kecamatan Talawi itu.

Lebih lanjut dia mengatakan, di lokasi Pantai Bunga itu, cukup aman dan tidak terjadi hal-hal yang merugikan bagi wisatawan yang berkunjung ke daerah tersebut, dan masyarakatnya juga ramah terhadap tamu-tamu yang datang.

“Pantai Bunga tersebut dikelola seorang pengusaha putra daerah Batubara, dan sebahagian warga juga banyak yang berjualan di lokasi objek wisata itu, sehingga dapat menggerakan perekonomian atau UKM di Kabupaten Batubara,” kata Ruslan.

Nama Batubara sendiri berasal dari sebuah batu di pedalaman (saat bernama Desa Kuala Gunung) yang konon pada malam hari mengeluarkan cahaya merah merapi.

Kabupaten Batubara memiliki potensi kekayaan alam yang luar biasa.Potensi yang dimiliki antara lain potensi di bidang perkebunan, pertanian, perikanan dan kelautan, peternakan, dan potensi pariwisatanya. (***)





BATUBARA –Entah apa yang ada dipikiran Indah Puspita (25), seorang ibu rumah tangga warga Lingkungan III, Kelurahan Limapuluh, Kecamatan Limapuluh, Kabupaten Batubara. Ia nekad menghabisi nyawanya dengan cara gantung diri di dalam kamar mandi, Sabtu (25/2). Jenazah Indah pertama kali ditemukan oleh Suciati (48) ibu kandung korban.

Mayat Indah ditemukan sudah tidak bernyawa tergantung di kamar mandi sekira pukul 06.45 WIB. Penemuan mayat Indah tersebut langsung menghebohkan warga setempat yang langsung datang ke lokasi kejadian.

Informasi diperoleh, penemuan mayat Indah bermula saat Suciati ingin mengajak korban melaksanakan Sholat Subuh. Namun saat orangtuanya memanggilnya, ajakan orangtua korban tersebut tak kunjung direspon oleh korban. Merasa ada yang aneh, orangtua korban coba memastikan keberadaan putrinya tersebut.

Suciati lalu mencari keberadaan Indah. Namun Suciatii terkejut saat melihat anaknya sudah tergantung dalam kamar mandi dengan menggunakan kain selendang.

Kaget dengan aksi yang dilakukan putrinya itu, dengan rasa panik kemudian orangtua korban coba menghubungi pihak keluarga lainnya dan meminta tolong kepada warga setempat untuk menurunkan tubuh korban yang saat itu tengah tergantung dan korban saat itu diketahui sudah tidak bernyawa lagi.

"Tadi pagi tiba-tiba warga di sini heboh karena katanya ada yang gantung diri, saat itu warga kemudian coba memastikan kabar itu dan benar diketahui korban ternyata tewas gantung diri di kamar mandi rumah," kata warga setempat.

Sementara itu, informasi dihimpun wartawan, korban selama ini diduga mempunyai penyakit seperti hilang ingatan yang dideritanya selama ini dan korban selama ini diketahui masih tinggal bersama orangtuanya setelah menikah sekitar setahun yang lalu.

Sementara keluarga korban yang coba dikonfirmasi enggan memberikan komentar dengan alasan masih berduka. Saat disinggung mengenai suami Indah, lagi-lagi keluarga korban enggan menjawabnya.

Kapolres Batubara AKBP Dedy Indryanto SiK melalui Kanit Reskrim Polsek Limapuluh Aiptu Wahidin kepada wartawan membenarkan kejadian tersebut.

"Korban diketahui sudah meninggal dunia tergantung di dalam kamar mandi dengan menggunakan kain selendang, Dan menurut keterangan orangtuanya korban mempunyai penyakit seperti hilang ingatan," katanya.

"Tidak ada ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dan korban tidak divisum karena keluarga korban sudah menerima kejadian itu. Jasad korban saat ini sudah disemayamkan di rumah duka," ungkapnya mengakhiri. (Wan/syaf)


ASAHAN - Puluhan warga yang bermukim tidak jauh dari Masjid Al Huda di Dusun II, Desa Hessa Perlompongan, Kecamatan Air Batu, Asahan, Sabtu (25/2) sekitar pukul 03:00 WIB menangkap A Samosir (35).  Pria ini ditangkap dan dihajar warga karena mencoba uang infaq di dalam masjid.

Informasi dihimpun, kejadian bermula saat beberapa warga yang merasa curiga setelah memperhatikan tersangka mondar mandir di halaman Masjid Al Huda. Tersangka ini kemudian masuk ke halaman mesjid menuju pintu depan untuk membongkar kunci gembok.

Namun, belum lagi pintu berhasil dibuka tersangka yang diketahui merupakan warga Kelurahan Pancaraksa Kotamadya Tanjungbalai ini dipergoki warga dan langsung kabur. Warga pun mengejar tersangka dan berhasil menangkapnya. Warga yang kesal langsung menghajar tersangka.

"Kami melihat dia masuk mengendap ke dalam masjid kemudian berusaha mencongkel pintu depan masjid. Setelah diteriaki maling dia kabur lalu berhasil dikepung dan ditangkap masyarakat," kata Mistar Sinaga (33) warga sekitar yang melihat tersangka saat berusaha mencongkel pintu.

Meski tidak melawan saat ditangkap warga, tersangka kemudian menjadi pelampiasan kekesalan amarah masyarakat yang geram karena hendak membongkar rumah ibadah.

"Masyarakat geram melihat perbuatan tersangka ini," katanya lagi.

Meski tak jadi membongkar rumah ibadah, tersangka ini harus menerima bogem mentah warga hingga mengalami luka luka koyak pada bagian kepala dan seputar wajah dan langsung dilarikan ke Puskesmas Simpang Empat dan diamanakan oleh Personil Polsek setempat.

Kapolsek Air Batu, AKP Martoni membenarkan kejadian tersebut.

"Selain mengamankan tersangka, petugas juga mengamankan barang bukti berupa sebuah tas yang berisi obeng, martil serta peralatan lainnya," kata kapolsek.

Untuk sementara tersangka menjalani pemeriksaan di Polsek Air Batu, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. (per/syaf) 


BATUBARA - Pangdam I/BB Mayjend TNI Lodewyk Pusung, Sabtu (25/2) sekira pukul 09.30 WIB mengunjungi Kabupaten Batubara. Kedatangannya untuk melakukan peletakan batu pertama pembangunan Markas Yonif -126/KC yang akan dibangun di Dusun 1, Desa Perjuangan, Kecamatan Sei Balai, Kabupaten Batubara.

Pantauan wartawan, Pangdam I / BB Mayjend Lodewyk Pusung beserta rombongan datang ke Batubara menggunakan Hely pet dan langsung mendarat di lokasi lahan pembangunan Yonif -126/KC di Dusun 1, Desa Perjuangan, Kecamatan Sei Balai, Kabupaten Batubara.

Usai mendarat dan turun dari Hely pet, Pangdam I/BB langsung dikalungi rangkaian bunga, serta disambut dengan karpet merah serta tari-tarian. Sebelum akhirnya beliau menuju tenda di mana acara berlangsung.
Kedatangan Pangdam I/BB tersebut langsung disambut oleh Wakil Bupati Batubara RM Harry Nugroho SE, Danrem 022/PT Kolonel Inf Gabriel Lema SSos, Dandim 0208/Asahan Letkol ARM Suhono, Danyonif 126/KC Mayor Inf Rizal, Ketua DPRD Batubara Selamat Arifin SE MSi, perwakilan Polres Batubara, perwakilan Pimpinan PT Inalum, Pimpinan PT Pelindo, Para Ormas dan OKP serta para Camat dan Undangan lainnya.
Dalam pidatonya, Pangdam I/BB Mayjend TNI Lodewyk Pusung mengatakan, bahwa tahun yang lalu dia dan beberapa staf telah merencanakan untuk melakukan pembangunan Batalyon 126/KC karena Batalyon ini adalah Balyon satu-satunya di Indonesia yang lokasinya atau yang tempatnya itu terbagi menjadi enam tempat.

"Jadi Markas Batlyon-nya sendiri, Kompi Markasnya Sendiri, Kompi Bantuannya sendiri, Kompi-A nya sendiri, Kompi-B nya sendiri dan Kompi C-nya sendiri. Jadi enam tempat, dan ini Batalyon yang luar biasa. Satu-satunya yang jelek gak bagus karena baru disini yang tempatnya enam karena biasanya maksimal itu cuma empat," ujarnya.

Menurutnya, kondisi tersebut selama ini ada tersebut tentunya akan sangat berpengaruh kepada pembinaan satuan yang berakibat pada menurunnya kinerja dan pelaksanaan tugas pokok.

"Itulah kira-kira yang melatar belakangi saya dan Staf membuat perencananaan yang kami ajukan ke komado atas. Dan pada saat itu ada gayung bersambut karena bapak Bupati Batubara menawarkan tanah 50 Hektar tapi tidak disini. Saya melihat kalau kita menunggu itu prosesnya lama dan bisa-bisa anggarkan negara itu ditarik kembali oleh negara karena saya belum dapat lokasi. Tapi Alhamdulillah, kita cari-cari dan kita temukan tanahnya Kodam disini kurang lebih sekitar 50 hektar," katanya.

"Lokasi ini baru kita tinjau, dan pada saat itu ditanam sawit yang dikerjasamakan oleh Koprasi. Makanya saya ambil keputusan agar dibangun disini, karena kalau kita tidak ambil keputusan, maka anggaran itu bisa ditarik kembali oleh negara. Dan itulah kira-kira yang melatar belakangi Batalyon ini kita bangun disini," jelasnya lagi.

Pada kesempatan tersebut, Pangdan I/BB mengucapkan terimakasih kepada Bupati Batubara, Camat Sei Balai dan Kepala Desa Perjuangan karena Batalyon 126/KC tersebut letaknya di Desa Perjuangan.

"Saya titip Batalyon ini, jadikan Batalyon ini miliknya Desa Perjuangan, miliknya Kecamatan Sei Balai, dan miliknya Kabupaten Batubara. Saya titip prajurit, disini akan berdiri sekian banyak rumah, dan ada prajuritnya disitu, ada keluarganya disitu. Dan tentunya yang tadinya lahan sawit, disitu akan berubah menjadi perkampungan atau bangunan perkantoran Batalyon 126/ KC," ungkapnya.

Menurutnya, di lokasi Markas Batalyon 126/KC tersebut nantinya akan ada lapangan, akan banyak sarana yang bukan hanya dapat digunakan oleh tentara, namun juga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar Balayon 126/KC. Dan pasti Desa Perjuangan akan dikenal dikesatuan Angkatan Darat karena telah berdiri bangunan Batalyon 126/KC.

"Mari kita bersama-sama untuk membangun, membangun Kecamatan Sei Balai, membangun Kabupaten Batubara dan Sumatera Utara  dan membangun Indonesia. Hanya dengan kita bersatu kita bersama-sama maka masalah kecil hingga besar itu dapat diselesaikan,"serunya.

Batalyon akan banyak Fasilitas, banyak kendaraan, banyak tenaga bisa pak Bupati gunakan untuk membantu masyarakat.

"Misalnya ada jalan rusak bisa kita karya Bakti bersama-sama, bisa Olahraga sama-sama, bisa kita melaksanakan pengobatan gratis bersama-sama, bisa kita meningkatkan ketahanan pangan bersama-sama antara masyarakat petani dan anggota parjurit," pintanya.

"Kalau ada anggota saya ini yang nakal sedikit-sedikit laporkan saja. Dan untuk Danyon, saya berharap agar segera menyesuaikan di sini, karena pembangunan ini rencananya akan selesai selama enam bulan itu sudah jadi. Jadi tahun ini juga akan berada disini dan untuk Ibu-ibu 126/KC juga segera menyesuaikan," ungkapnya mengakhiri.

Sementara itu sebelumnya, Wakil Bupati Batubara RM Harry Nugroho SE dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada bapak Panglima Kodam I/BB yang telah datang ke Batubara untuk melakkan peletakkan Batubara.

"Kami juga mengucapkan terimakasih karena telah dipilihnya Kecamatan Sei Balai sebagai tempat Markas Batalyon 126/KC dan hal ini merupakan pengalaman yang cukup besar antara TNI dan Pemkab Batubara," ujarnya.

Pada saat ini pemerintah Pusat sedang membangun kawasan Pelabuhan, jalur kereta api, serta rencana kawasan Industri Kuala Tanjung. Dengan rencana itu, maka Kabupaten Batubara akan menjadi kawasan strategis yang perlu terjaga keamanannya.

"Karena dengan rencana kawasan starategis itu bukan akan hanya mendatangkan para pekerja dari dalam negeri namun juga dari luar negeri. Oleh sebab itu, dibangunnya Markas Batalyon 126/KC itu akan mampu menjaga kawasan strategis Kabupaten Batubara khususnya dan Sumatera Utara pada umumnya," ungkapnya. (Wan/syaf)


ASAHAN – Dalam seminggu terakhir harga emas disejumlah toko emas di Kota Kisaran, Kabupaten Asahan masih terbilang normal dan tidak mengalami kenaikan. Harga emas London murni berkisar Rp1.780.000 per mayam (setara 3,3 gram). Sementara emas 24 karat berkisar Rp1.570.000 per mayam dan emas 22 karat Rp400 ribuan. Harga ini terbilang stabil sejak awal tahun 2017 lalu.

"Belum ada kenaikan, harga emas masih stabil dan biasa saja, begitu juga antusias masyarakat untuk membeli emas," kata Wan, salah seorang pedagang emas di jalan Diponegoro Kisaran, Kabupaten Asahan.

Jika dikalkulasi secara per mayam, maka harga tersebut tidak mengalami kenaikan harga sejak seminggu yang lalu, hanya saja harga per gram naik Rp1.000 dari Rp510.000 per gram menjadi Rp511.000 per gram.

Naiknya harga emas tersebut menurut seorang penjual emas di Toko Mas di Pasar Inpres Diponegoro Kisaran, karena harga emas dunia sedang naik yakni 1.205 US dollar per-ounce. Sedangkan pada minggu sebelumnya harga emas dunia 1.186 US dollar per-ounce.

Menurutnya, harga emas sejak dua hari ini terbilang stabil, tranksaksi jual beli emas pun stabil. "Transaksi imbang dalam 2 hari ini yang beli 50% dan yang jual 50 persen. 50 mayam lebih kurang yang beli dan yang jual hampir mendekati dengan penjualan," katanya. (per/syaf)


Tanjungbalai- Kondisi Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Teluk Nibung Tanjungbalai rusak parah. Warga berharap Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai secepatnya melakukan perbaikan jalan.

Pasalnya, akibat jalan yang rusak membuat aktivitas warga sering terganggu terutama bagi pengendara roda dua, roda tiga dan roda empat.

Syamsuddin (45) warga Kelurahan Beting Kuala Kapias, Kamis (22/2) mengatakan, kondisi jalan Yos Sudarso sudah cukup lama rusak. Namun sampai hari ini belum ada perbaikan dilakukan Dinas Pekerjaan Umum. Syamsuddin berharap agar kondisi kerusakan jalan ini segera diperbaiki.

Senada dikatakan Bunde. Menurut Bunde, kerusakan jalan sudah 2 tahun terjadi. Namun belum ada tanda-tanda perbaikan.

Terpisah, Camat Teluk Nibung Amirudinsyah mengatakan dirinya memohon maaf kepada masyarakat yang menggunakan Jalan Yos Sudarso. Karena banyak badan jalan yang rusak dan berlubang.

“Namun kita akan terus berkoordinasi dengan Kadis PU Tanjungbalai bagaiaman tahun ini jalan yang rusak bisa diperbaiki.

Sementara Kadis Pekerjaan Umum Mulkan ST MM mengatakan pihaknya berniat untuk membangun dan memperbaiki infrastruktur. Hanya saja saat ini pembangunan difokuskan kepada pembangunan jalan lingkar Selatan dan Utara. Tujuanya agar jalan dan jembatan cepat selesai sehingga nantinya Jalan Yos Sudarso dari Kota Tanjungbalai menuju Teluk Nibung khusus untuk dilalui pengendera roda dua dan empat. Sedangkan truk bermuatan berat dan truk tanki wajib melintasi jalan Lingkar Selatan dan Utara. (ilu/syaf)



RANTAU-Warga di Perumahan Taman Sempurna di Jalan Sempurna, Kelurahan Bakaran Batu, Kecamatan Rantau Selatan, Kabupaten Labuhanbatu, Jumat (24/2) sekira pukul 11.00 WIB mendadak heboh.

Dua orang pemuda bernama Rudi (23) warga Jalan Sei Tawar, Kelurahan Binaraga, Kecamatan Rantau Utara dan Andi Nasution (21) warga Jalan Janji Desa Janji, Kecamatan Bilah Barat nyaris tewas diamuk massa. Keduanya dihajar warga karena ketahuan mencuri dompet milik Sri Wahyuni (30) pedagang lontong.


Beruntung, polisi yang mendapat informasi langsungguh turun ke lokasi dan berhasil menyelamatkan nyawa kedua pelaku dari amukan massa.

Kepada penyidik di ruangan SPK Polres Labuhanbatu, korban bercerita bahwa saat itu dirinya sedang berjualan lontong di lokasi kejadian.

Saat sedang asyik melayani pembeli, korban melihat 2 orang laki laki yang tidak dikenalnya sedang membuka dan membongkar bagasi sepeda motor Honda Vario nomor polisi (nopol) BK 3254 YAN miliknya.

"Saya lihat mereka berdua (pelaku) sedang membuka paksa bagasi sepeda motor dan mengambil dompet. Spontan saya langsung menjerit minta tolong," ucapnya dengan wajah sedikit pucat.
Setelah menjerit, korban dibantu pembeli dan warga langsung mengejar pelaku dan berhasil menangkapnya.

"Kalau gak datang cepat polisi. Sudah mati kamu ya," tambahnya dengan nada kesal kepada pelaku. Akibat kejadian itu,  korban mengaku mengalami kerugian Rp 5 juta.

"Korban mengalami kerugian Rp 5 juta dan saat ini kedua pelaku sudah kita amankan untuk diproses lebih lanjut," sebut Kepala SPK Polres Labuhanbatu, Aiptu Darman. (bud/staf)



 TANJUNGBALAI- Berada di balik jeruji besi sepertinya tidak membuat Bambang Ariansyah alias Bembeng (30) jera. Meski masih menjalani hukuman karena kasus narkoba, warga binaan yang tinggal di Blok E Lapas Kelas IIB Pulau Simardan Kota Tanjungbalai ini kembali tertangkap tangan memilki narkoba jenis sabu, Jumat (24/2).


Menurut Wakalapas Kelas IIB Pulau Simardan Tanjungbalai R Hutasoit SH, perbuatan Bambang yang merupakan warga Jalan Besi, Lingkungan V, Kelurahan Tanjungbalai Kota III, Kecamatan Tanjungbalai Utara, Kota Tanjungbalai ini terungkap ketika pihaknya melakukan inspeksi mendadak terhadap para narapidana.

Dimana saat dilakukan razia petugas menemukan narkotika jenis sabu yang disembunyikan Bambang dalam buah kaleng pagoda. Di dalam kaleng ditemukan 1 bungkus plastik klip kecil transparan berisi narkotika jenis sabu dengan berat 0,98 gram. Kemudian 7 bungkus plastik klip kecil transparan berisi Narkotika jenis sabu dengan berat  0,31gram, dan 3 bungkus plastik klip kecil transparan berisi Narkotika jenis sabu dengan berat bersih 0,32 gram serta 1/4 butir Narkotika jenis pil ekstasi warna pink dengan berat bersih 0,12 gram.

 "Didalamnya terdapat sebelas paket sabu yang di kemasan plastik klip kecil transparan," ujar

Hutasoit untuk pemeriksaan lebih lanjut pelaku dan barang bukti diserah ke Polres Tanjungbalai.

                       

"Pelaku sudah kita serahkan ke Polres Tanjungbalai guna pengembangan lebih lanjut," ucapnya.

Sementara itu  Kapolres Tanjungbalai AKBP Tri Setyadi Artono SIK MH melalui Kasubbag Humas AKP Y Sinulingga mengatakan hingga saat ini petugas masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku.

"Kasus ini masih kita dalami dan saat ini petugas masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku," kata Sinulingga. (Mag02/syaf)


TANJUNGBALAI - Kota Tanjungbalai dinilai sudah termasuk kota dengan kondisi peredaran narkoba yang sangat meresahkan. Bahkan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tanjungbalai sudah menginformasikan, bahwa Kota Tanjungbalai sudah siaga - I terhadap peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Terbukti, hasil sosialisasi yang digelar BNNK Tanjungbalai beberapa waktu lalu menunjukkan bahwa murid SD di Tanjungbalai pun mengenal sabu-sabu, ganja dan ekstasi.

Hal itu diungkapkan Asfi Kelana, salah seorang penggiat anti Narkoba Kota Tanjungbalai kepada koran ini, Jumat (24/2).

"Sudah sejak lama, peredaran narkoba di Kota Tanjungbalai ini meresahkan karena sudah merasuk hingga kepada anak-anak usia sekolah. Akan tetapi, sampai saat ini, pemerintah maupun lembaga legislatif di Kota Tanjungbalai terkesan tidak perduli dengan kondisi tersebut," ujar Asfi Kelana.

Menurut Asfi Kelana, hingga saat ini, pemerintah kota (Pemko) Tanjungbalai tidak pernah serius melakukan upaya pemberantasan terhadap peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Padahal, imbuhnya, sejak beberapa tahun lalu, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tanjungbalai sudah menginformasikan, bahwa Kota Tanjungbalai sudah siaga - I terhadap peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

Oleh karena itu, Asfi Kelana meminta, agar aksi pemberantasan narkoba di Kota Tanjungbalai dimulai dari kalangan anggota DPRD kota itu. Untuk itu, Asfi Kelana menantang seluruh anggota DPRD Kota Tanjungbalai agar segera melakukan tes urine dan hasilnya disampaikan kepada masyarakat.

Desakan serupa juga diungkapkan Jaringan Sihotang, Koordinator Indonesian Corruption Watch (ICW) Kota Tanjungbalai. Katanya, upaya pemberantasan narkoba di Kota Tanjungbalai harus dimulai dari lembaga legislatif sebagai lembaga perwakilan masyarakat.

"Kita sangat prihatin melihat, maraknya peredaran narkoba di Kota Tanjungbalai ini, bahkan terkesan, tiada hari tanpa narkoba. Oleh karena itu, upaya pemberantasannya harus dimulai dari lembaga legislatif," pungkas Jaringan Sihotang.

Seperti diketahui, pada tahun 2014 lalu, kondisi meresahkan itu sudah pernah diungkapkan oleh AKBP Sahruddin Bangko, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tanjungbalai. Saat itu, AKBP. Sahruddin Bangko mengatakan, Kota Tanjungbalai sudah siaga-I terhadap peredaran narkoba asal luar negeri. Alasannya, karena peredaran narkoba tersebut di Kota Tanjungbalai sudah meluas dan telah merasuk hingga ke kalangan pelajar SMP.

“Peredaran narkoba sangat menghkhawatirkan, pelajar SMP pun sudah menjadi korban. Jika terus begini bagaimana generasi bangsa ini kedepan,” katanya kala itu.

Dimana sesuai hasil penelitian  BNNK Tanjungbalai saat melakukan sosialisasi ke sekolah, mulai dari Sekolah Mengah Atas (SMA) hingga tingkat Sekolah Dasar (SD), ternyata para pelajar di Tanjungbalai sudah tidak asing lagi dengan narkoba.

Saharudin Bangko mengatakan hal tersebut dilakukan dalam upaya Pencegahan Pemberantasan dan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) dikalangan pelajar. Di mana penyalah gunaan narkotika dikalangan pelajar di Kota Tanjungbalai sudah sangat memperhatikan.

"Hal tersebut kita lakukan untuk mencegah penyalah gunaan narkotika dikalangan pelajar di Kota Tanjungbalai," kata Bangko.

Bangko menjelaskan, saat ini kalangan pelajar di Kota Tanjungbalai sudah tidak asing lagi dengan beberapa jenis narkotika. Hal tersebut didapat berdasarkan hasil tes urine serta tanya jawab yang dilakukan pihaknya dibeberapa sekolah di Kota Tanjungbalai.

"Untuk itu kita terus berupaya mengambil tindakan agar penyalah gunaan dan peredaran gelap narkotika dikalangan pelajar agar dapat ditekan. Salah satunya dengan melakukan penyuluhan P4GN dikalangan pelajar," ujarnya.

Selain itu, Bangko juga berpesan agar para orang tua terus mengawasi perkembangan anaknya baik secara bergaul di lingkungan rumah maupun di luar rumah.

"Pemberantasan narkotika menjadi tanggung jawab kita bersama untuk itu kita berpesan kepada para orang tua agar dapat melakukan pengawasan terhadap perkembangan anaknya apalagi para pelajar mudah dimanfaatkan para pelaku pengedar narkotika," tandasnya. (ck5/syaf)



BATUBARA -Selama Januari 2017 tercatat sebanyak 22 warga di Kabupaten Batubara terjangkit penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Dari ke-22 orang yang terjangkit DBD, satu orang diketahui meninggal dunia yakni Siti Aminah (27) warga Desa Guntung, Kecamatan Limapuluh, Batubara.

Penderita DBD tersebut berasal dari sejumlah desa di kecamatan yang berbeda di Kabupaten Batubara.


"Dari beberapa kecamatan yang terjangkit wabah penyakit menular dari nyamuk tersebut, yang paling banyak terjadi di Kecamatan Limapuluh," kata Kadis Kesehatan Batubara, dr Hj Dewi Chaylati MKes, melalui Kabid Penanggulangan Masalah Kesehatan (PMK), H Dr Buang Suardy kepada wartawan, Jumat (23/2).

Dr Buang juga mengatakan, DBD kembali marak di Kabupaten Batubara diduga karena intensitas hujan selama sebulan terakhir yang cukup tinggi. Sehingga tanpa diwaspadai mengakibatkan perkembangan nyamuk pembawa virus DBD tersebut meningkat.

Karenanya Dr Buang mengimbau kepada masyarakat agar selalu menjaga kebersihan lingkungan untuk selalu membersihkan genangan air, baik itu yang berada di dalam rumah, maupun yang berada di luar rumah. Supaya nyamuk pembawa virus DBD tidak mudah berkembang biak.

"Antisipasi imbauan sudah sering kita sampaikan pada masyarakat agar lebih waspada. baru saja anggota melakukan fogginge di Desa Kwala Gunung, Kecamatan Limapuluh," kata Buang.

Ditambahkan, berdasarkan data laporan petugas kesehatan, selain di Kecamatan Limapuluh, DBD juga terjadi di Kecamatan Sei Suka sebanyak tiga orang, Talawi dua orang dan Tanjung Tiram dua orang. (Wan/syaf)


ASAHAN-Konsumsi sabu, Agus Salim Lubis alias Agus  (34) yang tidak memiliki pekerjaan tetap diringkus personel Polsek Simpang Empat, Asahan, Jumat (24/2).

Informasi diperoleh, penengakapan warga Dusun VII B, Desa Simpang Empat, Kecamatan Simpang Empat, Asahan ini setelah pihak kepolisian mendapat informasi dari masyarakat.
Kapolsek Simpang Empat AKP Adi Haryono mengatakan, setelah mendapat informasi dari masyarakat tentang dugaan penyalahgunaan narkoba petugas langsung melakukan pengintaian  dan menggeledah tersangka.

Adi  menyampaikan, pada saat dilakukan penggerebekan, AS tidak bisa mengelak saat kedatangan personil yang lagi asik menikmati barang haram narkoba.

"Dalam penggerebekan personil polisi juga menemukan barang bukti dari tangan AS didapati 1 plastik kecil berisikan butiran kristal diduga sabu, 1 buah kaca pyrex bekas sabu, dan 2 buah pipet kecil," kata kapolsek.

Adi menjelaskan, Agus dan barang bukti sudah diamanakan dan hingga kini tersangka masih dimintai keterangan dari mana barang tersebut di dapat. Selanjutnya Agus akan dilimpahkan ke Sat Narkoba Polres Asahan, dan berkoordinasi guna pengembangan selanjudnya.

Terpisah, tokoh pemuda Khairul Anhar Harahap SH mengapresiasi kinerja jajaran Polres Asahan yang giat memberantas ruang gerak peredaran narkoba.

"Ku baca setiap hari koran Metro Asahan ada saja penangkapan narkoba yang dilakukan personil Polres Asahan, komitmen abangda Tatan perang dengan narkoba," ujar Sekjen DPD IPK Asahan.
Khairul Anhar Harahap SH juga mengajak masyarakat untuk memerangi narkoba terutama generasi muda.

“Langkah awal, kami melakukan dari anggota DPD IPK, PAC, sampai ke tingkat ranting. mendoktrin adek-adek SAPMA IPK untuk menjauhi narkoba dan bahayanya menggunakan sabu, extasi, ganja yang telah merambah hingga ke desa-desa," ujar Khairul. (mag01/syaf)



TAPUT- Suasana di Desa Nainggolan, Kecamatan Pahae Jae, Tapanuli Utara (Taput), Jumat (24/2), gempar akibat ulah seorang pria yang diduga mengalami gangguan jiwa, yang membacok adiknya. Bahkan, dia juga membacok Kapolsek Pahae Jae AKP Viktor Simanjuntak. Aksi pembacokan terhenti setelah pria itu ditembak.

Pada peristiwa itu, AKP Viktor Simanjuntak menderita luka di tangan sebelah kiri, sementara pelaku bernama Johannes Tambunan (27) tewas dengan luka di bagian dada kiri.

Informasi dihimpun di RSU Tarutung, peristiwa berdarah itu terjadi sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itu, Johannes mengamuk memukuli ibunya dengan tangan di rumah mereka. Melihat ibunya dipukul, adik pelaku, Argi Gosmer (19), berusaha melerai.

Namun, Johannes justru mengambil parang dari dapur dan menyerang adiknya hingga mengalami luka serius. Gosmer mengalami luka di bagian kepala dan tangan sebelah kiri.

Kejadian ini kemudian dilaporkan ke Polsek Pahae Jae, yang berjarak sekitar 700 meter dari rumah mereka. Mendapat laporan, kapolsek bersama anggotanya langsung turun ke lokasi kejadian.

Kapolsek kemudian berusaha mengamankan Johannes. Namun saat hendak diamankan, tiba-tiba pelaku menyerang kapolsek dengan parang secara membabi buta. Kapolsek berusaha menghindar, namun tangan kanannya terkena sabetan parang pelaku saat berusaha mengelak saat pelaku menyerang bagian kepalanya.

Melihat kondisi tersebut, seorang anggota polisi yang turut bersama kapolsek ke lokasi kejadian menembak ke udara sebagai peringatan. Namun Johannes tidak mengindahkannya dan kembali menyerang.

Petugas pun langsung menembak Johannes di bagian dada kiri sebanyak dua kali hingga tewas. Kemudian warga membawa Gosmer, Johannes dan kapolsek, ke RSU Tarutung untuk diberikan pertolongan medis.

Informasi diperoleh di rumah sakit, Gosmer mengalami luka di kepala dengan panjang 10 centimeter, kedalaman luka 3 centimeter serta lebar luka 2 centimeter. Kemudian, 3 jari sebelah kirinya nyaris putus dan kemungkinan akan diamputasi. Sementara, Johannes dibawa ke RSU di Kota Pematangsiantar untuk diotopsi.

Hingga saat ini, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi atas peristiwa ini. Amatan New Tapanuli di RSU Tarutung, L boru Simatupang, ibu Johannes dan Gosmer, menangis histeris.
“Mengapa anakku ditembak polisi, sementara anakku ini baik. Bulan November 2016, dia memang mengalami sakit. Dia tamatan USU,” ujarnya.

Dia mengatakan bahwa Johannes pernah bekerja di Batam dan sudah mempunyai 2 anak. “Negara kita negara Pancasila, kenapa anakku ditembak. Tolonglah aku, Tuhan, Tuhan, Tuhan. Adiknya sudah luka parah di kepala dan tangannya hampir putus," ujarnya lagi sambil menangis di depan UGD RSU Tarutung sembari mengangkat tangannya ke atas dan mengusap air mata.

"Tolonglah aku bapak pemerintah, kenapa tega sekali polisi menembak anakku. Sementara suamiku sudah 2 tahun meninggal. Anak pintarnya anakku Johannes ini," ujarnya lagi. (as/roy)


TANJUNGBALAI – Walikota Tanjungbalai mencopot jabatan Rumondang Spd sebagai
Kepala Dinas (Kadis) Perindustrian dan Pasar Kota Tanjungbalai. Diduga pencopotan jabatan Rumondang terkait kasus dugaan korupsi manipulasi data kegiatan peningkatan kapasitas aparatur yang dikerjakan dalam bentuk pelaksanaan outbond.

 Untuk mengisi jabatan Kadis Perindustrian dan Pasar yang lowong, ditunjuklah H Zainul Nasution, staf ahli Setdakot Tanjungbalai sebagai Pelaksana Tugas (Plt).

"Benar, Rumondang telah dibebaskan tugaskan sementara dari jabatannya sebagai Kepala Dinas Perindustrian dan Pasar Kota Tanjungbalai, bukan dicopot. Dan selanjutnya, jabatan Kepala Dinas Perindustrian dan Pasar Kota Tanjungbalai dipercayakan kepada H Zainul Nasution sebagai Pelaksana Tugas yang saat ini masih menjabat sebagai Staf Ahli di Sekretariat Pemko Tanjungbalai," ujar Kabag Humas dan Protokol Pemko Tanjungbalai Nurmalini Marpaung SSos MIkom kepada koran ini, Kamis (23/2).

Menurut Nurmalini Marpaung, pembebasan sementara dari jabatannya itu dilakukan karena Rumondang sedang menjalani proses pemeriksaan sebagai saksi terkait kasus dugaan pidana korupsi.

Sehingga, selama berlangsungnya proses pemeriksaan tersebut, tidak menyebabkan kekosongan dalam jabatan pelayanan publik.

Sementara itu, informasi lain yang diperoleh koran ini di lapangan mengatakan, pembebas tugasan Rumondang dari jabatannya itu terkait dengan kasus dugaan korupsi dalam kegiatan outbond oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tanjungbalai. Dan saat ini, kasusnya sedang dalam proses pengusutan oleh penyidik Polres Tanjungbalai.

Mencuatnya, kasus tersebut atas adanya laporan pengaduan dari aktivis Roemah Ra’jat ke Polres Tanjungbalai pada akhir tahun 2016 lalu. Dan terkait dengan kasus tersebut, penyidik Polres Tanjungbalai telah meminta keterangan dari 6 orang saksi termasuk RH,SPd selaku Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) yang pda tahaun 2017 ini telah berganti nama menjadi Dinas Prindustrian dan Pasar Kota Tanjungbalai. Seperti diberitakan sebelumnya Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadis Perindag) Kota Tanjungbalai Rumondang Spd, Sabtu (14/1) diperiksa polisi. Pemeriksaan terhadap Rumondang terkait kasus dugaan manipulasi data kegiatan peningkatan kapasitas aparatur yang dikerjakan dalam bentuk pelaksanaan outbond.

Informasi yang diperoleh, setelah sebelumnya 6 orang saksi dari pegawai Disperindag yang diperiksa, saat ini polisi melakukan pemeriksaan terhadap Rumandang.

“Kadis Perindag sudah diperiksa oleh penyidik Tipikor,” kata Kapolres Tanjungbalai AKBP Tri Setyadi Artono SIK MH melalui Kasubbag Humas AKP Y Sinulingga, Sabtu (14/1) kepada wartawan.

Sinulingga mengatakan, pemeriksaan terhadap Rumondang masih sebagai saksi dalam kasus  dugaan manipulasi data terkait kegiatan peningkatan kapasitas aparatur yang dikerjakan dalam bentuk pelaksanaan outbond.

“Namun tidak menutup kemungkinan statusnya meningkat menjadi tersangka, apabila unsurnya mencukupi,” ujarnya sambil menjelaskan bahwa sampai saat ini kasus tersebut  masih dalam penyelidikan dan jika unsurnya sudah mencukupi  kasus tersebut akan ditingkatkan ke peyidikan. (ck5/syaf)


SEI KEPAYANG - Rusaknya 400 hektare tanaman padi di Kampung Sei Lebah, Dusun VIII, IX dan X Desa Perbangunan, Kecamatan Sei Kepayang, Kabupaten Asahan disebabkan berlebihnya kandungan zat besi dan zat asam.

Hal itu dikatakan Syafrizal Hasibuan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) setempat, Kamis (23/2). Menurut Safizal, sumber kandungan zat besi dan zat asam yang berlebih itu berasal dari air yang digunakan untuk kebutuhan pengolahan pertanian. Sehingga bibit padi yang baru ditanam bisa mati meski sudah diberikan pupuk.

"Sesuai hasil lab yang sudah dilakukan, air yang dipakai petani sudah terkandung zat besi, sehingga tanaman padi mati," katanya.

Dikatakan Syafrizal, sebagai penyuluh pertanian setempat, keluhan para petani telah ia sampaikan ke dinas, namun sampai saat ini belum ada tindakan dan hal itu diluar tupoksinya.

"Tupoksi kami hanya melakukan penyuluhan dan melaporkan kepada dinas bila ada keluhan," ucapnya.

Untuk mengatasi permasalahan ini, menurutnya, solusi yang harus dilakukan adalah  melakukan pencucian air dengan membangun irigasi supaya mampu menggantikan air yang sudah terkandung zat besi tersebut.

Sementara itu, Kepala Desa Perbangunan Arinton Sihotang mengatakan, dalam permasalahan tersebut pihaknya tidak bisa berbuat bayak. Sebab untuk mengatasi permasalahan ini  harus dibangun irigasi. Dimana dalam pembangunan itu butuh dana yang cukup besar.

Dijelaskannya pemerintah provsu bersama pemerintah pusat sudah pernah mensurvey ke daerahnya untuk membangun irigasi. Namun sampai saat ini belum juga ada titik terangnya.

"Tahun 2014 PSDA Provsu dan pusat sudah survey untuk merencanakan membangun irigasi. Dimana air tersebut dialirkan melalui sungai nantalu sepanjang 25 km dengan anggaran kurang lebih Rp111 miliar," katanya.

Sebagai kepala desa ia berharap kepada pemerintah daerah maupun pusat agar dapat mewujudkan rencana membangun irigasi tersebut, demi nasib petani yang setiap musimnya gagal panen. Selain itu mengingat daerah tersebut merupakan salah satu lumbung padi di Kabupaten Asahan.

Seperti diberitakan sebelumnya, sedikitnya 400 hektar  tanaman padi di Kampung Sei Loba yang terletak di Dusun VIII, IX dan X Desa Perbangunan, Kecamatan Sei Kepayang, Kabupaten Asahan rusak kerena  terserang penyakit.

Padi yang baru ditanam maupun yang sedang tumbuh mendadak mati meski sudah dialiri air dan diberikan pupuk. Akibatnya para petani mengeluh karena panen terancam gagal
Menurut S Manurung (56), kejadian seperti ini sudah berlangsung selama tiga musim, namun musim ini yang terparah. Sebab bibit padi yang baru ditanam dua hari langsung mati mendadak, meskipun pengairan di sawah cukup.

"Bibit padi baru dua hari ditanam bisa mati, padahal pengairan sawah sudah mencukupi," ujarnya.
Manurung mengaku tidak mengetahui pasti apa penyebab rusaknya padi yang ditanamnya.
Selain itu katanya akibat kejadian ini para petani merugi kerena biaya cukup besar dikeluarkan dalam mengelola sawah yang per hektarnya mencapai Rp10 juta. Sementara hasilnya tidak ada. (mag02/syaf)

ASAHAN- Tabrakan maut terjadi di Jalinsum Medan - Rantau perapat KM 181 - 182 tepatnya didusun II desa Teluk Kiri kecamatan Teluk Dalam Asahan, Kamis (23/2). Dalam insiden ini, Unus Mulia Mopang Harahap (26) tewas dengan kondisi menggenaskan.

Informasi diperoleh wartawan, Unus merupakan warga Dusun V, Desa Air Teluk Hessa, Kecamatan Tekuk Dalam, Asahan. Unus tewas seketika di lokasi kejadian.

Menurut keterangan Kanit Laka lantas Iptu M Butar-butar melalui Kapos Lantas Simpang Empat Aiptu Fresker Simatupang, kecelakaan lalu lintas yang menewaskan korban antara kendaraan roda dua jenis Honda Supra 125 BK.3733 VBA yang dikendarai oleh Unus Mulia Mopang Harahap dengan mobil pick up L300 BK.9250 YG yang dikemudikan oleh Nurhaliman (26) warga Dusun VIII, Kampung Selamat, Kecamatan Aek Kualo, Kabupaten Labuhanbatu Utara.

Fresker mengatakan kronogis terjadinya kecelakaan lalu lintas berawal dari kendaraan roda dua Honda Supra 125 BK.3733 VBA yang dikendarai Unus Mulia Mopang Harahap datang dari arah Rantauprapat menuju Medan dengan kecepatan tinggi.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara, kendaraan roda dua tersebut diperkirakan terlalu melebar kesisi kanan jalan dan tidak memperhatikan datangnya mobar L300 yang dikemudikan Nurhaliman dari arah yang  berlawanan.

Unus dievakuasi ke salah satu klinik yang ada disekitar tempat kejadian. Sementara sepedamotor dan mobil pick up diamankan di unit laka lantas pos Simpang Empat. (syaf)

Diberdayakan oleh Blogger.