Aduh, Guru PNS Curi Sawit, Mahasiswa Jualan Sabu


LABUSEL- Salah seorang oknum guru PNS di SDN 117874 Dusun Simongi Desa Pasir Tuntung Kecamatan Kotapinang diduga mencuri sawit warga, Rabu (29/3).

Informasi dihimpun, oknum guru PNS tersebut berinisial AT yang murupakan warga Dusun Batu Ajo Desa Pasir Tuntung Kecamatan Kotapinang dan diduga mencuri sawit milik H Mamud Nasution yang banyaknya sekitar 2 sampai 3 ton.


Kepala Desa Pasir Tuntung R Hasibuan ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa AT merupakan warganya dan sangat kesal terhadap tindakan AT. Sebab, AT sebagai seorang tenaga pendidik harusnya memberikan contoh teladan malah melakukan pencurian sawit warga.

“Benar AT warga saya dan guru di SD Simongi,” ucapnya via seluler.

Sementara itu, KUPT Dinas Pendidikan Kotapinang Mara Ondak Harahap membenarkan bahwa AT merupakan oknum guru ASN, sekaligus wali kelas di SD 117874 Simongi. Sebelumnya AT sudah pernah dilayangkan surat panggilan, karena tidak pernah masuk melakukan proses mengajar selama seminggu.

“AT guru kelas di SDN Simongi. Dia kita panggil tapi gak datang. Karena adanya laporan kepala sekolah bahwa dirinya sudah seminggu tidak mengajar,” jelasnya

Terpisah, Kapolsek Kotapinang Kompol Adi Santri Sanjaya membenarkan adanya laporan masyarakat terhadap guru yang melakukan pencurian sawit. Namun, setelah dicek ke sekolahnya AT sudah beberapa hari tidak masuk mengajar di sekolah.

“Benar ada laporan warga, tapi setelah kita cek ke sekolah guru tersebut sudah sepuluh hari tidak masuk kata teman-temannya,” papar Kapolsek.

//Oknum Mahasiswa Jualan Sabu

Dua pemuda yang diduga jadi bandar narkotika jenis sabu disergap Unit Intel Kodim 0209/LB di Desa Kampung Dalam Kecamatan Bilah Hulu, Labuhanbatu.

“Atas laporan dari masyarakat, kemudian dilakukan penangkapan. Selanjutnya kita limpahkan ke Satreskoba Polres Labuhanbatu,” ungkap Dandim 0209/LB Letkol Czi Denden Sumarlin SE melalui Pasi Intel Kapten Czi PH Purba SH didampingi Dan Unit Intel Letda Dedi M Sibarani SH, Rabu (29/3).
Kata Pasi Intel mengatakan pemberantasan narkoba ini adalah perintah komando atas, serta menjadi komitmen jajaran Kodim 0209/LB untuk dapat membantu tugas Polri dalam konsep pemberantasan dimaksud. Dari dua tersangka yang diamankan tersebut, salah seorang masih berstatus mahasiswa.
“Pemberantasan narkoba ini adalah perintah komando atas, serta menjadi komitmen TNI, seperti halnya ketegasan pimpinan kepada kami, dan ini adalah upaya penekanan peredaran narkoba saat ini" sebut Kapten Czi PH Purba SH.

Informasi yang dihimpun, adapun kedua tersangka yang diamankan yakni, PP (28) dan MY (19) keduanya warga Desa Kampung Dalam Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara.

Dari tangan kedua tersangka diamankan barang bukti, sabu-sabu seberat 1,16 gram, 1 buah bong,  2 bungkus rokok, 2 unit HP, uang tunai Rp 302.000, 2 buah mancis, satu dompet warna hitam, 2 unit sepeda motor jenis Honda Vario BK 3746 YBD dan Kawasaki KLD warna hitam tanpa plat, 2 buah plastik klip putih ukuran sedang, 4 buah plastik klip putih ukuran kecil,1 buah kaca pirex dan 2 buah pipet aqua.

Kronologis penangkapan, dimana berawal dari adanya laporan masyarakat terkait peredaran narkoba di wilayah itu. Mendapati hal tersebut, Dandim 0209/LB langsung perintahkan Dan Unit Intel guna melakukan penyelidikan dan segera mengamankan target dimaksud, Selasa (28/3) sekira pukul 21.00 Wib kemarin.
“Kami siap membantu Polri dalam pemberantasan narkoba sesuai perintah komando atas, dan tentunya khusus di wilayah teritorial Kodim 0209/LB. Kita inginkan daerah ini merupakan zona yang bebas dari narkoba,” tegas Pasi Intel. (nik/bud/ma/int)

Subscribe to receive free email updates: