Tersangka yang Tewas Ditembak 
Dipulangkan ke Deli Serdang

TANJUNGBALAI-Kuat dugaan enam tersangka pengedar narkoba yang membawa 1 kg sabu dan 21 ribu butir pil ekstasi yang diringkus tim gabungan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Tanjungbalai dan Polres Tanjungbalai merupakan jaringan internasional.



Sementara Jenazah Rafib Afandi S Ginting (30) kurir narkoba yang tewas ditembak, Minggu (16/4) diantarkan ke kediaman orangtuanya di Kabupaten Deli Serdang, Senin (17/4). Sementara kelima tersangka lainnya dibawa ke kantor BNN Provinsi Sumatera Utara untuk menindak lanjuti kasus tersebut. Diduga keenam tersangka merupakan jaringan narkoba internasional.

Kepala BNN Tanjungbalai AKBP H Eddy Mashuri Nasution SH MH, Senin (17/4) mengatakan, kelima tersangka yang ditangkap karena memiliki 1 kg sabu dan 21 ribu butir pil ekstasi sudah diserahkan ke BNN Provinsi.

Eddy mengatakan, kuat dugaan para tersangka merupakan jaringan pengedar narkoba. Itu sebabnya kelima tersangka yang diringkus diserahkan ke BNN Provinsi untuk pengembangan kasus.

“Ya mereka dibawa ke BNN Provinsi Sumatera Utara untuk pengembangan kasus. Karena kita menduga mereka merupakan jaringan narkoba internasional,” kata Eddy.

Terpisah Ade Agustami Lubis SH MH  dari Lembaga Batuan Hukum Adpokat Pos Bakum Madin Tanjungbalai Cabang Sumatra Utara memberikan apresiasi terhadap BNN Tanjungbalai dan Provinsi Sumatra Utara yang telah mengungkap jaringan sindikat narkoba di Tanjungbalai.

“Kita dengar bukan kali ini saja tertangkapnya pemasok narkoba dari kawasan laut Selat Malaka bahkan sudah berpuluhan kali aparat terus memburu pelaku sindikat narkoba,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, tim gabungan dari BNNK Tanjungbalai dan Polres Tanjungbalai menembak mati seorang tersangka sindikat pengedar narkoba. Tersangka bernama Rafib Afandi S Ginting. Selain itu, petugas juga meringkus lima orang tersangka lainnya. Dari para tersangka diamankan 1 kg sabu, dan 21 ribu butir pil ekstasi.

Informasi diperoleh, narkoba yang dibawa keenam tersangka merupakan narkoba dari Malaysia. Penangkapan terhadap tersangka dilakukan di Jalan Besar Kecamatan Sei Kepayang, tepatnya di Sei Serindan, Kabupaten Asahan, Minggu (16/4) sekitar  pukul 06.30 WIB.

Untuk menangkap jaringan pengedar narkoba ini pihak BNNK Tanjungbalai sudah satu bulan melakukan pengintaian. Saat petugas melakukan penyergapan terhadap dua orang tersangka, keduanya berusaha melarikan diri. Melihat tersangka melarikan diri, petugas BNNK Tanjungbalai dibantu personel Polres Tanjungbalai memberikan tembakan peringatan.

Namun kedua tersangka terus melarikan diri. Tak ingin buruannya kabur, petugas menembak tersangka. Akibatnya seorang tersangka tewas dan satu lagi berhasil dilumpuhkan. Tersangka yang berhasil dilumpuhkan kemudian diintrogasi. Berdasarkan keterangan tersangka akan ada narkoba yang masuk ke Tanjungbalai dari Malaysia melalui kapal kayu.

Mendapat informasi berharga tersebut petugas lalu melakukan penyelidikan. Kemudian petugas berhasil meringkus seorang wanita yang menumpang di kapal kayu. Berdasarkan hasil pemeriksaan wanita tersebut membawa sabu 1 Kg dan 21 ribu butir pil ekstasi.

Selain itu, petugas juga mengamankan tiga tersangka lainnya.


Menurut Eddy para tersangka melanggar pasal UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika Pasal 112 ayat 2 pasal 113 ayat 2 pasal 114 ayat 2 pasal 115 ayat 1 dengan ancaman hukuman maksimal hukuman mati.  (syaf/int)

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.