Menipu, Kepala KUA Haranggaol Ditahan


ASAHAN-Personel Polres Asahan meringkus Kepala KUA Kecamatan Haranggaol Horison, Kabupaten Simalungun Mansyur Ali SAg (44). Tersangka diringkus karena diduga melakukan penipuan sebesar Rp69 juta.
                                                
Penangkapan terhadap tersangka berdasarkan laporan Lukerna Sitorus ke Polres Asahan. Saat itu Lukerna mengaku menjadi korban penipuan yang dilakukan  Mansyur Ali sesuai dengan surat laporan LP/569/VII/2016/ SU. Saat itu Lukerna Sitorus dijanjikan oleh tersangka akan memasukan kedua putranya menjadi PNS di Kabupaten Batubara.

Kasat Reskrim Polres Asahan AKP Bayu Putra Samara SIK melalui Kanit Jatanras Ipda Khomaini STK, Minggu (28/5) mengatakan, tersangka selaku kepala KUA Kecamatan Haranggaol Horison Simalungun, Sabtu (27/5) sekira pukul 20.30 wib sudah diinapkan di rumah tahanan Mapolres Asahan.

Lalu tersangka meminta uang kepada korban Lukerna Sitorus sebesar Rp69 juta. Berselang beberapa lama kemudian tersangka memberikan surat edaran yang menyatakan kedua anak korban seolah telah lulus, surat edaran  kementrian pendayagunaan Aparatur Negara tersebut diantaranya nomor SE/118/M.PAN-RB/08/2014 atas nama Rudiansyah Lubis dengan mendapatkan NIP.19890814 201401 001, dan surat edaran kementrian pendayagunaan Aparatur Negara nomor SE/116/M.PAN-RB/08/2014 atas nama Mawardi Lubis dengan NIP. 19910602 201401 1 001.

Mendapatkan surat edaran itu Lorena dengan dua orang putranya menanyakan hal itu ke dinas terkait di Kabupaten Batubara. Namun setelah dilakukan pengecekan atas kebenarannya, ternyata surat edaran yang diberikan Mansyur Ali tersebut palsu.

Khomaini menambahkan, korban yang merasa telah tertipu selanjutnya membuat laporan di Polres Asahan. Dari dasar itulah unit Jatanras melakukan penangkapan terhadap tersangka di rumahnya di Jalan Pematang Bandar, Kelurahan Kerasaan, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun.

Saat ini tersangka dalam proses pemeriksaan untuk mengetahui apakah ada korban lainnya. Perbuatan tersangka tersebut dapat dijerat dengan pasal 378 KUHP, ancaman hukuman paling lama 4 tahun penjara. (syaf/mtc/int)