Penahanan 11 Warga Pasca Bentrok di Simalungun Ditangguhkan

Simalungun- Penahan 11 tersangka bentrok antara warga Nagori Bawang dan Cingkes, Kecamatan Dolok Silou, Kabupaten Simalungun ditangguhkan Polres Simalungun.


Sebelum melakukan penangguhan, Polres Simalungun melakukan gelar perkara di ruang SIM Sat Lantas, Jalan Sangnaualuh, Kelurahan Siopat Suhu, Kecamatan Siantar Timur, Siantar dipimpin Kompol Zainudin, Sabtu (29/4) sekira jam 13.00 wib. 

Hadir dalam acara gelar perkara itu Pangulu Nagori Cingkes, E Hamid Tarigan dan Pangulu Nagori Bawang, Pilemon Sembiring, Kasubbag Hukum Polres Simalungun, AKP Suandi Sinaga, Kasat Reskrim, AKP Damos C Aritonang dan Kasat Intel, AKP R Sihotang.

Informasi diperoleh, Ke-11 orang ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan dua laporan polisi (LP), yakni LP /73/IV/2017/SU/SIMAL tanggal 24 April 2017, terkait perusakan dan pembakaran pasal 187 Subs pasal 170 ayat (2) ke 1e Jo.55,56 KUHPidana. 

Sebagai korban, berinisial NB warga Simpang Perpas Nagori Cingkes. Dan tersangka berjumlah 8 orang.

Kemudian LP/09/IV/2017/SU/Simal-Sek Dolok Silau tanggal 23 April 2017. Terkait penganiayaan dan pengeroyokan yang terjadi di Jalan Umum, Nagori Bawang. Sesuai dengan pasal 170 KUHPidana Sub 351 KUHPidana, sebagai korban berinisial LES dan JS, warga Nagori Cingkes. Sebagai tersangka sebanyak 3 orang.


Kapolres Simalungun, AKBP M Liberty Panjaitan melalui Kasubbag Humas, AKP J Sinaga ketika dikonfirmasi melalui ponsel membenarkan sebelas tersangka penahanannya ditangguhkan.

 “Dan yang sebelas tersangka dikenakan wajib lapor. Harapan kita, situasi dan kondisi warga di dua nagori tersebut kondusif,“ ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, warga Nagori Cingkes dan Nagori Bawang, Kecamatan Dolok Silou, bentrok pada Sabtu (23/4). Puluhan personel Polres Simalungun dan satu satuan setingkat kompi pasukan Brimob turun ke lokasi untuk mengamankan.

Dalam peristiwa itu satu unit rumah dan kereta hangus dibakar. Bentrok yang terjadi dipicu balap liar. (syaf/mc/int)