Cabuli 2 Putrinya, Pria Asal Kota Pematangsiantar Ini Ngaku Sudah Bosan dengan Istri

SIANTAR-Berdalih sudah bosan dengan istrinya, JI alias J (43) tega mencabuli dua putrinya AN dan IS. Kini ia harus menerima hukuman atas perbuatan kejinya


Semua ini terungkap di persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Pematangsiantar, Kamis (15/6), secara tertutup untuk umum. Sidang dipimpin majelis hakim diketuai Fitra Dewi SH, dibantu hakim anggota Fhytta I Sipayung SH dan M Iqbal SH. Sementara, Jaksa Penuntut Umum (JPU) yakni Hesty Simandalahi SH.

Dalam dakwaan JPU dikatakan, perbuatan itu dilakukan terdakwa pada hari dan tanggal yang tidak dapaf diingat lagi dalam bulan Juni 2015 sekira pukul 22.00 WIB, bertempat di Jalan Tambun Barat, Kelurahan Tanjung Tongah, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematangsiantar.

Awalnya, saksi korban IS yang saat itu masih berumur 13 tahun sedang tidur sendirian di ruang tamu, di Jalan Tambun Barat, Pematang Siantar.

Sedangkan ibu korban berinisial T sedang pergi ke rumah nenek korban, dan pada waktu itu korban yang sedang tidur terkejut dan terbangun karena mulutnya telah ditutup kuat dengan menggunakan tangan kiri terdakwa, menggunakan kain panjang.

Terdakwa mengancam korban, bila melakukan perlawanan dan memberitahu kepada siapapun akan menghabisi nyawa korban dan ibunya.

“Jangan kau ribut. Jangan bilang sama mamakmu, dan sama siapa-siapa, nanti kubunuh kau,” kata terdakwa mengancam IS.

Mendengar ancaman terdakwa, korban menjadi ketakutan, dan setelah itu terdakwa berhasil mencabuli korban yang masih di bawah umur itu. Usai melampiaskan nafsunya, terdakwa kembali mengancam korban.
“Jangan kau ceritakan kejadian ini kepada mamakmu, kalau kau ceritakan kubunuh kau,” ungkapnya saat itu pada korban.

Takut terhadap ancaman terdakwa, korban tidak berani mengadu kepada ibunya. Akibat perbuatan terdakwa, saksi korban sudah tidak perawan lagi dan merasa malu. 


Sesuai dengan Visum Et Repertum dari Rumah Sakit Umum Dr Djasamen Saragih Nomor: 13655/VI/UPM/VER/XI/2016 tanggal 21 Nopember 2016 yang dibuat dan ditanda tangani dr B Johan Nasution SpOG, dokter pada Rumah Sakit Umum Daerah Dr.Djasamen Saragih Pematang Siantar, dengan hasil pemeriksaan luar yakni kepala, leher, dada, perut, lengan dan tungkai tidak dijumpai tanda ruda paksa.

Sementera, untuk pemeriksaan alat kelamin, luar tidak dijumpai tanda ruda paksa. Namun, bagian dalam ditemukan selaput darah tampak robek lama pada daerah pukul 06 dan pukul 07 tidak sampai dasar. Perbuatan terdakwa diancam pidana melanggar pasal 81 (3) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

Dan, informasi yang didapat dari bibi korban yang ikut dijadikan saksi, ketika ditemui di PN Pematangsiantar mengaku, bahwa kakak korban berinisial AN telah melahirkan anak perempuan hasil hubungan AN dengan terdakwa JI alias J, yang merupakan ayah tirinya yakni suami kedua dari ibu kandungnya.

“AN yang merupakan kakak korban itu kini telah melahirkan anak perempuan dari hubungan dengan terdakwa,” aku istri supir truk pengangkut ubi ini. (syaf/int)