TASLABNEWS.com. Diberdayakan oleh Blogger.
AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215

BidVertiser

Loading...

2 Pengusaha Penyuap Bupati Batubara OK Arya Disidang

TASLAB NEWS, MEDAN- Terlibat kasus suap terhadap Bupati Batubara non aktif Ok Arya Zulkarnain, dua pengusaha asal Medan, Maringan Situmorang dan Syaiful Azhar‎ menjalani sidang perdana di Ruang Cakra I, Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (7/12) siang. 
Pengusaha asal Medan yang menyuap Bupati Batubara OK Arya Zulkarnain saat menjalani persidangan.
Pengusaha asal Medan yang menyuap Bupati Batubara OK Arya Zulkarnain saat menjalani persidangan.


Keduanya didakwa oleh Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ihsan Fernandi, karena melakukan penyuapan sebesar Rp3,7 miliar untuk memuluskan pengerjaan sejumlah proyek di Kabupaten Batubara.

“‎Terdakwa Maringan Situmorang memberikan satu lembar cek Bank Sumut, Nomor CJ 561633 senilai Rp1,5 miliar, satu lembar cek Bank Sumut Nomor CJ 560012 senilai Rp 1,5 miliar dan uang sebesar Rp700.000.000, kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara, yaitu OK Arya Zulkarnain,” sebut Ihsan di hadapan majelis hakim diketuai oleh Wahyu Setyo Wibowo.

Dalam penyuapan ini, seluruh uang dikumpul oleh Sujendi Tarsono alias Yen selaku pemilik Showroom Ada Jadi Mobil di ‎Jalan Gatot Suboroto, Medan dan rumahnya di Jalan Air Bersih Ujung.

Ihsan menjelaskan, uang diberikan secara bertahap mulai Desember 2016 hingga Agustus 2017.

“Uang suap yang diserahkan melalui Sujendi Tarsono alias Yen dengan maksud supaya pegawai negeri atau penyelenggara negara tersebut berbuat atau tidak berbuat sesuatu dalam jabatannya, yang bertentangan dengan kewajiban yaitu supaya OK Arya selaku Bupati Batubara melakukan pengaturan dalam proyek di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Batubara,” jelasnya.

Dikatakan Penuntut Umum, penyuapan ini merupakan fee untuk memuluskan proyek ‎pada pembangunan jembatan Sei Magung, Kecamatan Medang Deras dan jembatan Sentang di perbatasan Kelurahan Labuhan Ruku menuju Desa Sentang, Kabupaten Batubara.

 “Seluruh dikerjakan terdakwa Maringan sebagai kontraktornya, yang bertentangan dengan kewajiban OK Arya sebagai kepala daerah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah dan ditambah beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 tahun 2015 dan bertentangan dengan kewajiban selaku Penyelenggara Negara sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme,” terang Ihsan.


Sementara itu, terdakwa ‎Syaiful Azhar‎ juga didakwa serupa. Syaiful memberikan suap kepada OK Arya sebesar Rp400 juta. Uang tersebut diberikan terdakwa melalui Helman Herdady selaku Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Batubara.

 “Pemberian uang ini karena atau berhubungan dengan sesuatu yang bertentangan dengan kewajiban, dilakukan atau tidak dilakukan dalam jabatannya, yakni sebagai pemberian imbalan (fee) dikarenakan OK Arya selaku Bupati Batubara telah memberikan persetujuan terhadap pengaturan proyek di Dinas PUPR Kabupaten Batubara sehingga terdakwa mendapatkan pekerjaan proyek lanjutan peningkatan jalan Labuhan Ruku menuju Masjid Lama Kecamatan Talawi Kabupaten Batubara TA 2017,” pungkas Ihsan.


Atas perbuatannya, kedua terdakwa dijerat dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a UU RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana. Usai pembacaan dakwaan, kedua terdakwa melalui penasehat hukum masing-masing menyatakan tidak akam mengajukan eksepsi. Persidangan kemudian ditunda dengan agenda pembuktian mendengarkan keterangan saksi pada pekan depan. (syaf/int)
HEADLINE 5409764959852693778
Beranda item

Translate

ADSENSE

Alexa Rank

Clicksor

SOLUSI ATASI ASAM LAMBUNG ANDA HUBUNGI 0812 6173 9320

SOLUSI ATASI ASAM LAMBUNG ANDA HUBUNGI 0812 6173 9320

ADNOW

loading...

Cithika

Chitika

Total Tayangan Halaman