Chitika

AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215

Adsense

Loading...

Ini Dia Kronologis Penangkapan Kapolsek Nias Selatan dan Personel Polres Tanjungbalai

TASLAB NEWS, MEDAN- Polda Sumut akhirnya mengekspos pengungkapan kasus pengedaran narkoba jaringan internasional yang melibatkan salah seorang Perwira polisi yang menjabat sebagai Kapolsek di jajaran Polda Sumut.

Penangkapan Kapolsek Lolowau Nias Selatan AKP BS (44) bermula pada Minggu, 3 Desember 2017. Mulanya pihak Resnarkoba Polda Sumut mendapat informasi jaringan narkoba tersebut akan menjemput barang yang diduga narkotika golongan I Jenis sabu di daerah Jalan Turi, Kota Medan.

Kapolda Sumut, Irjen Paulus Waterpauw di Mapolda Sumut memberikan keterangan terkait penangkapan Kapolsek Nias Selatan dan personel Polres Tanjungbalai.
Kapolda Sumut, Irjen Paulus Waterpauw di Mapolda Sumut memberikan keterangan terkait penangkapan Kapolsek Nias Selatan dan personel Polres Tanjungbalai.


Lalu anggota Resnarkoba Polda Sumut melakukan pembuntutan terhadap pelaku yang menjemput narkoba dengan mengendarai mobil sampai di jalan Gaperta ujung Helvetia Medan. Pelaku berhasil dicegat dan ditangkap. Setelah dilakukan penggeledahan ditemukan 1 tas yang berisi narkotika golongan I jenis sabu sebanyak 15 (lima belas) bungkus yang dikemas dengan bungkus teh warna kuning dengan berat masing-masing seberat 1 kilogram dengan total berat keseluruhan 15 kg.

Dalam penangkapan itu polisi mengamankan CP (46)  dan GS (56). Setelah diinterogasi kedua tersangka menjelaskan bahwa narkotika golongan I jenis sabu berasal dari pria berinisial MDS. Petugas langsung melakukan pengejaran terhadap anggota jaringan lainnya.

BACA BERITA TERKAIT:

http://www.taslabnews.com/2017/12/personel-polres-tanjungbalai-terlibat.html 

http://www.taslabnews.com/2017/12/ternyata-1-oknum-polisi-yang-ditangkap.html 

http://www.taslabnews.com/2017/12/kapoldasu-dalami-keterlibatan-oknum.html 

http://www.taslabnews.com/2017/12/terlibat-kasus-38-kg-sabu-kapolsek-nias.html

Saat ditemukan, tersangka lainnya menggendarai mobil Kijang Krista warna hitam. Saat itu  para pelaku menabrakan kendaraannya ke kendaraan petugas. Polisi berhasil menghentikan mobil pelaku di depan lapangan bola menuju daerah Namorambe.

Inisial tersangka yang berada di dalam mobil tersebut adalah MDS (40), R (34). Lalu ada juga anggota Polri yakni AKP BS dan Bripda MY (22).

Setelah diintrogasi, petugas melakukan pengembangan lagi dan dari hasil pengembangan ditangkap dua orang kurir yakni AA (28) yang memesan Narkotika Golongan I Jenis Sabu seberat 2 Kg dan J (45) yang memesan Narkotika Golongan I Jenis Shabu seberat 3 Kg.

"Saat dilakukan pengembangan dengan membawa tersangka MDS yang tahu di mana sabu lainnya, dia turun dari mobil dan berupaya melawan petugas sehingga dilakukan tindak tegas dan terukur (ditembak). Tersangka meninggal dunia," jelas Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Rina Sari Ginting.

Dalam pengungkapan kasus itu, Polda Sumut menetapkan 14 orang jadi tersangka dengan barang bukti narkoba jenis sabu seberat 38 kilogram. Dari hasil penyidikan, sabu tersebut diketahui berasal dari Malaysia.



14 Orang Ditangkap

Ditresnarkoba Sumatera Utara berhasil mengungkap sindikat narkoba jaringan internasional (Malaysia–Indonesia) dengan barang bukti narkoba jenis sabu seberat 38 Kg. Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan mengatakan, dalam mengungkap kasus itu, Polda Sumut melakukan lima kali penangkapan di lokasi berbeda.

Pengungkapan kasus dimulai dari tanggal 25 November 2017 sampai 5 Desember 2017 dengan barang bukti seberat 38 Kg dan jumlah tersangka sebanyak 14 orang. “3 orang dilakukan tindakan tegas untuk melumpuhkan dengan menembak kaki, 1 orang pelaku meninggal dunia,” terang AKBP MP Nainggolan, Rabu (6/12) di Mapolda Sumut.

Dalam kasus tersebut, Polda Sumut melakukan penangkapan pertama pada 25 November 2017 di Kabupaten Langkat dengan jumlah tersangka 1 orang serta barang bukti sabu 6 kg. Penangkapan kedua dilakukan pada 28 November 2017 di Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan dengan jumlah tersangka 1 orang serta barang bukti sabu seberat 6 kg.

Penangkapan ketiga dilakukan pada 3 Desmber 2017 di wilayah Kota Medan. Jumlah tersangka 8 orang, 2 di antaranya adalah anggota Polri (Kapolsek Lolowau, AKP BS dan Bripda MY) serta barang bukti sabu 15 kg. Penangkapan keempat dilakukan 4 Desember 2017 di Kabupaten Langkat dengan jumlah tersangka 3 orang serta barang bukti sabu seberat 1 kg.

Penangkapan kelima dilakukan pada 5 Desember 2017 di Lapangan Merdeka, Kota Medan dengan jumlah tersangka 1 orang serta barang bukti sabu seberat 10 kg.

“Polisi akan terus melakukan penyelidikan dan penyidikan lanjut terhadap para pengendali jaringan Internasional yang berada di Malaysia itu. Serta kami akan tangkap Bandar dari Malaysia itu,” pungkas MP Nainggolan. (syaf)

SUMUT 8555995265520419980
Beranda item