ASAHAN– Ari Andrian mahasiswa asal Kabupaten Asahan yang
menempuh pendidikan tinggi di Universitas Negeri Medan (Unimed) bersama empat
orang rekannya menerima penghargaan tingkat dunia. Melalui kulit jengkor, Ari
dan temannya berhasil membuat inovasi produk jengkol spray (J-spray) dan
mewakili Indonesia di
International Invention & Innovation Exhibition (ITEX) Malaysia 11-13
Mei lalu. Dalam acara itu mereka sukses meraih mendali perak dan special award.
menempuh pendidikan tinggi di Universitas Negeri Medan (Unimed) bersama empat
orang rekannya menerima penghargaan tingkat dunia. Melalui kulit jengkor, Ari
dan temannya berhasil membuat inovasi produk jengkol spray (J-spray) dan
mewakili Indonesia di
International Invention & Innovation Exhibition (ITEX) Malaysia 11-13
Mei lalu. Dalam acara itu mereka sukses meraih mendali perak dan special award.
Ari Andrian (kiri pegang bendera) bersama rekannya di ITEX Malaysia.
Saat diwawancarai wartawan, Selasa (23/7) mahasiswa fakultas
ekonomi yang tinggal di Dusun III, Desa Sukadamai, Kecamatan Pulo Bandring
Kabupaten Asahan ini mengatakan, Jengkol Spray karya inovasi yang mereka
lombakan itu adalah sejenis insektisida atau bahan kimia bersifat racun dipakai
para petani untuk membunuh serangga dari bahan alami dari ekstrak kulit
jengkol.
ekonomi yang tinggal di Dusun III, Desa Sukadamai, Kecamatan Pulo Bandring
Kabupaten Asahan ini mengatakan, Jengkol Spray karya inovasi yang mereka
lombakan itu adalah sejenis insektisida atau bahan kimia bersifat racun dipakai
para petani untuk membunuh serangga dari bahan alami dari ekstrak kulit
jengkol.
“Biasanya insektisida
yang dipakai petani sayuran untuk membasmi hama serangga terbuat dari campuran racun
bahan kimia. Kini setelah kami teliti dan berhasil menemukan J Spray tanaman
yang diberi insektisida sudah pasti aman, hasil tanamannya lebih sehat untuk
dikonsumsi karena J Spray bahan utamanya ekstrak kulit jengkol,” kata mahasiswa
kelahiran 9 Januari, dua puluh satu tahun lalu itu.
yang dipakai petani sayuran untuk membasmi hama serangga terbuat dari campuran racun
bahan kimia. Kini setelah kami teliti dan berhasil menemukan J Spray tanaman
yang diberi insektisida sudah pasti aman, hasil tanamannya lebih sehat untuk
dikonsumsi karena J Spray bahan utamanya ekstrak kulit jengkol,” kata mahasiswa
kelahiran 9 Januari, dua puluh satu tahun lalu itu.
Mahasiswa Fakultas Ekonomi semester VI yang juga pernah
menjadi finalis Lomba Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa se Sumatera tahun 2015 ini
mengatakan, lewat temuan kelompoknya ini sangat bermanfaat bagi masyarakat
karena harganya yang murah disamping material utamanya adalah kulit jengkol
tidak digunakan selama ini terbuang sia-sia, sehingga bisa mengurangi biaya
produksi tani bagi para petani.
menjadi finalis Lomba Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa se Sumatera tahun 2015 ini
mengatakan, lewat temuan kelompoknya ini sangat bermanfaat bagi masyarakat
karena harganya yang murah disamping material utamanya adalah kulit jengkol
tidak digunakan selama ini terbuang sia-sia, sehingga bisa mengurangi biaya
produksi tani bagi para petani.
“Kendati demikian,
ekstrak liquid kulit jengkol yang kami sebut J Spray ini masih dalam proses
penyempurnaan sebelum benar benar diproduksi dan dipakai oleh masyarakat,” ujar
alumni SMK Swasta Al Ma’shum Kisaran ini lagi.
ekstrak liquid kulit jengkol yang kami sebut J Spray ini masih dalam proses
penyempurnaan sebelum benar benar diproduksi dan dipakai oleh masyarakat,” ujar
alumni SMK Swasta Al Ma’shum Kisaran ini lagi.
Ia pun mengatakan, ide bermula dan terinspirasi memanfaatkan
limbah kulit jengkol ini dari petani di Bengkulu yang memanfaatkan kulit jengkol
utuh untuk mengusir hama.
Hal hal tersebut ternyata sudah dibuktikan melalui penelitian, namun cara
tersebut mereka anggap belum efektif hingga berinovasi menemukan J Spray.
limbah kulit jengkol ini dari petani di Bengkulu yang memanfaatkan kulit jengkol
utuh untuk mengusir hama.
Hal hal tersebut ternyata sudah dibuktikan melalui penelitian, namun cara
tersebut mereka anggap belum efektif hingga berinovasi menemukan J Spray.
Sebelumnya, Ari Ardian berama ke empat rekannya berasal dari
Unibeversitas yang sama masing masing Khairunnisa, Moni Simbolon, Sartika
Talambanua, dan ketua tim Dicky Mahaputra Tarigan berhasil meraih mendali perak
dan special award mewakili Indonesia di International World Young Inventors
Exhibition (WYIE) di Kuala Lumpur Malaysia.
Unibeversitas yang sama masing masing Khairunnisa, Moni Simbolon, Sartika
Talambanua, dan ketua tim Dicky Mahaputra Tarigan berhasil meraih mendali perak
dan special award mewakili Indonesia di International World Young Inventors
Exhibition (WYIE) di Kuala Lumpur Malaysia.
J Spray yang diusung tim mereka ini, membuat potensi limbah
kulit jengkol (Pithecellobium Jiringa) sebagai inteksida alami dengan teknologi
MAE (Microwave Assisted Extraction) yang terdapat pada agroindustri jambu air
madu deli Kota Binjai. (syaf/int)
kulit jengkol (Pithecellobium Jiringa) sebagai inteksida alami dengan teknologi
MAE (Microwave Assisted Extraction) yang terdapat pada agroindustri jambu air
madu deli Kota Binjai. (syaf/int)





























