TASLABNEWS.COM, TAPSEL- Pongo Tapanuliensis, itulah nama yang dinobatkan kepada jenis Orangutan Tapanuli yang ada di hutan Batangtoru, Luat Marancar, Kabupaten Tapanuli Selatan dan hutan yang ada di dua kabupaten lainnya.
![]() |
| Orang utan |
Pemberian nama tersebut, berawal dari penelitian yang panjang dan akhirnya diklaim orangutan Tapanuli berbeda dari yang ada di Wilayah Leuser dan Kalimantan.
Dilansir dari situs www.batangtoru.org, penobatan Orangutan Tapanuli sebagai spesies orang utan yang baru berawal dari penelitian yang dilakukan sejumlah pihak sekitar delapan tahun lalu yang berhabitat di Ekosistem Hutan Batang Toru meliputi hutan dataran tinggi yang tersebar di tiga Kabupaten (Tapsel,Taput dan Tapteng).
“Awalnya Orangutan Tapanuli dianggap sebagai populasi orangutan paling selatan dari spesies Orangutan Sumatera (Pongo Abelii). Namun hasil studi ditemukan besarnya perbedaan dengan orangutan lainnya,” tulis beberapa peneliti yang dirangkum.
Berdasarkan penelitian mendalam yang dilakukan sejumlah peneliti Indonesia dan luar negeri, dihasilkan fakta bahwa Orangutan Tapanuli lebih mirip dengan orangutan yang ada di kalimantan (Pongo Pygmaeus). Diajukan sebagai spesies baru bernama Pongo Tapanuliensis.
“Hasil penelitian juga mengindikasikan, bahwa Orangutan Tapanuli merupakan nenek moyang dari semua kera besar ini,” tulis peneliti yang berasal dari Universitas Zurich di Switzerland.
Jumat (3/11) lalu, Kementerian Lingkungan Hidup mengumumkan Pongo Tapanuliensis sebagai spesies orangutan yang baru, menambah daftar spesies sebelumnya yaitu Pongo Abelii dan Pongo Pygmeus.
Karena itu, Kementerian LHK juga sudah menetapkan kawasan ekosistem Batang Toru menjadi kawasan pengelolaan hutan lindung dan akan memprioritaskan upaya-upaya perlindungan bagi spesies Orangutan Tapanuli.(syaf/int)




























