SMS INTERAKTIF WARGA

Bagi Anda warga TANJUNGBALAI, ASAHAN, LABUHANBATU RAYA, BATUBARA, SIANTAR-SIMALUNGUN yang Punya Keluhan kepada Pemerintah dan Penegak Hukum, seperti jalan rusak, air macet, pencurian, sampah, peredaran narkoba, kesehatan, pendidikan, pertanian dll Hubungi kami di 0857 6772 2201, Kami akan coba sampaikan kepada yang bersangkutan
TASLABNEWS.com. Diberdayakan oleh Blogger.
AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215

BidVertiser

Loading...

Pria Asal Asahan Ini Pukuli Anaknya hingga Luka-luka

TASLABNEWS, KISARAN- Lagi-lagi, kasus penganiayaan terhadap anak terjadi di wilayah Kabupaten Asahan. Setelah kasus Aulia Patin, balita perempuan berusia tiga tahun ditemukan tewas akibat dianiya ibu kandungnya, kali ini dialami MN, balita berusia 4 tahun.
Tersangka penganiaya anak di Asahan saat di kantor Polres Asahan.
Tersangka penganiaya anak di Asahan saat di kantor Polres Asahan.


Pelakunya tak lain adalah ayah MN, Sutrisman alias Kancing (31) warga Dusun IX, Desa Simpang Empat, Kecamatan Simpang Empat. Dia menganiaya korban hingga luka-luka.

Namun aksi pelaku langsung diketahui personel Polres Asahan dan meringkusnya, Rabu (23/5) sekira pukul 11.00 WIB.
Penangkapan itu dibenarkan Kasat Reskrim Polres Asahan AKP M Arief Batubara
didampingi Kanit PPA Ipda Nanin Aprilia Fitriani.

“Penangkapan berawal dari laporan yang mereka terima, Sabtu (19/5) telah terjadi penganiayaan terhadap anak kandung berinisial MN (4) yang dilakukan oleh ayahnya,” kata AKP M Arief Batubara.

Tersangka terbukti dan mengakui telah melakukan penganiayaan terhadap korban. “Tersangka mengakuinya. Penganiayaan itu dilatarbelakangi rasa kesal akibat korban (MN, red) tidak mau disuruh pulang. Makanya korban dipukul dan mengalami luka pada bagian pipi. Pipinya bengkak dan bibir pecah,” terangnya.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 80 (1) jo Pasal 76 C UU RI. No. 35 Tahun 2014 Tentang perubahan UU No 23 tentang Perlindungan anak, Pasal 351 (1) KUH Pidana dengan ancaman hukuman 3 tahun 6 bulan ditambah sepertiga karena perlakuannya orang tua kandung,” jelasnya.

Penganiayaan itu dibenarkan tersangka. “Saya jengkel, disuruh pulang tidak mau lalu saya tampar wajahnya,” ujarnya dengan nada ringan. (nus/syaf)

HEADLINE 577562646181949917

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

Google analytics

Translate

ADSENSE

Alexa Rank

Clicksor

SOLUSI ATASI ASAM LAMBUNG ANDA HUBUNGI 0812 6173 9320

SOLUSI ATASI ASAM LAMBUNG ANDA HUBUNGI 0812 6173 9320

ADNOW

loading...

Cithika

Chitika

Total Tayangan Halaman