SMS INTERAKTIF WARGA

Bagi Anda warga TANJUNGBALAI, ASAHAN, LABUHANBATU RAYA, BATUBARA, SIANTAR-SIMALUNGUN yang Punya Keluhan kepada Pemerintah dan Penegak Hukum, seperti jalan rusak, air macet, pencurian, sampah, peredaran narkoba, kesehatan, pendidikan, pertanian dll Hubungi kami di 0857 6772 2201, Kami akan coba sampaikan kepada yang bersangkutan
TASLABNEWS.com. Diberdayakan oleh Blogger.
AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215

BidVertiser

Loading...

Saya Suka Melakukanya, Pengakuan Bu Guru di Aceh yang Cabuli 5 Anak

TASLABNEWS, ACEH UTARA-Entah apa yang ada dipikiran NU seorang guru sekolah mengaji di Aceh Utara ini. Ia tega mencabuli lima orang anak. Akibat perbuatanya, Senin (28/1/2019) ia ditangkap polisi.

Tersangka pelaku cabul di Aceh.
Tersangka pelaku cabul di Aceh.

Kepada awak media, NU mengaku bahwa perbuatannya tersebut dilakukan karena ia memang menyukainya. 

“Saya melakukannya karena saya suka,” jawabnya singkat kepada wartawan. 

Sementara Waka Polres Aceh Utara, Kompol Edwin Aldro didampingi Kasat Reskrim Iptu Reski Kholiddiansyah, dalam konferensi pers Selasa (29/1/2019) mengatakan, wanita berinisial NU itu ditangkap berdasarkan laporan bernomor: LP/162/XII/RES.1.2.4/2018/Aceh/Res Aut/SPKT, tanggal 11 Desember 2018 lalu.

Kelima korbannya adalah dua bocah laki-laki dan tiga orang perempuan, masing-masing berinisial MA (8), MK (8), NK (8), SS (11), dan AL (11).

Para korban merupakan warga Desa Simpang Tiga, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara yang masih sekampung dengan NU.

Pencabulan pertama dilakukan NU pada tahun 2017 lalu. Saat itu korban AL diajak oleh wanita itu masuk kamar.

BERITA LAINNYA:

“Modus tersangka dengan menunjukkan video klip musik dari handphonenya lalu mengajaknya korban ke kamar,” kata Edwin.

Selanjutnya, NU mengajak bocah tersebut untuk bermain kemaluan.

 “Yuk Main masuk-masuk kemaluan, tidak apa-apa, tidak berdosa,” kata NU kepada AL seperti dituturkan Kompol Edwin.

Sesampainya di kamar, NU menyuruh bocah tersebut membuka celananya dan melakukan hubungan badan dengannya. Setelah nafsunya terpuaskan, NU kemudian memberikan sejumlah uang kepada bocah tersebut.

Kejadian serupa kemudian terulang pada Januari 2018. Kali ini NU mengajak korban SS agar masuk ke dalam kamar untuk main ‘cium-ciuman’.

“Korban sempat menolak dengan kata-kata ‘Jangan bunda, nanti dosa’,” kata bocah tersebut kepada NU ketika itu.

Namun, NU yang sudah memuncak syahwatnya kemudian menjawab, “Tidak apa-apa, gak dosa”.

Akibat perbuatannya, NU dipersangkakan telah melanggar pasal 81 ayat (2) Jo pasal 82 ayat (1) UU RI No 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Tersangka terancam penjara maksimal 15 tahun, paling singkat 5 tahun dan sudah ditahan sejak 28 Januari 2019,” pungkas Edwin.

Polisi juga mengamankan barang bukti berupa pakaian dan handphone milik NU dalam pengungkapan kasus ini. (mjc/int/Syaf)
Nasional 6769440320437271108

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

Google analytics

Translate

ADSENSE

Alexa Rank

Clicksor

SOLUSI ATASI ASAM LAMBUNG ANDA HUBUNGI 0812 6173 9320

SOLUSI ATASI ASAM LAMBUNG ANDA HUBUNGI 0812 6173 9320

ADNOW

loading...

Cithika

Chitika

Total Tayangan Halaman