TASLABNEWS.com. Diberdayakan oleh Blogger.
AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215

BidVertiser

Loading...

Polres Tanjungbalai Gelar PAM Pemilu 2019

TASLABNEWS, TANJUNGBALAI - Dalam rangka pengamanan kampanye terbuka pemungutan suara dan penghitungan suara Pemilu 2019, Polres Tanjungbalai lakukan Apel Gelar Pasukan bertempat di halaman Kantor Walikota Tanjungbalai, Jumat (22/3/2019) pagi. 

Kapolres Tanjungbalai dan Danlanal TBA sebagai Inspektur dalam Apel Gelar Pasukan PAM Pemilu 2019.
Dalam Apel Gelar Pasukan tersebut, bertindak sebagai Inspektur adalah Kapolres Tanjungbalai AKBP Irfan Rifai, SH, SIK bersama Danlanal TBA Letkol Laut (P) Ropitno. Sebagai Perwira Apel adalah Kasat Sabhara Polres Tanjungbalai AKP Maralidang dan Komandan Apel adalah Kanit Regiden Ipda Mulkanuddin Tanjung SH. 

Apel Gelar Pasukan dengan Tema "Melalui apel gelar pasukan dalam rangka menghadapi Pemilu tahun 2019 tingkatkan Sinergitas TNI-Polri dengan komponen bangsa lainnya guna mewujudkan keamanan dalam negri yang kondusif'.

Hadir pada apel ini,Wakil Walikota Tanjungbalai, Drs H Ismail, Ketua DPRD, H Maralelo Siregar SH, mewakili Dandim 0208/AS Mayor Inf Indra Bekti, Waka Polres, Kompol Edi Bona Sinaga, Danki Brimob Subden 3/B, AKP Mukthar,SIK, Kepala Kantor Kemenag, mewakili Kalapas II B Pulau Simardan, Jajaran Pemkab, Jajaran Polres dan elemen masyarakat.

Kegiatan apel ditandai dengan pemeriksaan pasukan oleh pemimpin apel, Kapolres Tanjungbalai didampingi Danlanal TBA dilanjutkan pembacaan deklarasi oleh petugas yang diikuti oleh seluruh peserta apel.

Selanjutnya, arahan dari pimpinan Apel yang disampaikan oleh Kapolres Tanjungbalai, AKBP Irfan Rifai SH SIK membacakan pidato tertulis Menkopolhukam. 


"Pemilu Serentak Tahun 2019 merupakan kesempatan berharga bagi rakyat Indonesia untuk memilih calon anggota legislatif yang akan memperjuangkan aspirasi rakyat dan sekaligus sarana untuk memilih pemimpin Nasional guna mewujudkan cita-cita Nasional bangsa Indonesia," kata Kapolres.

Melihat konteks pelaksanaan Pemilu tersebut, sedapat mungkin opini kita semua diarahkan bahwa ajang ini bukanlah untuk membenturkan satu pihak dengan pihak yang lain atau ajang konflik antara kubu yang satu dengan kubu yang lain. 

Namun sejatinya Pemilu Serentak Tahun 2019 adalah untuk memilih pemimpin dan bukan mengadu pemimpin, momen ini harus menjadi ajang unjuk kompetensi, program dan kapabilitas untuk mendapatkan kepercayaan rakyat yang akan memilihnya menjadi pemimpin Nasional.

Kita ketahui bersama, bahwa terkait penyelenggaraan Pemilu Serentak Tahun 2019 masih terdapat ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan yang dimungkinkan akan menghambat kelancaran penyelenggaraannya. Kita 

ketahui bersama bahwa Bawaslu dan Polri telah mengeluarkan Indeks Kerawanan Pemilu, yang merupakan pemetaan terhadap kerawanan-kerawanan yang diprediksi akan timbul dalam penyelenggaraan Pemilu disetiap daerah.

Pemetaan kerawanan ini meliputi sisi penyelenggaraan dan sisi keamanan dan ketertiban masyarakat. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh stake holders terkait untuk segera mengenali, menemukan dan menetralisir serta mengatasi hambatan-hambatan tersebut. 

TNI-Polri selaku institusi yang bertanggungjawab langsung terhadap pengamanan jalannya Pemilu Serentak tahun 2019, apabila menemukan adanya 

kerawanan dan hambatan tersebut harus dapat mengambil suatu tindakan tegas sesuai dengan Prosedur Tetap dan aturan hukum yang berlaku sehingga tidak ada toleransi sekecil apapun bagi pihak-pihak yang akan mengganggu jalannya Pemilu Serentak Tahun 2019.

Kita bersama turut merasakan bahwa dalam tahapan Pemilu Serentak tahun 2019 ini muncul berbagai kerawanan seperti menyebarnya berita bohong atau hoax dan meningkatnya politik identitas disamping kerawanan-kerawanan lainnya.

Berita-berita hoax atau berita bohong yang disampaikan terutama melalui media sosial tentunya memiliki tujuan politis yaitu dipakai sebagai alat untuk menyingkirkan lawan politik sehingga menyebabkan demokrasi menjadi tidak sehat dan merusak persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Demikian pula halnya dengan semakin menguatnya politik identitas menggunakan isu-isu SARA, telah menjadi salah satu strategi bagi pihak-pihak tertentu yang tidak bertanggungjawab dalam memenangkan konstelasi Pemilu, sehingga menyebabkan disintegrasi bangsa dan hilangnya rasionalitas dalam menentukan pilihan politiknya. 

Menurut Kapolres Tanjungbalai AKBP, kegiatan apel gelar pasukan tersebut juga dilaksanakan secara serentak dan massif diseluruh wilayah Indonesia, baik itu di tingkat Provinsi maupun ditingkat Kabupaten/Kota. Dengan melibatkan prajurit TNI-Polri dan komponen masyarakat lainnya. 

Katanya,  jumlah kekuatan prajurit TNI-Polri yang dilibatkan dalam pengamanan Pemilu Serentak Tahun 2019 ini adalah sebanyak 453.133 orang dan didukung dengan Alutsista sesuai potensi kerawanan yang ada jumlah kekuatan TNI-Polri. (ign/mom) 
Tanjungbalai 5203511116855550976

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

Translate

OK Choii

PropellerAds

ADNOW

loading...

Cithika

Chitika

Total Tayangan Halaman

OK Choiii

PropellerAds