TASLABNEWS.com. Diberdayakan oleh Blogger.
AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215

BidVertiser

Loading...

Lapor Pak Kajari/Kapolres, Proyek Lanjutan Pembangunan Pasar Ternak di Asahan yang Dikerjakan PT AJD Tak Sesuai Kontrak

TASLABNEWS, ASAHAN-Pihak Kejari Kisaran dan Polres Asahan diminta menangani kadus dugaan korupsi pengerjaan proyek lanjutan pembangunan Pasar Ternak di Kecamatan Air Batu, Asahan tahun anggaran 2017 senilai Rp4,7 miliar yang dikerjakan PT AJD. Pasalnya pengerjaannya ternyata tak sesuai kontrak.

Haail audit BPK, insert foto Adi Chandra Pranata dan Soleh Marpaung.
Haail audit BPK, insert foto Adi Chandra Pranata dan Soleh Marpaung.

Itu dikatakan Sekjend GM Pekat IB Asahan Adi Chandra Pranata didampingi Soleh Marpaung kepada taslabnews, Rabu (3/7).

Chandra dan Soleh menambahkan, sesuai hasil temuan BPK Tanggal 25 April 2018 nomor 36.C/LHP/XVIII.MDN/04/2018 ternyata hasil pengerjaan yang dilakuka  pihak rekanan tidak sesuai dengan kontrak kerja nomor:01.1/KONTRAK/DIS-PKH/VII/2017 tanggal 20 Juli 2017.

BACA BERITA LAINNYA:
Proyek Lanjutan Pembangunan Pasar Ternak Rp4,7 M di Air Batu Asahan jadi Temuan BPK
Warga Tanjungbalai Pelaku Penganiaya Personil Polres Asahan
Ternyata Suka Nipu dan Nakuti Korban Dengan Airsoft Gun
Hendak Panen Sawit, Petani Warga Hatonduhan Tewas Terkena Egreknya

Berdasarkan pemeriksaan fisik secara uji petik yang dilakukan BPK didampingi penyedia jasa, PPK dan PPTK terdapat kekurangan volume fisik kekurangan pengerjaan.

"Aneh saja bang, BPK saja menyebutkan ada kekurangan volume fisik pengerjaan, kok dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Asahan menyatakan pengerjaan sudah selesai 100 persen. Dari mana jalannya. Ini membuktikan pengawasan pengerjaan proyek tidak maksimal dilakukan pihak dinas PKH," ucap Chandra.

Chandra dan Soleh meminta pihak aparat penegak hukum seperti kejaksaan dan polres untuk menangani kasus tersebut.

"Kita harapkan Kajari Kisaran dan Kapolres Asahan berani menangani kasus ini," ucap keduanya.

Seperti diberitakan sebelumnya proyek ini dikelola Dinas PKH.
Presiden BEM UNA M Nur Hidayat kepada taslabnews, Selasa (2/7) mengatakan, hasil temuan BPK Tanggal 25 April 2018 nomor 36.C/LHP/XVIII.MDN/04/2018 disebutkan, pada tahun 2017 belanja modal pada Dinas PKH dianggarkan Rp4.777.443.000.

Dari dana tersebut terealisasi Rp4.609.875.262 atau sebesar 96,49 persen.

M Nur menambahkan, sesuai temuan BPK disebutkan realisasi anggaran tersebut digunakan untuk proses lanjutan pembangunan pasar ternak di Kecamatan Air Batu, Asahan. (Syaf)


Reaksi: 
HEADLINE 6089046085718281316

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item