TASLABNEWS, JAKARTA-
Muhammad Syafi’i, bersama rekannya Aidil Akbar Lubis dan Fahmi Nasution aktivis asal Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara mendatangi kantor kementerian keuangan Republik Indonesia melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor menkeu Untuk menemui Purbaya Yudhi Sadewa.
Saat orasi, M. Syafi’i mengungkap, banyak kejahatan perbankan yang rentan menciderai masyarakat di sejumlah daerah di tanah air, misalnya proses peminjaman KUR yang sangat sulit tanpa alasan yang jelas serta masih meminta agunan surat tanah kepada calon nasabah untuk KUR dibawah Rp.100jt.

Parahnya lagi, masyarakat yang ingin mengajukan KUR dialihkan ke Pinjaman Komersial.
Meskipun aturan (Permenko) melarang menggunakan agunan untuk KUR hingga Rp.100 juta, namun masih banyak Petugas bank meminta agunan sebagai syarat tidak tertulis untuk mempermudah dan mempercepat persetujuan pinjaman khusus nya di wilayah Provinsi Sumatera Utara.
Terjadi penolakan dengan alasan teknis kepada calon nasabah dengan alasan riwayat SLIK OJK yang kurang bersih, meskipun sudah lunas, bukan karena ketidaklayakan usaha secara fundamental.
Adanya indikasi suap dalam proses pelaksanaan KUR terhadap tim survey saat proses pengajuan pinjaman dan terdapat kriminalisasi kepada para nasabah dalam melakukan penagihan yang dilakukan oleh pegawai bank.
Sering terjadi agunan nasabah hilang akibat petugas bank yang tidak bertanggung jawab, dan masih banyak ditemukan pegawai bank nakal dilingkungan perbankan yang ingin memperkaya diri dengan cara melakukan pinjaman KUR menggunakan data masyarakat, kemudian kabur sehingga mengakibatkan kerugian negara.
Dalam tuntutannya mereka meminta Purbaya Yudhi Sadewa, Maman Abdurrahman, Airlangga Hartarto dan Dony Oskaria, selaku Menteri yang berkaitan dengan proses pelaksanaan dana KUR mengambil Langkah konkrit terhadap permasalahan yang terjadi
Kemudian Meminta Presiden Prabowo Subianto mengevaluasi kinerja keempat Menteri tersebut dan Meminta Direktur Utama Bank BRI mencopot jabatan Kepala Kanwil BRI Sumatera Utara beserta kepala cabang BRI kisaran karena dinilai tidak becus kinerjanya
Meminta Direktur Utama Bank Himbara segera mengembalikan agunan KUR Masyarakat Se-Indonesia yang telah melakukan pinjaman dibawah Rp.100jt
Ketika tidak mendapat tanggapan dikantor kementerian keuangan tiga aktivis itu mendatangi gedung DPR-RI untuk melanjutkan aksinya, mereka meminta ketua DPR RI melalui Ketua Komisi XI memanggil Menteri Keuangan, Menteri UMKM, Menko Perekonomian dan Menteri BUMN serta Jajaran Direktur Utama Bank Himbara guna untuk dilakukan penyelesaian polemic yang terjadi dilapangan terkait persoalan pelaksanaan Penyaluran KUR di Indonesia.
Namun setelah berorasi di senayan mereka juga tidak mendapatkan tanggapan, meraka berjanji akan datang untuk melakukan aksi jilid II.
”Kami kecewa dan perihatin melihat para pejabat tinggi di negeri ini, kami datang jauh jauh dari Kabupaten Asahan Sumatera Utara jalan kaki, hampir 2 bulan lamanya, tapi kami tidak tanggapi.”Ungkap M. Syafi’i mengakhiri. (Edi/syaf)























