TASLABNEWS, ASAHAN-Keberadaan pusat hiburan malam di Kota Kisaran, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara menjamur. Bupati Asahan dinilai takut menutup tempat hiburan malam KINGBAR yang jaraknya cukup dekat dengan rumah dinas bupati dan masjid agung.
Saat ini sekurangnya terdapat 14 pusat hiburan malam di Kota Kisaran yang sekitar
62 ,98M2.

Keberadaan pusat hiburan malam, seperti diskotik, yang berdekatan dengan rumah ibadah dan pemukiman warga kerap menimbulkan keresahan sosial karena dinilai melanggar kaidah moral.
Situasi ini sering memicu konflik karena dianggap mengganggu ketenangan lingkungan, terutama di sekitar tempat ibadah.
Bupati asahan Taufik Zaenal Abidin kini menjadi sorotan publik karena diduga melakukan pembiaran terhadap aktivitas tempat hiburan malam “KING BAR ” yang beroperasi di Jalinsum Ahmad Yani Kisaran yang hanya berjarak satu pelemparan batu dari Masjid Agung dan kantor Bupati Asahan.
“Apakah suara alunan musik DJ dari pusat hiburan ala outdoor tersebut tidak kedengaran dari rumah dinas Bupati Asahan tersebut,” tanya Ferry Matondang salah seorang wartawan televisi nasional dan diamini oleh kalangan wartawan lainnya dan ini menjadi presenter buruk bagi Pemkab Asahan.
Belum lagi masalah lokasi tersebut yang notabenenya ex HGU PT Bakrie yang statusnya kini belum jelas dan ini menambah kurang tegasnya pemerintah daerah dalam penyelesaiannya. (Edi/syaf)




























