Sibolga-Sebanyak 11 Kepala Desa di Kabupaten Tapanuli Tengah dipanggil Kejaksaan Negeri Sibolga. Pemeriksaan ini sesuai dengan laporan beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang menyatakan bahwa telah terjadi dugaan penyimpangan penggunaan anggaran Dana Desa.

Ke-11 kades yang dipanggil diantaranya, Kepala Desa Mardame, Kepala Desa Rampa, Desa Naga Timbul, Desa Sogar, Sitardas, Desa Tumba, Desa Saragih, Desa Saragih Timur, Desa Siharbangan, Desa Bottot, Desa Pasar Terendam. Dari 11 Kepala Desa, yang sudah diperiksa 2 kepala desa diantaranya, Desa Sitardas dan Desa Tumba. Dan hari ini, ada dua desa yang akan diperiksa diantaranya, Desa Saragih dan Saragih Timur.
Kepala Kejaksaan Negeri Sibolga, Timbul Pasaribu SH saat dikonfirmasi terkait pemeriksaan kepala desa ini menjelaskan, bahwa pemeriksaan yang dilakukan Kejaksaan kepada kepala desa adalah untuk menindak lanjuti laporan-laporan masyarakat dan LSM, atas adanya dugaan penyimpangan penggunaan anggaran, serta adanya bangunan yang rusak berat.

"Yang dipanggil memang masih 11 kepala desa, dan yang sudah diperiksa ada 2 desa, hari ini, kamis (20/4) akan diperiksa 2 kepala desa lagi. Masih banyak laporan yang saat ini sudah kita terima, namun pemeriksaannya kita buat secara bertahap. Yang pasti, semua laporan masyarakat, atas dugaan penyalah gunaan Dna Desa ini akan segera ditindak lanjuti," jelas Timbul, Kamis (20/4).


Timbul menerangkan, bahwa laporan masyarakat terkait penggunaan dana desa ini, kebanyakan dana desa tahun anggaran 2016. Bahkan, ada laporan yang menerangkan, bangunan yang dikerjakan rusak berat. Artinya, kalau bangunanya sudah rusak, maka jelas kepala desanya tidak mempergunakan uang dana desa sesuai dengan peruntukannya.

"Kita masih menelusuri secara pasti tentunya akan diperiksa sampai kelapangan. Bangunan desa mana yang memang tidak sesuai dengan RAB. Meskipun ada laporan, kepala desa menyetor entah kemana, tentunya ini akan nampak jelas, dari pengakuan para kepala desa nantinya. Karena tidak mungkin seorang kepala desa mau mengorbankan dirinya, sementara yang mencicipi uangnya, bukan Cuma Kepala desa, tapi ada oknum tertentu, saya mengajak para Pers dan LSM untuk sama-sama mengawal penggunaan Dana Desa ini," pungkasnya. (syaf/mtc/int)  

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.