TASLABNEWS.com. Diberdayakan oleh Blogger.
AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215

BidVertiser

Loading...

Warga Blokir Jalan Truk CPO PT VCS di Asahan

TASLABNEWS, ASAHAN- Sebagai wujud rasa kekecewaan, puluhan masyarakat melakukan pemblokiran jalan menuju Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Varem Sawit (VCS) Kecamatan Aek Kuasan, Kabupaten Asahan, Selasa (29/5) sekira pukul 11.00 WIB.

Warga memblokir jalan ke PKS PT VCS Asahan.
Warga memblokir jalan ke PKS PT VCS Asahan.


Informasi dihimpun, adapun perjanjian yang dilanggar PT VCS  melakukan rekrutmen tenaga kerja yang tidak mengutamakan putra daerah yang terkena dampak langsung, tidak membangun riol air sepanjang jalan menuju PKS ukuran (60 x 60) cm secara bertahap dan perusahaan tersebut juga tidak membangun tugu/gapura. Kemudian, tidak memperbaiki kerusakan rumah/ bangunan disebabkan getaran angkutan.

Pembangunan titi ke rumah masyarakat yang terkena doser sebanyak 34 titik, dan tidak melakukan penyiraman badan jalan setiap hari. Surat pernyataan bersama tersebut selain ditandatangani pihak perwakilan masyarakat dan perusaaan juga ditanda tangani Kepala Lingkungan VII dan VII, Lurah Aek Loba Pekan dan unsur Forkompincam serta dua anggota DPRD Asahan yakni Drs Moh Sofyan dan H Santoso.
Pantauan wartawan, dalam aksi unjukrasa pemblokiran jalan tersebut nyaris terjadi bentrok fisik antara warga setempat dengan karyawan PT VSC Aek Kuasan yang turun ke lokasi untuk melakukan perlawanan kepada masyarakat yang melakukan penghadangan mobil tangki yang ke luar membawa CPO.

“Kalau mobil pengangkut CPO ini tidak bisa keluar, kami tidak menerima gaji,” kata salah seorang pekerja PT VSC Aek Kuasan yang namanya enggan disebutkan.
Sementara itu, Humas PT VSC, Rosita yang ditugasi untuk menjembatani perselisihan masyarakat Aek Kuasan dengan perusahaan mengatakan, sebenarnya kasus ini tidak terjadi asal perusahaan mau memenuhi janjinya yang sudah disepakati sejak hampir dua tahun lalu.

“Terlebih perekrutmen tenaga kerja mengutamakan putra daerah Lingkungan VI dan VII yang terkena dampak langsung, tapi hingga sekarang perusahaan tidak menepatinya. Bahkan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara sepihak terhadap sejumlah karyawan yang di antaranya termasuk putra daerah setempat,“ ungkap Rosita.

Aksi unjukrasa pemblokiran jalan ini juga dilakukan massa dari Serikat Buruh Indonesia (SBI), dalam hal tuntutan yang sama sesuai surat pernyataan yang telah disepakati bersama dan ditanda tangani masyarakat dan perusahaan serta Forkompincam dan anggota DPRD Asahan.

“Harapan kami perusahaan bisa merealisasikan apa yang telah dijanjikan sebelumnya kepada masyarakat lingkungan yang berdampak langsung. Selanjutnya kami dari FBI meminta kepada perusahaan dapat mempekerjakan kembali 38 orang karyawan yang di PHK sebelum ada keputusan ingkrah dari pengadilan,“ ujar Hendri Siagian, perwakilan dari SBI. (nus/syaf)

HEADLINE 8835739764727324501

Posting Komentar

Beranda item

Translate

ADSENSE

Alexa Rank

Clicksor

SOLUSI ATASI ASAM LAMBUNG ANDA HUBUNGI 0812 6173 9320

SOLUSI ATASI ASAM LAMBUNG ANDA HUBUNGI 0812 6173 9320

ADNOW

loading...

Cithika

Chitika

Total Tayangan Halaman