TASLABNEWS.com. Diberdayakan oleh Blogger.
AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215

BidVertiser

Loading...

Dirreskrimsus Poldasu: Bupati Labura dan Labusel Bisa jadi Tersangka

TASLABNEWS, LABURA-Bupati Labuhanbatu Utara (Labura) Kharuddin Syah dan Labuahanbatu Selatan (Labusel) Wildan Aswan Tanjung bisa menjadi tersangka kasus dugaan penyelewengan Dana Bagi Hasil (DBH) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Bupati Labura Khairuddin Syah dan Bupati Labusel Wildan
Bupati Labura Khairuddin Syah dan Bupati Labusel Wildan 

Hal itu setelah penyidik Subdit Subdit III/Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) melakukan pemeriksaan terhadap dua bupati tersebut.  


Itu dikatakan Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Poldasu Kombes Pol Rony Samtana

"Saat ini masih saksi. Tapi tidak menutup kemungkinan untuk naik menjadi tersangka," ungkapnya kepada wartawan saat ditemui dalam perayaan Mayday di Lapangan Merdeka, Medan, Rabu (1/5/2019).

Penetapan ini, jelas dia, akan diputuskan dalam gelar perkara yang akan dilakukan penyidik dalam waktu dekat. Tapi sebelum itu, sebut dia, pihaknya akan meminta keterangan dari para saksi ahli terlebih dahulu.

"Untuk waktunya (pemeriksaan saksi ahli) kita belum tentukan. Tapi akan kita lakukan dalam waktu dekat," jelasnya.

Keterangan saksi ahli ini lanjut dia, akan menentukan keputusan penyidik. Apakah menaikkan status kedua Bupati itu sebagai tersangka atau tidak.

"Intinya, status tersangka ini akan diambil tergantung keterangan saksi dan alat bukti yang kita kumpulkan," pungkasnya.

Seperti diketahui, Bupati Labura telah menjalani pemeriksaan di Poldasu sebagai saksi, pada Jumat (26/4/2019). Ia diduga terlibat penyelewengan DBH PBB tahun 2013 senilai Rp3 miliar.

Sementara itu, Bupati Labusel menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Poldasu pada, Senin (29/4/2019). Untuk kasusnya, ia diduga terlibat penyelewengan DBH PBB tahun 2013 hingga 2015 di Kabupaten Labusel sebesar Rp 1,9 miliar. (mjc/int/syaf)

Reaksi: 
SUMUT 1573098006944890599

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item