TASLABNEWS, TANJUNGBALAI – Pelaksana harian (Plh) Wali Kota Tanjungbalai, M Fadly Abdina pastikan ketersediaan dan kestabilan harga bahan pokok di Kota Tanjungbalai menjelang Idul Adha aman.
Hal itu diungkapkannya usai melakukan monitoring harga bahan pokok di Pasar Bahagia, Kota Tanjungbalai didampingi Sekretaris Daerah Nurmalini Marpaung bersama unsur Forkopimda serta sejumlah instansi terkait lainnya, Kamis (21/5/26).

“Monitoring ini dilakukan guna memastikan harga sejumlah bahan pokok di pasar tradisional Kota Tanjungbalai tidak mengalami kenaikan signifikan menjelang Idul Adha tahun ini. Selain melakukan monitoring harga pangan di lapangan, kita juga mengambil langkah antisipasi untuk menekan lonjakan harga menjelang hari raya melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM)”, ujar M Fadly Abdina.
Katanya, kegiatan monitoring ketersediaan dan kestabilan harga pangan ini juga merupakan bagian dari Gerakan Pangan Murah (GPM) dalam rangka menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan jelang hari besar ke agamaan Nasional (HBKN) menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah tahun 2026. Katanya, jelang H-7 Idul Adha, Pemerintah Kota Tanjungbalai bersama Forkopimda, Puri Pangan Sejati (PPS) dan Bulog melakukan pengecekan langsung harga bahan pokok di pasar tradisional.
“Secara umum komoditi bahan pokok di Kota Tanjungbalai sampai hari ini masih normal walaupun ada fluktuasi harga yang cukup tajam pada komoditi bawang merah yang mengalami kenaikan sekitar Rp3 ribu hingga Rp5 ribu per kilogramnya. Kemudian tomat juga mengalami kenaikan yang cukup tinggi, biasanya Rp8 ribu hingga Rp12 ribu, sekarang mencapai Rp20 ribu per kilogram”, ujarnya.
Meski demikian, ia menegaskan sebagian besar harga kebutuhan pokok lainnya masih relatif stabil. Namun mengakui, bahwa secara umum, komoditi lainnya masih dalam tahap normal termasuk daging ayam dan telur, harganya masih stabil.
“Kondisi harga saat ini masih aman dan terkendali. Pengecekan harga secara langsung ke pasar-pasar tradisional dan secara rutin akan dilakukan setiap hari, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagper) juga akan memonitoring harga. Kami juga melaksanakan GPM atau bagian dari operasi pasar untuk stabilisasi harga sampai beberapa hari kedepan”, tutupnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kejaksaan Negeri Tanjungbalai, Polres Tanjungbalai, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas PPPK, Kabag Perekonomian, Camat Tanjungbalai Selatan, Asisten II, PPS serta perwakilan Bulog. (Ign/syaf )

























