TASLABNEWS, TANJUNGBALAI – Polres Tanjungbalai secara rutin melakukan langkah-langkah untuk memastikan penyaluran BBM berjalan normal dan mencegah potensi kecurangan pasca penyesuaian harga BBM non-subsidi di Kota Tanjungbalai.
Salah satu langkah yang dilakukan Polres Tanjungbalai ini adalah pada hari Jumat (17/7), yakni dengan melakukan pemantauan ketat terhadap ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di seluruh SPBU yang ada di Kota Tanjungbalai.

Kabag Ops Polres Tanjungbalai AKP N F. Saragih, S.Pd, menjelaskan, bahwa hasil pemantauan di lima titik SPBU menunjukkan kondisi antrean yang normal. Katanya, dalam pemantauan tersebut, petugas memastikan ketersediaan stok BBM di masing-masing SPBU masih mencukupi untuk melayani pengguna kenderaan bermotor.
“Hasil monitoring di lapangan menunjukkan kondisi antrean di seluruh SPBU dalam keadaan normal. Stok BBM, baik subsidi maupun non-subsidi, terpantau aman dan masih cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat”, ujarnya.
Kabag Ops AKP N F. Saragih menegaskan, bahwa pihaknya akan terus memantau distribusi BBM guna mengantisipasi praktik penimbunan atau penyalahgunaan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Untuk itu, masyarakat juga diminta untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak bertanggung jawab tentang kelangkaan BBM dan apabila menemukan adanya kendala atau dugaan pelanggaran di SPBU, diharapkan segera melaporkannya ke pihak kepolisian.
Sebagai pengingat bagi masyarakat, per 10 Juni 2026, terdapat penyesuaian harga BBM non-subsidi sebagai berikut Pertamax (Ron 92) Dari Rp 12.600 menjadi Rp 16.250 per liter, Pertamax Green 95 Dari Rp 12.900 menjadi Rp 17.000 per liter. Sementara itu, untuk BBM subsidi jenis Pertalite dan Solar, pemerintah memastikan tidak ada kenaikan harga dan tetap dijual dengan harga yang berlaku saat ini. (Ign/syaf)


























