Aduh, Plt Kadis Kesehatan Labuhanbatu Ganti Plat Mobil Dinas dari Merah ke Hitam


RANTAU-  Para pejabat di Kabupaten Labuhanbatu diingatkan agar jangan coba-coba lagi mengganti plat kendaraan dinas, baik sepeda motor maupun mobil yang dipakainya dari warna merah menjadi hitam.


Jika hal itu dilakukan, maka siap-siap saja ada sanksi keras baik dari instansi terkait serta dari kepolisian. Pantauan Metro Rantau, plat mobil Dinas Kesehatan Pemkab Labuhanbatu yang seharusnya berwarna merah, berganti menjadi plat berwarna hitam dengan nomor Polisi BK 1162 Y. Beberapa warga melihat mobil tersebut berkeliaran di seputaran kota Rantauprapat.

“Mobil itukan seharusnya berplat merah, kenapa bisa mereka ganti. Berarti mobil itu digunakan untuk kepentingan lain bukan untuk keperluan kedinasan,” Kata Indra Warga Rantauprapat, Rabu (7/6).

Indra menambahkan, Plh yang sekarang menjabat di Dinas Kesehatan itu seperti tidak punya etika dan tidak punya moral, karena menggunakan Mobil inventaris kantor untuk kepentingan pribadinya.

“Kalau mau jalan-jalan beli mobil sendiri lah,” imbuhnya.

Senada warga lainnya, Hairuddin Hasibuan mengatakan, mungkin karena Plt Kadisnya lagi terjerat hukum, jadi Plh Kadis Kesehatan sekarang yang memanfaatkan mobil itu untuk kepentingan pribadinya.

“Agar tidak begitu kelihatan oleh masyarakat, digantinya platnya menjadi hitam, kan bisa seperti mobil pribadi,” sebutnya.

Sementara itu Plh Kepala Dinas Kesehatan Hasnul Basri saat ditemui diruang kerjanya sedang tidak berada ditempat, Namun saat dilayangkan pesan singkat ke ponsel pribadinya, tidak ada balasan. Bahkan dicoba dihubungi, dia belum bersedia menjawab.

Terpisah, Sekretaris Daerah Kabupaten Labuhanbatu M.Yusuf Siagian saat dimintai tanggapannya terkait dugaan mobil Dinas Pemkab Labuhanbatu yang digunakan untuk kepentingan pribadi, belum juga membalas pesan singkat, meskipun sudah terkirim ke seluler pribadinya.


Hukuman Jika Mengganti Plat Merah Kendaraan Dinas

Mengenai plat merah, dapat ditemukan dalam Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2012 tentang Registrasi Dan Identifikasi Kendaraan Bermotor (“Perkapolri 5/2012”).

Dalam Perkapolri 5/2012, plat kendaraan disebut dengan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (“TNKB”). TNKB adalah tanda regident kendaraan bermotor yang berfungsi sebagai bukti legitimasi pengoperasian kendaraan bermotor berupa pelat atau berbahan lain dengan spefikasi tertentu yang diterbitkan Polri dan berisikan kode wilayah, nomor registrasi, serta masa berlaku dan dipasang pada kendaraan bermotor.

Mengenai warna TNKB, ada beberapa warna TNKB sebagai berikut:
Dasar hitam, tulisan putih untuk kendaraan bermotor perseorangan dan kendaraan bermotor sewa. Dasar kuning, tulisan hitam untuk kendaraan bermotor umum. Dasar merah, tulisan putih untuk kendaraan bermotor dinas Pemerintah. Dasar putih, tulisan biru untuk kendaraan bermotor Korps Diplomatik negara asing, dan Dasar hijau, tulisan hitam untuk kendaraan bermotor di kawasan perdagangan bebas atau (Free Trade Zone) yang mendapatkan fasilitas pembebasan bea masuk dan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan, bahwa kendaraan bermotor tidak boleh dioperasionalkan/dimutasikan ke wilayah Indonesia lainnya.

TNKB yang tidak dikeluarkan oleh Korlantas Polri, dinyatakan tidak sah dan tidak berlaku. Jadi pada dasarnya benar bahwa kendaraan bermotor dinas pemerintah menggunakan TNKB/plat berwarna merah. Sedangkan TNKB berwarna hitam diperuntukkan bagi mobil pribadi dan mobil sewa. Ini berarti mobil dinas pada dasarnya berwarna merah.

Jika mengubah TNKB berwarna merah kendaraan dinasnya menjadi hitam, maka TNKB tersebut bukan TNKB resmi yang dikeluarkan oleh Korlantas Polri. Orang yang mengendarai mobil yang tidak dipasangi TNKB yang ditetapkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia dapat dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp500 ribu. (syaf)