TASLABNEWS.com. Diberdayakan oleh Blogger.
AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215

BidVertiser

Loading...

Pencarian Korban Kapal Tenggelam di Danau Toba Diperluas Sampai 30 Km


TASLABNEWS, SIMALUNGUN- Pencarian para korban KM Sinar Bangun yang tenggelam di perairan Tigaras, Danau Toba di diperluas sampai 30 kilometer.

Tim gabungan melakukan pencarian korban KM Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba.

Tim gabungan melakukan pencarian korban KM Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba.

Itu dikatakan Kepala Kantor SAR Medan Budiawan, Minggu (24/6). Menurut Budiawan,
Helikopter milik Badan SAR Nasional tiba di Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun untuk membantu pencarian korban tenggelamnya kapal KM Sinar Bangun di Danau Toba.

Heli jenis Dauphin dengan nomor sirip HR-3604 itu mendarat pada Sabtu (23/6) sore. Kedatangan heli tersebut mengundang perhatian masyarakat yang langsung mengabadikan gambarnya lewat kamera telepon genggam mereka.

"Horas, horas, horas...!" teriak warga. Kepala Kantor SAR Medan Budiawan mengatakan, area.

"Pencarian kita perluas karena target akan terus menjauh, seiring arus, waktu dan angin. Tim di darat akan mencari korban sepanjang tepian danau. Mana tahu ada yang didapat. Hari ke enam ini diperkirakan banyak korban terbawa arus hingga bibir danau," kata Budiawan.

Ditanya keberadaan bangkai kapal, dia mengaku, tim SAR gabungan tengah fokus mencari di dasar danau. Tim gabungan tersebut terdiri dari Detasemen Jala Mangkara (Denjaka), Komando Pasukan Katak (Kopaska), Batalyon Intai Amfibi (Taifib), Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI (Pushidrosal), Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut I Belawan (Lantamal I), Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan I Belawan (Yonmarhanlan), Lanal TBA, Inafis Polda Sumut dan Pol Air Sumut.

"Fokus kita mencari di mana kapal berada. Untuk mempercepat pencarian, kita menggunakan teknologi sonar untuk mendeteksi posisi kapal di dasar danau. Sonar yang digunakan mulai kemarin adalah Multi Beam Echo Sounder yang dipinjamkan dari markas besar TNI," ungkapnya.

Teknologi sensor, lanjut Budiawan, dapat mendeteksi logam di dalam air hingga kedalaman 600 meter. Namun sampai hari ke lima, pihaknya terkendala kedalaman titik koordinat yang diduga menjadi tempat tenggelamnya KM Sinar Bangun. Tim khusus penyelam hanya mampu di kedalaman 50 meter. Dinginnya air danau dan visibilitas terbatas membuat tim penyelam tidak bisa berbuat banyak.

“Banyak sampah logam di dasar danau yang menyulitkan. Diperkirakan kapal tenggelam lebih dari 600 meter, untuk itu kami sedang menanti Beam Echo Sounder yang dapat mendeteksi kedalaman hingga 2.000 meter. Pencarian efektif akan berakhir besok, setelah itu proses pencarian akan ditambah tiga hari kalau kapal tidak ditemukan," kata Kepala Basarnas Masekal Muda TNI M Syaugi.

Danlantamal I Belawan Laksamana Pertama TNI Ali Triswanto, menambahkan, kedepannya semua pihak wajib memperhatikan standarisasi angkutan di sungai, danau dan penyeberangan. Menurut dia, KM Sinar Bangun dari ukuran panjang dan lebar tidak layak bertingkat tiga, jendela kapal yang terbuat dari kaca hendaknya tidak boleh memakai terali.

"Supaya kalau terjadi kecelakaan penumpang dapat segera memecahkan kaca jendela untuk penyelamatkan diri," kata Ali. 


Pejabar Dishub Sumut 
Diperiksa Poldasu


Polri sedang melakukan pemeriksaan dan penyidikan terhadap PNS dari Dinas Perhubungan Sumatera Utara. Hal itu terkait tenggelamnya kapal KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba.



"Hari ini tim akan melakukan gelar perkara terkait dengan tenggelamnya kapal KM Sinar Bangun di Danau Toba," kata Kasubdit Penmas Humas Polda Sumatera Utara, AKBP MP Nainggolan kepada wartawan, di kediamannya di Jalan Saudara Medan, Minggu (24/6/2018).

Baca juga: Tragedi Danau Toba: Nakhoda Tersangka, Tim Ad Hoc Dibentuk

Pemeriksaan tim gabungan saat ini fokus kepada kantor instansi terkait yaitu Dinas Perhubungan dan Transportasi. "Dari pemeriksaan tersebut, bakal ada beberapa orang yang ditetapkan menjadi tersangka dari instansi tersebut," tambahnya.
Baca juga: Tragedi Danau Toba, Tim SAR Masih Cari Korban yang Hilang

Tiga oknum PNS Dinas Perhubungan setempat dianggap lalai menjalankan tugas dan wewenang hingga mengakibatkan penumpang kapal yang melebihi kapasitas tenggelam. Sebelumnya, tim penyidik telah menetapkan Nahkoda KM Sinar Bangun inisial SS sebagai tersangka.

"Sebelumnya nakhoda kapal sudah ditetapkan menjadi tersangka oleh penyidik," jelas MP

Rencananya, Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Paulus Waterpaw akan merilis kasus tenggelamnya kapal KM Sinar Bangun di Mapolda Sumatera Utara dengan menghadirkan para tersangka. (syaf/int)


Siantar-Simalungun 165982494932382988
Beranda item

Translate

OK Choii

PropellerAds

ADNOW

loading...

Cithika

Chitika

Total Tayangan Halaman

OK Choiii

PropellerAds