SMS INTERAKTIF WARGA

Bagi Anda warga TANJUNGBALAI, ASAHAN, LABUHANBATU RAYA, BATUBARA, SIANTAR-SIMALUNGUN yang Punya Keluhan kepada Pemerintah dan Penegak Hukum, seperti jalan rusak, air macet, pencurian, sampah, peredaran narkoba, kesehatan, pendidikan, pertanian dll Hubungi kami di 0857 6772 2201, Kami akan coba sampaikan kepada yang bersangkutan
TASLABNEWS.com. Diberdayakan oleh Blogger.
AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215

BidVertiser

Loading...

Istri Sudah 6 Orang, Masih Kurang Juga, Keponakanpun Diembat

TASLABNEWS, MEDAN – Sungguh bejat pria paruh baya ini, sudah punya 6 istri masih juga kurang puas. Keponakan pun diembatnya. Pria yang berinisial TB alias Ayah Afi (63) ini akhirnya harus berurusan dengan aparat hukum.

Terdakwa TB tertunduk selama persidangan.
Kasus ini terungkap saat korban cerita kepada kakaknya bahwa telah dinodai TB yang merupakan pamannya (suami dari adik ayahnya).

Dalam persidangan yang digelar di Ruang Cakra 5 gedung PN Medan, Selasa (6/11), warga Jalan Setia Budi, Medan, ini dituntut 10 tahun penjara karena bertahun-tahun menjadikan keponakannya yang berisia 15 tahun sebagai tempat pelampiasan nafsu setannya.

Dalam tuntutannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU), S Silaban di hadapan majelis hakim yang diketuai Sri Wahyuni Batubara menyatakan, terdakwa telah terbukti melanggar Pasal 81 ayat 2 UU No. 11/2012 tentang Perlindungan Anak.

JPU mengatakan, terdakwa sengaja melakukan tipu muslihat dan serangkaian kebohongan atau membujuk anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain.

BERITA MENARIK LAINNYA:
Diduga Karena Ditinggal Istri, Pria Paruh Baya di Batubara Gantung Diri
“Meminta kepada Majelis Hakim yang mengadili perkara ini agar menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa selama 10 tahun penjara dan denda sebesar Rp100 juta, subsidair 3 bulan kurungan,” jelasnya.

Seusai pembacaan tuntutan, majelis hakim menutup persidangan dan akan dilanjutkannya pekan depan dengan agenda pembacaan pembelaan terdakwa. Sementara terdakwa TB selama persidangan hanya menundukkan kepala.

Dalam dakwaannya sebelumnya, JPU menyebut  perbuatan keji itu telah berlangsung lama, sejak korban tinggal di rumah pelaku setelah tamat SD hingga korban duduk di bangku kelas 2 SMP. Tak terima dengan perbuatan pelaku, korban bersama keluarganya melapor ke Polda Sumut.(mom/syaf/int)
Medan 7423221772590853414

Posting Komentar

Beranda item

Translate

ADSENSE

Alexa Rank

Clicksor

SOLUSI ATASI ASAM LAMBUNG ANDA HUBUNGI 0812 6173 9320

SOLUSI ATASI ASAM LAMBUNG ANDA HUBUNGI 0812 6173 9320

ADNOW

loading...

Cithika

Chitika

Total Tayangan Halaman