SMS INTERAKTIF WARGA

Bagi Anda warga TANJUNGBALAI, ASAHAN, LABUHANBATU RAYA, BATUBARA, SIANTAR-SIMALUNGUN yang Punya Keluhan kepada Pemerintah dan Penegak Hukum, seperti jalan rusak, air macet, pencurian, sampah, peredaran narkoba, kesehatan, pendidikan, pertanian dll Hubungi kami di 0857 6772 2201, Kami akan coba sampaikan kepada yang bersangkutan
TASLABNEWS.com. Diberdayakan oleh Blogger.
AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215

BidVertiser

Loading...

Bawa 53 Kg Sabu, 2 Warga Tanjungbalai Ini Dibayar Rp50 Juta

TASLABNEWS, TANJUNGBALAI-Bawa 53 kg sabu, dua warga Tanjungbalai yakni Junaidi Siahaan (37) alias Edi dan Elpi Darius (49) disidang di Pengadilan Negeri Medan, Rabu (13/2/2019). 

Kedua terdakwa narkoba.
Kedua terdakwa narkoba.

Informasi diperoleh, Edi merupakan warga Keramat Kubah, Sei Tualang Raso, Tanjungbalai.

Sedangkan Elpi warga Kapias Pulau Buaya, Teluk Nibung, Tanjungbalai. 

BACA BERITA LAINNYA:
Siswi SMP Diperkosa Pemuda Putus Sekolah

Curi Pagar Besi, Pria Bertato di di Tanjungbalai Diamuk Massa



Dalam nota tuntutannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rahmi Shafrina menyatakan, keduanya didakwa telah melakukan percobaan atau permufakatan jahat, menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan sabu.

"Perbuatan terdakwa sebagimana diatur dan diancam Pidana Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika," kata Rahmi di hadapan majelis hakim yang diketuai Morgan Simanjuntak.

JPU memaparkan, tindak pidana itu bermula pada 29 September 2018 saat seseorang di Malaysia menelepon Junaidi dan menyuruhnya menyewa boat untuk menjemput 50 bungkus sabu ke Port Klang, Malaysia. Junaidi dijanjikan upah Rp50 juta.

Dia diperintahkan berhubungan dengan Darwin (belum tertangkap), yang akan menjadi tekong boat sewaan itu. 

Junaidi menyewa boat milik warga Tanjungbalai sebesar Rp25 juta. Uang itu didapat dari Febri (belum tertangkap) yang menerima transfer orang yang memberi perintah di Malaysia.

Darwin membawa boat dan langsung berangkat ke Port Klang, Malaysia untuk menjemput sabu-sabu. 

Pada 3 Oktober 2018 dia menelpon Junaidi dan menyatakan boatnya rusak. Narkotika yang dibawanya terpaksa diturunkan di Tanjung Sarang Elang, Labuhanbatu.

Junaidi pun menyuruh Elpi untuk menghubungi Darwin. Mereka sepakat narkotika itu diambil di tangkahan boat di Tanjung Sarang Elang. 

Untuk menjemput sabu-sabu itu, Junaidi kembali berhubungan dengan Febri. Dia dipinjamkan mobil Honda CRV dengan nomor polisi BK 630 DZ.

Junaidi juga diberi handphone. Penerima sabu itu nantinya akan menelepon melalui perangkat itu.

Junaidi dan Elpi pun menjemput sabu itu di lokasi yang ditentukan. Setelah memuat narkotika itu, mereka bergerak ke Medan, namun sempat singgah ke Padangsidimpuan, Rantauprapat, dan Berastagi.

Di perjalanan, Junaidi menerima telepon dari Zainal Abidin alias Zainal (penuntutan terpisah). Komunikasi itu menggunakan handhone yang diberikan Febri. Zainal menyatakan sabu-sabu itu akan diterima Bahlia Husen alias Iwan (penuntutan terpisah).

Di perjalanan, tepatnya di kawasan Pancur Batu, mobil mereka dikejar petugas Badan Narkotika Nasional (BNN). Mereka akhirnya dihadang dan dihentikan di Jalan Brigjen Zein Hamid, Titi Kuning, Medan Johor, pada Jumat (5/10/2018) sekitar pukul 01.15 Wib.

Junaidi dan Elpi ditangkap bersama barang bukti 6 jeriken berisi 50 bungkus sabu-sabu dengan berat bruto 53.386 gram. Keduanya diproses dan diadili.

Setelah pembacaan dakwaan, majelish hakim menunda persidangan. Sidang selanjutnya akan digelar pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi.(mtc/int/syaf)
Tanjungbalai 1076120763416456244

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

Google analytics

Translate

ADSENSE

Alexa Rank

Clicksor

SOLUSI ATASI ASAM LAMBUNG ANDA HUBUNGI 0812 6173 9320

SOLUSI ATASI ASAM LAMBUNG ANDA HUBUNGI 0812 6173 9320

ADNOW

loading...

Cithika

Chitika

Total Tayangan Halaman