SMS INTERAKTIF WARGA

Bagi Anda warga TANJUNGBALAI, ASAHAN, LABUHANBATU RAYA, BATUBARA, SIANTAR-SIMALUNGUN yang Punya Keluhan kepada Pemerintah dan Penegak Hukum, seperti jalan rusak, air macet, pencurian, sampah, peredaran narkoba, kesehatan, pendidikan, pertanian dll Hubungi kami di 0857 6772 2201, Kami akan coba sampaikan kepada yang bersangkutan
TASLABNEWS.com. Diberdayakan oleh Blogger.
AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215

BidVertiser

Loading...

Enriko Hutabarat Tewas Dipukuli Adik Iparnya

TASLABNEWS, TAPUT-Dipukul adik ipar, Enriko Hutabarat (49), warga Tapanuli Utara (Taput) tewas.

Jenazah korban saat dirumah duka.
Jenazah korban saat dirumah duka.

Informasi diperoleh, peristiwa itu terjadi di Sihujur Mula Mula, Kecamatan Tarutung,  Selasa (12/2/2019) malam.

Kasat Reskrim Polres Taput, AKP Hendro Sutarno dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (13/2/2019) mengatakan, peristiwa itu berawal sekira pukul 19.30 Wib.

Saat itu Enriko sedang duduk-duduk di teras rumah tetangganya Juda Hutabarat, di Desa Sihujur Mula Mula.

Tak beberapa lama kemudian, adik iparnya Robino Marganda Simangunsong (39) bersama istri dan kakaknya–istri Enriko–datang menjumpai Enriko.

BACA BERITA LAINNYA:
Siswi SMP Diperkosa Pemuda Putus Sekolah

Curi Pagar Besi, Pria Bertato di di Tanjungbalai Diamuk Massa



Tiba di sana, Robino langsung memukul Enriko beberapa kali. Tak puas dengan tangan, adik iparnya itu kemudian menendang tubuh Enriko.

Melihat ada perkelahian, Tomus Hutabarat, tetangga Enriko yang kebetulan berada di sana kemudian melerai keduanya. 

Namun karena merasa belum puas, Robino kemudian mendorong Enriko. Akibatnya abang iparnya itu terjatuh lalu terbentur ke tiang rumah.

Saat itu, Enriko langsung berdiri dan pergi menuju ke rumah tetangga lainnya, Banggas Hutabarat, sembari bergumam akan melaporkan apa yang baru saja dialaminya ke polisi.

Tiba di kediaman Banggas, Enriko kemudian mengetuk pintu rumah tersebut. Banggas yang berada di dalam kemudian bergegas membuka pintu. Namun, ketika pintu dibuka, Enriko langsung tersungkur di depan pintu rumah Banggas.

“Saksi Banggas memeriksa korban, dan saat itulah diketahui korban sudah meninggal dunia,” kata Kasat Reskrim Polres Tapanuli Utara, AKP Hendro Sutarno, dalam keterangannya kepada wartawan.

Peristiwa itu kemudian dilaporkan kepada kepala desa setempat yang kemudian meneruskannya ke pihak kepolisian.

“Pada pukul 21.45 Wib setelah mendapat informasi dari Kepala Desa, anggota Polsek Sipoholon beserta anggota Opsnal Reskrim Polres Tapanuli Utara langsung menuju ke TKP dan mengamankan terduga pelaku sudah bersiap lari dari rumahnya,” ucap Hendro.

Selanjutnya polisi langsung memboyong Robino ke Mapolres Tapanuli Utara menjalani penyidikan dan pemeriksaan lebih lanjut.

Polisi juga mengamankan barang bukti berupa sepotong baju kemeja warna putih lengan pendek dan celana jeans panjang warna biru.

“Peristiwa ini sudah dilaporkan secara resmi ke Polres Taput dengan Laporan Polisi nomor: LP/33/II/2019/SU/RES TAPUT/SPKT, tanggal 12 Februari 2019,” kata mantan Kasat Rekrim Polres Binjai itu.

AKP Hendro Sutarno, kembali terkait motif penyebab perkelahian tersebut, Rabu (13/2/2019) siang mengatakan, perkelahian keduanya berawal dari pertengkaran keluarga korban. (mjc/int/syaf)
TAPANULI 6164875811136844489

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

Google analytics

Translate

ADSENSE

Alexa Rank

Clicksor

SOLUSI ATASI ASAM LAMBUNG ANDA HUBUNGI 0812 6173 9320

SOLUSI ATASI ASAM LAMBUNG ANDA HUBUNGI 0812 6173 9320

ADNOW

loading...

Cithika

Chitika

Total Tayangan Halaman