TASLABNEWS.com. Diberdayakan oleh Blogger.
AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215

BidVertiser

Loading...

Waduh Siswi SMP dan Murid Kelas 5 SD Menikah

TASLABNEWS, Pernikahan Dy (15) siswi SMP dan AD (14) murid kelas 5 SD membuat heboh.

Pasangan pengantin muda.
Pasangan pengantin muda.

Keluarga mengaku terpaksa menikahkannya untuk menghindari perbuatan zina. Pasalnya, pasangan sejoli itu selalu berduaan dan melanggar larangan agar tak pacaran.

Pernikahan siswi SMP dan siswa SD inipun langsung viral di media sosial, Senin (4/2/2019). 

Pernikahan dini itu sendiri telah berlangsung di Desa Binjai Punggal, Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan (Kalsel), Jumat lalu (1/2/2019).

BACA BERITA LAINNYA:

“Terpaksa dinikahkan, karena tidak mau ditegur lagi, ditegur di rumah kabur ke rumah perempuannya, ditegur di rumah perempuan kabur ke rumah orang lain,” kata ayah kandung AD, mempelai pria.

Diketahui, Dy masih duduk di bangku SMP dan suaminya, AD, masih tercatat sebagai siswa kelas 5 sekolah dasar. Keduanya telah menikah dan mendapat persetujuan dari keluarga dan kerabat mereka.

Salah satu alasan pihak keluarga kedua mempelai adalah mencegah kedua anak itu melanggar kaidah agama. Namun demikian, pernikahan tersebut segera menjadi sorotan dari pemerintah daerah setempat.

Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2PA) Balangan, Nor Ainani, membenarkan kasus pernikahan dini tersebut. Beberapa petugas sudah mendatangi keluarga serta kedua anak yang dinikahkan.

Langkah-langkah yang diambil petugas adalah memberikan pembinaan kepada pasangan Dy dan AD agar masa depan kedua anak itu tidak terganggu.

Selain itu, petugas juga melakukan pendampingan terkait kesehatan, reproduksi dan kelanjutan pendidikan bagi kedua anak tersebut. Petugas juga memberikan pengertian tentang legalitas terhadap status perkawinan yang dijalani oleh kedua anak tersebut.

Foto pernikahan pasangan dini tersebut sempat diunggah di medsos, meski kemudian dihapus oleh pemilik akun, namun keburu viral. Erni, ibu dari Dy membenarkan pernikahan putrinya. Ia mengakui malu. Padahal semua hadirin sudah dimbau untuk tidak menyebarluaskannya.

Namun, katanya, ia akan lebih malu lagi kalau kedua anak ini tidak dinikahkan. Sebab beberapa waktu belakang sering jalan-jalan, keluar malam, berboncengan. Dipandang miring oleh orang kampung.

“Untuk menghindari dosa. Si anak berdosa dan kami pun sebagai orang tua juga kena dosanya, jadi lebih baik dinikahkan saja,” ungkap ibu berusia 43 tahun ini.

Dy sendiri merupakan anak sulung dari tiga bersaudara. Dua adiknya yang juga perempuan masih duduk di bangku SD dan TK.

Berdasarkan cerita Abdurrahman, ayah dari AD, terkuak cinta sejati yang sudah terpatri di antara kedua anak yang masih belia ini.

Dikatakan pria yang akrab disapa Abdur ini, ia sudah dengan segala cara mencoba memisahkan putra keduanya itu dari Dy, mulai dari melarang pacaran secara baik-baik, hingga sedikit kasar.

Tapi kalau sudah cinta mau apa. Ketika dimarahi habis-habisan di rumah, AD malah kabur ke rumah Dy. Tidak diterima oleh orang tua Dy, keduanya memilih kabur bersama ke rumah temannya, hingga tidur di hutan.

“Melihat kondisi ini ya sudahlah. Setelah mendapat masukan dari masyarakat, tokoh agama setempat dan kerabat. Akhirnya kami sepakat mengikat keduanya dalam tali pernikahan yang diridhoi Tuhan,” ujarnya.

Lebih lanjut ditegaskan Abdur, keputusan menikahkan keduanya ini bukan karena alasan bahwa pengantin perempuannya sudah hamil di luar nikah, seperti yang beredar di masyarakat. (mdc/int/Syaf)


Nasional 6141034981799368772

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

Translate

OK Choii

PropellerAds

ADNOW

loading...

Cithika

Chitika

Total Tayangan Halaman

OK Choiii

PropellerAds