BAGI WARGA perkotaan, baik di kecamatan atau pun di Kabupaten Kota, penerangan lampu listrik menjadi suatu kebutuhan yang sangat urgent.
OLEH: Syafruddin Yusuf SE, KISARAN
Di media sosial baik twitter, facebook dan istagram, sering kali terlihat postingan warga yang mengeluh atas terjadinya pemadaman listrik di rumah warga.
Ada yang menghujat pihak PT PLN, ada yang berdoa agar lampu di rumahnya cepat hidup dan masih banyak lagi.
Ternyata penderitaan warga perkotaan atas pemadaman listrik sekitar 2 sampai 8 jam itu ternyata belum ada apa-apanya jika dibandingkan dengan penderitaan warga Dusun III Bukit Kijang Desa Gunung Melayu.
Kenapa saya bilang begitu? Karena masyarakat di sana, ternyata selama puluhan tahun tidak pernah menikmati aliran listrik di rumah mereka.
Setiap malam kampung mereka gelap gulita. Anak-anak tang sekolah pun terpaksa belajar dengan bantuan penerangan dari lilin, lampu petromax.
Miris rasanya jika melihat perbandingan kehidupan mereka dengan masyarakat di perkotaan.
Masyarakat yang tinggal diperkotaan setiap hari bisa menikmati siaran televisi dan menonton sinetron.
Kadang ikut menangis saat adegan sinetronnya sedih, kadang kesal saat melihat adegan yang memancing emosi. Bahkan kadang ikut tertawa saat adegan lucu terpampang di layar televisi.
Namun hal seperti itu tak pernah dirasakan masyatakat yang tinggal di Dusun III Bukit Kijang, Desa Gunung Melayu, Kecamatan Rahuning, Asahan, Sumatera Utara.
Namun kondisi memprihatinkan masyarakat Bukit Kijang ini menarik empati para generasi muda yang tergabung dalam suatu lembaga bernama GM Pekat IB Asahan.
Adi Chandra Pranata selaku sekretaris GM Pekat IB Asahan mendesak agar Pemkab Asahan bisa memperjuangkan nasib warga Bukit Kijang agar dapat menikmati aliran listrik.
Bahkan mereka (GM Pekat IB) Asahan sempat melakukan aksi agar Pemkab Asahan mau peduli dengan penderitaan masyarakat di sana.
Akhirnya perjuangan anak-anak muda GM Pekat IB ini membuahkan hasil yang memuaskan.
Terbukti saat ini pintu hati para penguasa di Kabupaten Asahan mulai terbuka untuk membantu masyarakat Bukit Kijang. (BERSAMBUNG)
Penulis merupakan pimpinan redaksi (pimred) media online taslabnews.com sekaligus Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Asahan-Batubara.