SEBAGAI CALON kandidat peserta Pilkada 2020 di Asahan, pasti para “petarung” sudah memperhitungkan semua keunggulan dan kelemahanya.
Oleh: Syafrudin Yusuf, Kisaran
Baik dari segi finansial, nilai “jual”/popularitas, perahu yang akan dinaikki untuk meraih keinginannya menjadi orang nomor satu dan dua di Kabupaten Asahan.
Diyakini siapa pun yang benar-benar ingin terjun dalam pertarungan di Pilkada Asahan mendatang pasti sudah mempersiapkan “senjata andalan” agar bisa menang.
Segala strategi pasti sudah mulai disusun secara perlahan. Agar tujuannya bisa terwujud.
Namun hemat penulis, ada hal yang penting untuk dicermati oleh warga Kabupaten Asahan dalam memilih calon yang akan maju di pilkada Asahan 2020.
Masyarakat jangan hanya terlena dengan popularitas kandidat yang akan bertarung di pilkada. Namun harus melihat Track Record calon pemimpin dari berbagai aspek.
Namun harus agar nantinya warga Asahan tak menyesal telah memilih pemenang pilkada.
Yang harus dilihat diantaranya yang paling mendasar adalah kemampuan calon dalam berkomunikasi dengan warga.
BACA TULISAN SEBELUMNYA:
Mencari Calon Sosok Pemimpin yang Mengerti Warga dan Bisa Memajukan Asahan (Bagian 1)
Mencari Calon Sosok Pemimpin yang Mengerti Warga dan Bisa Memajukan Asahan (Bagian 2)
Kemudian apakah calon tersebut memiliki koneksi/kenalan pejabat baik tingkat pemerintahan provinsi dan pusat.
Tujuannya agar kelak jika terpilih maka calon tersebut diharapkan nantinya bisa menggotong/membawa/melobi dana APBD Provinsi dan APBN untuk bisa dibawa ke Asahan.
Agar dana dari APBD provinsi dan pusat bisa digunakan untuk pembangunan di Asahan dari berbagai sektor.
Lalu selain memiliki hubungan dekat dengan pejabat di tingkat provinsi dan pusat, warga hendaknya juga melihat apakah calon tersebut memiliki kenalan para pengusaha yang mau menanamkan modalnya ke Asahan untuk berinvestasi.
Kehadiran para pengusaha dari pusat dan manca negara itu berinvestasi di Asahan bertujuan agar mereka membangun usaha di Asahan.
Dengan demikian kemungkinan akan terbuka peluang bisnis bagi warga Asahan. Selain itu juga kehadiran investor membangun usaha di Asahan mungkin bisa menjadi solusi dalam mengurangi pengangguran di Asahan.
Karena kita tahu bahwa Asahan memiliki berbagai keunggulan alam yang belum maksimal dikelola. Dengan hadirnya investor baik dari dalam negeri dan luar negeri mungkin potensi alam bisa dikelola secara maksimal.
Beberapa contoh potensi alam di Asahan yang belum dikelola dengan maksimal adalah dari sektor objek pariwisata, kelautan, pertanian.
Masyarakat Asahan pasti setuju bahwa banyak objek wisata di Asahan yang belum dikelola secara maksimal seperti air terjun simonang-monang, air terjun siponot, arung jeram sungai Asahan dan masih banyak lagi.
Padahal jika pengelolaannya dlakukan dengan baik, objek wisata di Asahan tidak kalah dengan daerah lain yang ada di Sumatera Utara.
Jika semua objek wisata di Asahan dikelola dengan baik, bukan hal yang tak mungkin Pendapatan Asli Daerah (PAD) Asahan akan meningkat drastis.
Pengelolaan objek wisata di Asahan juga pasti membuka peluang bagi warga Asahan yang tinggal di lokasi wisata untuk membuka usaha yang pada akhirnya bisa meningkatkan perekonomian masyarakat di sekitar lokasi objek wisata.
Asahan diketahui memiliki laut, namun selama ini banyak masyarakat Asahan yang tidak tahu dan mengira yang punya laut adalah Kota Tanjungbalai.
Hal itu terjadi karena kurangnya sosialisasi instansi terkait dalam berupaya untuk meraih peningkatan PAD dari sektor kelautan.
Jika saja disalah satu daerah di Sei Kepayang, Silau Laut atau Bagan Asahan didirikan kantor cabang pembantu Dinas Perikanan dan Kelautan mungkin saja para nelayan di Asahan akan senang.
Karena mereka tidak perlu jauh-jauh datang ke Kantor Dinas Perikanan dan Kelautan yang ada di Kota Kisaran tepatnya di Jalan Lintas Asahan untuk mengurus izin saat hendak melaut.
Namun akibat jauhnya lokasi pengurusan izin membuat para nelayan memilih mendatangi Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Tanjungbalai yang lebih dekat dengan tempat tinggal mereka.
Asahan juga memiliki lokasi perkebunan pertanian. Laku kenapa instansi yang menangani ini tidak berupaya ningkatkan PAD dari sini.
Padahal bisa saja dibuat suatu daerah yang menjadi objek wisata pertanian dan perkebunan dengan cara mengelola pertanisn dan perkebunan sedemikian rupa sehingga tampak indah.
Tidak bisa dipungkiri, saat ini masyarakat Asahan pasti banyak yang memiliki hadphone layar sentuh. Biasanya Handphone sering digunakan untuk selfi (berfoto).
Nah jika Pemkab Asahan atau calon petarung di Pilkada Asagan bijak, mungkin bisa memanfaatkan lokasi pertanian dan perkebunan sebagai lokasi bagi warga Asahan untuk berselfi ria.
Contohnya seperti kebun teh di Sidamanik Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara yang masih tetangga Asahan.
Di kebun teh itu banyak warga Asahan yang sengaja datang ke lokasi kebun teh untuk selfi.
Kondisi itu dimanfaatkan oleh warga di sekitar perkebunan untuk membuka berbagai usaha. Mulai dari pengelolaan parkir, menjual produk makanan dan asesoris. Secara otomatis tingkat perekonomian warga di sana mengalami peningkatan.
Nah kenapa Pemkab Asahan melalui dinas terkait mencoba mengelola suatu perkebunan atau pertanian yang biss disulap seperti kebun teh Didamanik.
Salah satunya membuat perkebunan aneka bunga. Dimana bunga-bunga yang ada diperkebunan yang dibuat Pemkab Asahan dibentuk dengan sedemikian rupa seperti bentuk love, kupu-kupu dan lainnya biar terlihat indah. Sehingga warga bisa berselfi di lokasi tersebut.
Dengan banyaknya warga yang datang pasti Pemkab Asahan bisa meraih PAD dari pengelolaan parkir dan lainnya.
Sebenarnya masih banyak yang ingin saya tuliskan. Namun takut pembaca bosan maka tulisan ini saya akhiri dengan mengucapkan Bismillahirohman hi Rohim. (****)
Penulis Adalah Pimred taslabnews.com sekaligus Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Asahan-Batubara