TASLABNEWS, ASAHAN-
Video yang sempat viral di media sosial terkait dugaan pelayanan buruk di Puskesmas Sidodadi, Kecamatan Kota Kisaran Barat, Kabupaten Asahan Sumatra Utara , ternyata hanya kesalahpahaman antara petugas dan keluarga pasien.
Pihak Puskesmas melalui Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan memastikan bahwa persoalan tersebut telah diselesaikan.
Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Asahan Fahrizal Pohan menjelaskan bahwa insiden itu bermula ketika seorang pasien datang meminta Obat Malaria.

“Pasien sudah kami terima, dan saat ini sudah di beri obat malaria. Hanya saja saat itu pasien datang meminta obat malaria, sementara dari pengakuan pasien sudah di cek di salah satu klinik dirinya menderita malaria,namun saat datang ke puskesmas tidak membawa surat keterangan yang menyatakan pasien menderita peyakit malaria dari klinik tersebut,” Jelas Fahrizal saat di jumpai di ruang kerjanya.Senin (23/2/2026)
Namun, pasien salah paham dan mengira perawat tidak melayani dengan serius karena terlihat tidak meu memberikan obat. Hal itu memicu perdebatan antara seorang perawat bernama hingga akhirnya direkam dan diunggah ke media sosial.
“Padahal perawat saat itu sudah mengingat kan kepada pasien tidak bisa memberikan sembarang obat tanpa ada resep dari pihak yang berwenang.namun pihak pasien nampaknya emosi. Ketika mencoba menghentikan perekaman, tangan perawat tidak sengaja menyentuh ponsel Di video terlihat seolah-olah ditampar, padahal tidak seperti itu,” kata Fahrizal menjelaskan kronologi kejadian.
Fahrizal menambahkan, pihaknya telah mengingatkan seluruh tenaga kesehatan agar menjadikan kejadian ini sebagai pelajaran penting dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Sebagai pelayan publik, kita harus lebih sabar menghadapi berbagai karakter pasien. Jangan terpancing emosi. Ini menjadi evaluasi agar ke depan pelayanan kita lebih baik lagi,” ujarnya.
Dengan adanya klarifikasi ini, berharap masyarakat tidak lagi salah menilai pelayanan tenaga kesehatan yang sudah berupaya memberikan layanan terbaik di lapangan. (Edi/syaf)

























