TASLABNEWS, TANJUNGBALAI — Polres Tanjungbalai bergerak cepat dalam menyikapi aksi unjuk rasa spontanitas yang dilakukan oleh puluhan warga menolak masuknya pakaian bekas dari luar negri di salah satu bangunan yang diduga jadi tempat penampungan pakaian bekas.
Diketahui, lokasi tersebut berada di Jalan Cermai, Lingkungan V, Kelurahan Sijambi, Kecamatan Datuk Bandar, Kota Tanjungbalai.
Aksi yang berlangsung di depan Mako Polres Tanjungbalai, Selasa (22/9) malam itu, selain menolak masuknya pakaian bekas ilegal (ballpres), juga mendesak Polres Tanjungbalai menindak tegas para pemasoknya yang ada di wilayah Kota Tanjungbalai.

Kapolres Tanjungbalai AKBP Welman Feri, SIK, MIK melalui Kasi Humas Ipda M Ruslan, SIP mengatakan, menyikapi tuntutan massa yang dikoordinasi oleh Rahmat Situmorang itu, Polres Tanjungbalai langsung mengambil langkah persuasif dan terbuka.
Guna menjaga situasi tetap kondusif dan mencegah tindakan main hakim sendiri, Polres Tanjungbalai menetapkan kebijakan transparan dengan mengizinkan perwakilan warga melihat langsung kondisi di dalam rumah yang dituju.
“Pihak Kepolisian mendampingi perwakilan massa menuju lokasi yang dicurigai sebagai tempat penimbunan ballpres.
Pemeriksaan lokasi dipimpin langsung oleh Wakapolres Tanjungbalai Kompol Tony Simanjuntak, SH, Kabag Ops Kompol Natal F. Saragih, S.Pd dengan didampingi empat orang perwakilan massa, pihak keluarga tuan rumah, Kepala Lingkungan V Kelurahan Sijambi Asnan Sitorus, serta sejumlah insan pers.
Dari hasil pemeriksaan bersama di lokasi tersebut, petugas dan perwakilan warga tidak menemukan adanya kegiatan penimbunan ballpres maupun barang ilegal lainnya sebagaimana yang sebelumnya di curigai. Usai memastikan kondisi lokasi bersih dari barang ilegal, pihak Kepolisian memberikan imbauan secara humanis kepada perwakilan massa untuk menyampaikan hasil temuan tersebut dan mengajak seluruh warga membubarkan diri secara tertib”, ujar Ipda M Ruslan.
Ia juga mengungkapkan, bahwa Polres Tanjungbalai sangat mengapresiasi kerja sama masyarakat dalam menjaga ketertiban selama menyampaikan aspirasinya. (Ign/syaf)
























