SMS INTERAKTIF WARGA

Bagi Anda warga TANJUNGBALAI, ASAHAN, LABUHANBATU RAYA, BATUBARA, SIANTAR-SIMALUNGUN yang Punya Keluhan kepada Pemerintah dan Penegak Hukum, seperti jalan rusak, air macet, pencurian, sampah, peredaran narkoba, kesehatan, pendidikan, pertanian dll Hubungi kami di 0857 6772 2201, Kami akan coba sampaikan kepada yang bersangkutan
TASLABNEWS.com. Diberdayakan oleh Blogger.
AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215

BidVertiser

Loading...

Harga Garam Naik Produksi Ikan Asin Menurun, Pengusaha Liburkan Karyawan

Jual Ikan Asin
Pedagang ikan asin di jalinsum Asahan-Medan saat melayani pembeli. Saat ini harga jual ikan asin mengalami kenaikan akibat harga garam yang melonjak. 

TASLABNEWS.COM, TANJUNGBALAI-Mahalnya harga garam dalam  beberapa bulan ini membuat produksi ikan asin di Lingkungan V, Jalan Besar Teluk Nibung, Kelurahan Sei Merbau, Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjungbalai banyak yang meliburkan karyawan.

Pantauan wartawan di lokasi pengelolahan ikan ogak, solar, KKO, Vertakus, dan ikan bawal putih menjadi ikan asin menurun tajam.

Agus (69) salah seorang pengusaha produksi ikan asin menyampaikan sebelum harga garam naik, produksi ikan mencapai 800 kilogram hingga satu ton dalam satu hari.

"Setelah naiknya harga garam, produksi ikan asin menurun, hanya 100 kilogram dan paling banyak 200 kilogram per harinya," katanya.

Sementara harga garam sebelumnya, satu goni isi 50 kilogram Rp50.000. Sekarang harganya dalam satu goni Rp270.000. Menurut pengusaha produksi ikan asin ini, naiknya harga garam ini sudah mencapai enam bulan. Hal yang membuat pengusaha ikan asin di Tanjungbalai merasa resah dan bila harga garam tidak turun, para pengusaha produksi ikan asin banyak yang menutup usahanya.

Senada dikatakan Marini (42) pembuat ikan asin dan udang kering. Marini mengaku harga garam yaitu Rp230 ribu untuk sekarung berukuran 50 Kg. Sebelumnya, harga sekarung garam berukuran 50 Kg hanya Rp70 ribu.

Agar tak merugi, Marini pun mengurangi produksinya. Sebab, garam merupakan bahan utama untuk memproduksi ikan asin dan udang kering.

Pada 2016, ia memproduksi 40 kg udang kering dan ikan asin setiap hari. Tapi pada pertengahan 2017, ia hanya mampu memproduksi 5 kg udang kering dan ikan asin atau turun kurang lebih 85 persen dibanding tahun lalu. (syaf)



Tanjungbalai 936053545725340107

Posting Komentar

Beranda item

Translate

ADSENSE

Alexa Rank

Clicksor

SOLUSI ATASI ASAM LAMBUNG ANDA HUBUNGI 0812 6173 9320

SOLUSI ATASI ASAM LAMBUNG ANDA HUBUNGI 0812 6173 9320

ADNOW

loading...

Cithika

Chitika

Total Tayangan Halaman