• Redaksi
  • Media Siber
  • Tentang
  • Kontak
  • Privasi
  • Disclaimer
  • Copyright
  • Index
Kamis, 15 Januari 2026
No Result
View All Result
TaslabNews.com - Tanjungbalai, Asahan, Labura, Batubara
27 °c
Kisaran
  • Home
  • Tanjungbalai

    Wakil Walikota Tanjungbalai Buka Pelatihan Fardhu Kifayah Bagi Siswa Siswi SMP Negeri

    Sat Lantas Polres Tanjungbalai, Atur Arus Lalu Lintas Pagi Hari 

    Sat Lantas Polres Tanjungbalai, Atur Arus Lalu Lintas Pagi Hari 

    Personel Sat Lantas Polres Tanjungbalai Gelar Patroli Blue Light

    Personel Sat Lantas Polres Tanjungbalai Gelar Patroli Blue Light

    Wali Kota Tanjungbalai Pimpin Rakorpem Awal Tahun

    Personel Polres Tanjungbalai Amankan Lalu Lintas

    Personel Polres Tanjungbalai Amankan Lalu Lintas

    Polres Tanjungbalai Perketat Keamanan Perbankan

    Polres Tanjungbalai Perketat Keamanan Perbankan

  • Asahan
    Sumantri,

    Kejatisu Diminta Turunkan Tim Tabur untuk Amankan Terpidana Asmuni DSA Marpaung

    Massa yang demi di kantor kejaksaan.

    Kasus Judi Sabung Ayam Oknum DPRD Asahan Diduga “di Peti Es Kan”

    Massa GARUDA “Kepung” Dinas Koperindag Asahan

    Massa GARUDA “Kepung” Dinas Koperindag Asahan

    Ilustrasi

    Ngaku Bisa Loloskan CPNS, Oknum ASN di Asahan di Polisikan

  • Labuhanbatu
  • Batubara
  • Sumut
  • Siantar-Simalungun
  • Tapanuli
  • Sibolga
  • Home
  • Tanjungbalai

    Wakil Walikota Tanjungbalai Buka Pelatihan Fardhu Kifayah Bagi Siswa Siswi SMP Negeri

    Sat Lantas Polres Tanjungbalai, Atur Arus Lalu Lintas Pagi Hari 

    Sat Lantas Polres Tanjungbalai, Atur Arus Lalu Lintas Pagi Hari 

    Personel Sat Lantas Polres Tanjungbalai Gelar Patroli Blue Light

    Personel Sat Lantas Polres Tanjungbalai Gelar Patroli Blue Light

    Wali Kota Tanjungbalai Pimpin Rakorpem Awal Tahun

    Personel Polres Tanjungbalai Amankan Lalu Lintas

    Personel Polres Tanjungbalai Amankan Lalu Lintas

    Polres Tanjungbalai Perketat Keamanan Perbankan

    Polres Tanjungbalai Perketat Keamanan Perbankan

  • Asahan
    Sumantri,

    Kejatisu Diminta Turunkan Tim Tabur untuk Amankan Terpidana Asmuni DSA Marpaung

    Massa yang demi di kantor kejaksaan.

    Kasus Judi Sabung Ayam Oknum DPRD Asahan Diduga “di Peti Es Kan”

    Massa GARUDA “Kepung” Dinas Koperindag Asahan

    Massa GARUDA “Kepung” Dinas Koperindag Asahan

    Ilustrasi

    Ngaku Bisa Loloskan CPNS, Oknum ASN di Asahan di Polisikan

  • Labuhanbatu
  • Batubara
  • Sumut
  • Siantar-Simalungun
  • Tapanuli
  • Sibolga
No Result
View All Result
TaslabNews.com - Tanjungbalai, Asahan, Labura, Batubara
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Beranda Tak Berkategori

Awas Jangan Sampai Dikonsumsi, 3 Merek Sarden Ini Mengandung Cacing

23 Maret 2018
di Tak Berkategori
0 0
4
Dilihat
Share ke FacebookShare ke WhatsApp
Beredar di Batam dan Jambi, Bagaimana di Daerah Anda?

TASLABNEWS, BATAM- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kepulauan Riau di Batam meminta masyarakat tidak cemas dengan penemuan cacing mati di kaleng kemasan ikan sarden.

BacaJuga

Pemkab Asahan Gelar Training of Trainers Simpul Jaringan Informasi Geospasial Kabupaten Asahan

Pemkab Asahan Gelar Training of Trainers Simpul Jaringan Informasi Geospasial Kabupaten Asahan

12 Desember 2025
Bupati Asahan Dukung Tabligh Akbar Yayasan Wakaf Hajjah Rohana

Bupati Asahan Dukung Tabligh Akbar Yayasan Wakaf Hajjah Rohana

3 November 2025
Wali Kota Tanjungbalai  Pimpin Upacara Peringatan Hari Santri Nasional 

Wali Kota Tanjungbalai  Pimpin Upacara Peringatan Hari Santri Nasional 

22 Oktober 2025
Sambut HUT RI ke-80, Pemkab Asahan Perkuat Budaya Gotong Royong dan Kepedulian Lingkungan

Sambut HUT RI ke-80, Pemkab Asahan Perkuat Budaya Gotong Royong dan Kepedulian Lingkungan

8 Agustus 2025
Penemuan tiga jenis sarden yang didalamnya mengandung cacing.
Penemuan tiga jenis sarden yang didalamnya mengandung cacing.

Menurut BPOM, ada tiga produk sarden kaleng yang mengandung cacing dan pihak BPOM sudah melakukan penarikan sarden kaleng tersebut kepada sejumlah importir.

“Di Batam ada tiga importir. Ketiga importir itu sudah kami minta untuk melakukan penarikan sarden cacing tersebut,” kata Kepala BPOM Kepri Yosef Dwi Irwan, Jumat (23/3).

 Tidak saja mengeluarkan surat perintah penarikan kepada importir, BPOM Kepri di Batam juga terus melakukan pengawasan terhadap ketiga sarden cacing itu. Yosef mengatakan, importir menyanggupi dalam kurun waktu tiga minggu produk-produk sarden cacing tidak lagi beredar di Kepri.

 “Kami berikan waktu satu bulan dari penarikan tiga merek sarden cacing ini dan pihak importir memastikan dalam waktu tiga minggu sudah tidak ada lagi sarden cacing beredar di Kepri,” ungkap Yosef.

“Kami minta warga tetap tenang dan memercayakan semua ini kepada BPOM Kepri dalam melakukan pengawasan penarikan sarden cacing ini,” ucapnya.

Hingga kini, sambung Yosef, hampir 50 persen sarden cacing ditarik importir. BPOM bekerja sama dengan Dinas Kesehatan memastikan produk sarden mengandung cacing tersebut 100 persen ditarik dari pasaran.

“Kami juga melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan kabupaten dan kota se-Kepri untuk membantu melakukan pengawasan hingga ke warung-warung kecil yang ada di lingkungan penduduk,” ucanya.

 “Kami melakukan pengawasan di hulu, teman-teman di Dinas Kesehatan melakukan pengawasan di hilirnya,” tambahnya.

Produk sarden yang mengandung cacing yakni sarden merek Farmerjack, IO, dan Hoki, yang terindikasi cacing berasal dari China. Namun, produk ini terdaftar di BPOM.

“Sarden (cacing ditemukan di) merek Farmerjack dengan nomor izin edar (NIE) BPOM RI ML 543929007175, nomor bets 3502/01106 35 1 356. Merek IO, NIE BPOM RI ML 543929070004, nomor bets 370/12 Oktober 2020. Lalu, merek Hoki, NIE BPOM RI ML 543909501660, nomor Bets 3502/01103/-,” ungkap Yosef.

Seharusnya, sambung dia, hal seperti ini tidak terjadi. Meski berasal dari China, tidak sedikit produk makanan dari China yang memiliki kualitas baik dan memiliki standardisasi internasional dan menggunakan proses sterilisasi pemanasan (thermal process).

“Secara umum, proses tersebut mampu mematikan siklus hidup Anisakis sp. Namun, protein alergen dari cacing berpotensi masih dapat bertahan sehingga produk itu berisiko terhadap konsumen yang memiliki sensitivitas alergen,” katanya.

“Namun, hal ini biasanya kecil kemungkinan terjadi jika kualitas bahan baku baik. Bisa jadi ketiga produk asal China ini menggunakan produk kurang baik sehingga muncul cacing dari makanan kemasan itu,” katanya lagi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dan pengujian, BPOM menemukan adanya cacing dengan kondisi mati pada produk makarel dalam saus tomat atau sarden kaleng berukuran 425 gram. Produk yang mengandung cacing ini tidak layak konsumsi. Bahkan, bagi konsumen yang sensitif dapat menyebabkan reaksi alergi (hipersensitifitas). (Baca juga:

BPOM terus memantau pelaksanaan penarikan dan pemusnahan serta meningkatkan sampling dan pengujian terhadap peredaran semua produk ikan dalam kaleng lainnya, baik produk dalam maupun luar negeri.

“Masyarakat diimbau untuk lebih cermat dan hati-hati dalam membeli produk pangan. Selalu ingat cek “KLIK” (kemasan, label, izin edar, dan kedaluwarsa) sebelum membeli atau mengonsumsi produk pangan,” kata Yosef.

Selain itu, masyarakat juga perlu memperhatikan kemasan dalam kondisi utuh, baca informasi pada label, pastikan memiliki izin edar dari BPOM, dan tidak melebihi masa kedaluwarsa.

Sementara di Jambi, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batanghari Jambi menemukan 3 kemasan kaleng (Sarden) produk impor berisikan cacing yang beredar di salah satu supermarket. Sarden yang berisi cacing merek Farmerjack itu ditemukan petugas saat melakukan sidak di wilayah Muaro Bulian, Kabupaten Batanghari, Jambi.

“Kalau untuk cacing yang kita temukan ini belum kita ketahui jenis apa, tetapi kita sudah berkoordinasi dengan pihak BPOM Jambi dalam penemuan ini,” ujar Kepala Dinkes Batanghari Jambi, Elfi Yennie kepada wartawan, Jumat (23/3).

Hasil temuan cacing itu setelah petugas mencurigai kaleng kemasan sarden impor yang beredar di supermarket sehingga kemudian diamankan petugas.

“Setelah dibawa dan dibuka di kantor, ternyata kita temukan cacing yang berada di daging ikan sarden itu,” terangnya.

Meski belum ada surat edaran dari Balai Pemeriksaan Obat Dan Makanan (BPOM) Jambi untuk melakukan pemeriksaan, pihaknya harus bergerak cepat untuk memeriksa produk-produk yang mencurigakan di berbagai supermarket.

“Dengan adanya temuan ini, nanti kita akan segera membuat surat edaran kepada seluruh minimarket dan toko sembako lainnya untuk tidak menjual sarden yang dilarang BPOM,” ujar Elfie.

Dirinya pun menghimbau, agar masyarakat berhati-hati memilih makanan kemasan kaleng.

Sementara itu, Kepala BPOM Jambi Ujang Supriatna mengatakan akan melakukan uji sample terlebih dahulu untuk mengetahui jenis cacing yang berada dalam kemasan kaleng Sarden Impor itu.

“Kita uji sample lagi, jenis apa cacing yang berada di dalam sarden yang diamankan petugas dinkes itu,”kata Ujang.

Ujang menyebutkan saat ini pihaknya juga masih melakukan sidak rutin di berbagai supermarket di provinsi Jambi untuk memeriksa makanan yang berbahaya ataupun yang tidak baik dikosumsi masyarakat.

“Dari informasi yang kita ketahui tadi, hanya satu toko supermarket yang kedapatan menjual kemasan kaleng sarden berisikan cacing itu, dan nanti setelah ini, kita akan berupaya menarik semua jenis sarden yang berisikan cacing itu di berbagai toko maupun supermarket yang ada di Jambi,” tukasnya.


Ini Penjelasan Bpom RI Tentang Temuan 
Cacing Pada Produk Ikan Kaleng

Sehubungan dengan beredarnya pemberitaan di media daring tentang cacing yang ditemukan dalam ikan makarel kemasan kaleng, BPOM RI memandang perlu memberikan penjelasan sebagai berikut:

1. BPOM RI telah berkoordinasi dengan dinas terkait di Provinsi Riau untuk melakukan penelusuran dan pemeriksaan guna memastikan adanya dugaan cacing dalam ikan makarel dalam kaleng.

2. Hasil pemeriksaan dan pengujian BPOM RI menemukan adanya cacing dengan kondisi mati pada produk ikan makarel dalam saus tomat dalam kaleng ukuran 425 gr, yaitu:

– Merek Farmerjack, nomor izin edar (NIE) BPOM RI ML 543929007175, nomor bets 3502/01106 35 1 356;
– Merek IO, NIE BPOM RI ML 543929070004, nomor bets 370/12 Oktober 2020; dan
– Merek HOKI, NIE BPOM RI ML 543909501660, nomor Bets 3502/01103/-.

3. BPOM RI telah memerintahkan kepada importir produk FARMERJACK, IO dan HOKI dengan bets tersebut di atas dari peredaran dan melakukan pemusnahan.

4. Produk yang mengandung cacing tidak layak dikonsumsi dan pada konsumen tertentu dapat menyebabkan reaksi alergi (hipersensitifitas) pada orang yang sensitif.

5. BPOM RI terus memantau pelaksanaan penarikan dan pemusnahan serta meningkatkan sampling dan pengujian terhadap peredaran bets lainnya dan semua produk ikan dalam kaleng lainnya baik produk dalam maupun luar negeri. (syaf/int)

Tags: HEADLINENasional
Berita Selanjutnya

Hiiii Serem, Pria Ini Foto dengan King Cobra "Raksasa"

Warga Labusel Ini Nyabu di Rumah Kosong

https://www.taslabnews.com/wp-content/uploads/2025/10/ads-asahan.mp4

Berita Terbaru

Bupati dan Wakil Bupati Batubara Hadiri Perayaan Natal ASN Forum Komunitas Kristen

Bupati dan Wakil Bupati Batubara Hadiri Perayaan Natal ASN Forum Komunitas Kristen

15 Januari 2026
Pengurus IWO Batubara Audiensi ke Kejari 

Pengurus IWO Batubara Audiensi ke Kejari 

15 Januari 2026
Kabid Koperasi: Dilarang Melanjutkan Pembangunan di Atas Lahan Eks KUD Maju Jaya

Kabid Koperasi: Dilarang Melanjutkan Pembangunan di Atas Lahan Eks KUD Maju Jaya

15 Januari 2026
Wakil Bupati Labura, H. Samsul Tanjung, menyerahkan plakat kepada AKBP Choky Sentosa Meliala sebagai bentuk penghargaan dan kenang-kenangan. 

Wakil Bupati Labura Hadiri Acara Pisah Sambut Kapolres Labuhanbatu

15 Januari 2026

Wakil Walikota Tanjungbalai Buka Pelatihan Fardhu Kifayah Bagi Siswa Siswi SMP Negeri

15 Januari 2026
Sat Lantas Polres Tanjungbalai, Atur Arus Lalu Lintas Pagi Hari 

Sat Lantas Polres Tanjungbalai, Atur Arus Lalu Lintas Pagi Hari 

15 Januari 2026
Personel Sat Lantas Polres Tanjungbalai Gelar Patroli Blue Light

Personel Sat Lantas Polres Tanjungbalai Gelar Patroli Blue Light

14 Januari 2026
Kedua tersangka kasus narkoba.

Miliki Sabu, Dua Pria Diringkus Polisi di Jalan Kutilang Tebingtinggi

14 Januari 2026
PD IWO Desak Bupati Batubara Untuk Tunda Pembaharuan HGU PT Socfindo 

PD IWO Desak Bupati Batubara Untuk Tunda Pembaharuan HGU PT Socfindo 

14 Januari 2026
Pascabencana di Sumut

Bupati Baharuddin Hadiri Rakor Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi

14 Januari 2026

TaslabNews.com adalah sebuah Portal Berita Online yang bisa akses kapanpun dan dimanapun meliputi daerah Asahan, Batubara, Labuhan Batu dan Kota Tanjungbalai

Daerah

  • Tanjungbalai
  • Asahan
  • Labuhanbatu
  • Batubara
  • Labura
  • Sumut
  • Simalungun
  • Sibolga
  • Tapanuli

Anggota Dari




  • Redaksi
  • Media Siber
  • Copyright
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Tentang

Hak Cipta © 2016 - 2025 PT. Taslab Media Pers. Dev. by Jorlang Web

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Tanjungbalai
  • Asahan
  • Labuhanbatu
  • Batubara
  • Sumut
  • Siantar-Simalungun
  • Tapanuli
  • Sibolga

Hak Cipta © 2016 - 2025 PT. Taslab Media Pers. Dev. by Jorlang Web