TASLABNEWS.com. Diberdayakan oleh Blogger.
AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215

BidVertiser

Loading...

Foto Mayat Berjaket Merah di Dasar Danau Toba Diyakini Bernama Dika Warga Binjai

TASLABNEWS, SIMALUNGUN- Hasil foto yang diperoleh tim gabungan Basarnar atas korban kapal tenggelam di Danau Toba dari robot bawah air yang diturunkan, terdapat 10 jenazah . Kapal juga terlihat masih utuh dan tidak pecah. Salah satu penampakan mayat di foto yang disampaikan Basarnas diduga telah dikenali adalah Dika, seorang bocah 9 tahun asal Binjai yang berada di kapal bersama enam anggota keluarganya yang lain.
Korban KM Sinar Bangun Dika semasa hidup foto bersama ibunya yang sudah terlebih dahulu ditemukan tewas di Perairan Tigaras Danau Toba.
Korban KM Sinar Bangun Dika semasa hidup foto bersama ibunya yang sudah terlebih dahulu ditemukan tewas di Perairan Tigaras Danau Toba.

Orang-orang mengenali Dika karena mengenakan jaket, celana panjang dan sepatu yang mirip dengan foto terakhir bersama ibunya, Fahrianty.

Mayat Fahrianty telah lebih dulu ditemukan, tepatnya pada hari Rabu (20/6).
Kemiripan ini antara lain diungkapkan oleh akun Facebook Winda.


Deputi Bidang Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas Brigadir Jenderal TNI Nugroho Budi Wiryanto, saat menggelar press release, Jumat (29/6) sekira pukul 08.20 WIB, di Pelabuhan Tigaras, Posko Basarnas mengatakan, ROV hanya dapat ‘melihat’ sampai jarak 2 meter.

“Kalau kapal tampak hitam saja, tetapi tali-talinya sudah tampak jelas. Kapalnya tak pecah, tapi utuh. ROV jarak pandangnya 2 meter. Jenazah para korban terpisah dari kapal,” kata Nugroho Budi.

Korban berada di kedalaman sekitar 455 meter di luar kapal. Sementara kapalnya ditemukan di kedalaman 420 meter.

“Jadi kapalnya di atas. Sedangkan jenazah korban berada di bawahnya. Posisinya tidak semuanya terpisah dari kapal,” tambahnya lagi.

Amatan kru koran ini di Pelabuhan Tigaras, Tim Basarnas Gabungan sudah berada di tengah perairan Danau Toba untuk melanjutkan upaya pencarian korban dan KM Sinar Bangun.

Rencananya, pihak Basarnas akan melakukan pengangkatan jenazah para korban dengan mempergunakan tali dan alat berat.

"Intinya kita angkat jenazah dulu. Kita meminta bantuan dari kementrian, lembaga lain serta swasta,” pungkasnya.


Menurutnya, Basarnas terus berupaya mencari korban KM Sinar Bangun di dasar Danau Toba, Sumatera Utara, tepatnya di kedalaman 450 meter. Namun pencarian ini menghadapi sejumlah kendala.

Salah satu alat pencarian, Remotely Operated Underwater Vehicle (ROV) atau robot bawah air tersangkut kabelnya. Kabel tersangkut diduga dengan tali-tali dari KM Sinar Bangun.

"Tersangkut dengan tali-tali kapal diduga KM Sinar Bangun. Melilit sama tali ROV ini," kata Kepala SAR Medan sekaligus Koordinator Tim Pencarian KM Sinar Bangun Budiawan saat dihubungi detikcom lewat telepon, Jumat (29/6).

Budiawan mengatakan, meski tersangkut ROV ini masih bisa berfungsi memberikan visual di dasar Danau Toba. Namun sayangnya, geraknya atau daya jelajahnya jadi sangat terbatas.

Budiawan mengatakan, dirinya belum mendapatkan informasi lanjutan apakah ROV yang kabelnya tersangkut ini sudah terlepas. Dia berharap kabelnya bisa lepas agar alat ini memaksimalkan upaya pencarian.

"Tapi dia mudah-mudahan juga masih bekerja. Kan nggak putus. Kalau terlepas bisa bergerak lagi ke mana mana. Ini kan terlilit, gerakannya jadi terbatas. Berbelit-belit kabelnya karena mencari korban," ucapnya.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Muhammad Syaugi sebelumnya juga menyampaikan sejumlah kendala dalam proses SAR korban KM Sinar Bangun di dasar Danau Toba ini. Selain kedalamannya yang mencapai 450 meter, jarak pandang juga sangat terbatas.

"Jadi lokasi penemuan itu berserakan kalau saya melihat kamera tersebut. Kapalnya sendiri belum terlihat, tapi talinya sendiri sudah terlihat karena keterbatasan, jarak pandang di dasar itu sangat pendek," kata Syaugi. (syaf/int)
Reaksi: 
SUMUT 387795561881329119
Beranda item