TASLABNEWS.com. Diberdayakan oleh Blogger.
AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215

BidVertiser

Loading...

Pekerjaan Perbaikan Pasar Teluk Nibung Berpotensi Kerugian Negara Rp80 Juta Lebih

TASLABNEWS, TANJUNGBALAI- Ternyata berdasarkan hasil pemeriksaan fisik tang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan atas pekerjaan peningkatan perbaikan pasar Teluk Nibung Rp1,477 miliar yang dilaksanakan CV Na, terdapat pekerjaan yang tidak dilaksanakan sebesar Rp6.929.991. 

M Rian dan buku pemeriksaan BPK.
M Rian dan buku pemeriksaan BPK.

Selain itu terdapat pekerjaan yang rusak senilai Rp76.307.532. Indikasi kerugian negara dalam pengerjaan proyek ini mencapai Rp80 juta lebih.

BERITA TERKAIT:
Hasil Temuan BPK, Pembangunan Pasar Teluk Nibung Rp1,477 Miliar Diduga Rugikan Negara
 Waduh Hasil Temuan BPK 16 Unit Kendaraan Dinas di Labura Dikuasai Pihak Lain
Wah Retribusi Sampah Rp120 Juta Lebih di Simalungun Jadi Temuan BPK

Itu dikatakan M Rian penerima mandatris GM Pekat IB Tanjungbakai M Rian Panjaitan kepada taslabnews.com, Sabtu (29/12/2018)/

Rian mengatakan, sesuai hasil temuan BPK Nomor: 64C/LPH/VXIII.MDN/08/2016 tanggal 29 Agustus 2016 pekerjaan tersebut berindikasi merugikan keuangan negara.

Rian menambahkan, dengan adanya temuan BPK maka sudah sewajarnya jika pihak kepolisian Polres Tanjungbalai atau pun kejaksaan untuk mengusut kasus ini.

Apa lagi sesuai hasil temuan BPK terdapat pekerjaan yang tidak dilaksanakan sebesar Rp6.929.991. Selain itu terdapat pekerjaan yang rusak senilai Rp76.307.532.

Artinya ada kerugian negara lebih dari Rp80 juta dalam pengerjaan proyek ini.

"Kita berharap polres dan jaksa jangan diam saja. Karena hasil temuan BPK ada indikasi kerugian negara mencaoai Rp80 juta lebih," ucap Rian.

Sebelumnya, Ketua GM Pekat IB Tanjungbalai Mahmuddin atau yang akrab dipanggil Kacak Alonso mengatakan, sesuai hasil temuan BPK yang ia lihat disebutkan bahwa pembangunan pasar Teluk Nibung yang dilakukan CV Na sesuai kontrak nomor:050/1141.a/Disberpas/2015 tanggal 22 oktober 2015 sebesar Rp1.477.545.000.

BERITA LAINNYA:
Ratusan Rumah Warga di Asahan Terendam
1 Wanita dan 5 Pria di Asahan Terjaring Razia, Hasil Tes Urine Positif Narkoba

Mahmuddin mengatakan, pengerjaan proyek di Dinas Kebersihan dan Pasar ini jangka waktu pengerjaanya selama 70 hari tepatnya sejak tanggal 22 Oktober 2015 hingga 30 Desember 2015.

Pelaksana pekerjaan diperpanjang selama 30 hari tepatnya sejak 31 Desember 2015 hingga 29 Januari 2016.

Adendum kontrak nomor:050/475/Disberpas/2015 tanggal 31 Desember 2015. Hanya saja berdasarkan hasil temuan BPK ditemukan indikasi pengerjaan proyek yang bisa merugikan negara.  (Syaf)

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

Google analytics

Translate

ADSENSE

Alexa Rank

Clicksor

SOLUSI ATASI ASAM LAMBUNG ANDA HUBUNGI 0812 6173 9320

SOLUSI ATASI ASAM LAMBUNG ANDA HUBUNGI 0812 6173 9320

ADNOW

loading...

Cithika

Chitika

Total Tayangan Halaman