SMS INTERAKTIF WARGA

Bagi Anda warga TANJUNGBALAI, ASAHAN, LABUHANBATU RAYA, BATUBARA, SIANTAR-SIMALUNGUN yang Punya Keluhan kepada Pemerintah dan Penegak Hukum, seperti jalan rusak, air macet, pencurian, sampah, peredaran narkoba, kesehatan, pendidikan, pertanian dll Hubungi kami di 0857 6772 2201, Kami akan coba sampaikan kepada yang bersangkutan
TASLABNEWS.com. Diberdayakan oleh Blogger.
AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215

BidVertiser

Loading...

Tak Disetor, Rp120 Juta Retribusi Sampah di Simalungun Berpotensi Rugikan Negara

TASLABNEWS, SIMALUNGUN-Ternyata pengelolaan retribusi sampah yang dilakukan Dinas Kebersihan Pemkab Simalungun sejak 16 Februari 2015 belum memiliki mekanisme atau oprasional standar. Akibatnya ada anggaran sebesar Rp120.953.000 yang berpotensi rugikan negara dan menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) cabang Sumatera Utara.

Buku hasil pemeriksaan BPK untuk Kabupaten Simalungun.
Buku hasil pemeriksaan BPK untuk Kabupaten Simalungun.

Itu dikatakan Ningsih, keoada taslabnews, Sabtu (29/12/2018). Menurut Ningsih, sesuai buku hasil temuan BPK nomor:54.B/LHP/XVIII.MDN/07/2016 tanggal 18 Juli 2016 disebutkan bahwa retribusi sampah kurang distor Rp120 juta lebih dan penerimaan dari 23 kecamatan berindikasi belum distor ke Dinas Kebersihan.

Ningsih mengatakan, hasil temuan BPK berdasatkan keterangan bendahara penerimaan kepada BPK retribusi pungutan sampah dilakukan oleh petugas pungut retribusi sampah di masing-masing kecamatan dari WR setiap bulan dan diterima bendahara setiap bulan secara tunai.

Berdasarkan pengujian atas penyetoran diketahui pendapatan pada tahun 2015 seharusnya Rp290.663.000. Hanya saja setoran yang diterima Rp213.071.000. Artinya ada kekurangan storan sebesar Rp77.592.000.

Sedangkan pada rahun 2016 ada 20 kecamatan yang tidak menyetor retribusi sampah sebesar Rp43.361.000.


Berdasarkan penjelasan bendahara kepada BPK ada Rp10 juta digunakan oleh bendahara penerimaan. Sedangkan sisanya Rp67.592.000 berada di UPTD dan petugas pengutip persampahan di kecamatan.

Dengan demikian terdapat pendapatan kurang setor Rp120.953.000 (Rp77.592.000 + Rp43.361.000).

Ningsih meminta kepada pihak kejaksaan dan kepolisian untuk mengusut kasus ini. (Syaf)

Posting Komentar

Beranda item

Translate

ADSENSE

Alexa Rank

Clicksor

SOLUSI ATASI ASAM LAMBUNG ANDA HUBUNGI 0812 6173 9320

SOLUSI ATASI ASAM LAMBUNG ANDA HUBUNGI 0812 6173 9320

ADNOW

loading...

Cithika

Chitika

Total Tayangan Halaman