Sementara informasi diperoleh, gempa bumi mengguncang Kota
Padangsidimpuan dan Kabupaten Tapanuli Selatan, Jumat (14/7). Gempa berkekuatan
5,5 SR yang terjadi pukul 08:25:16 WIB itu, menyebabkan sedikitnya 60 unit
rumah rusak. Dan, satu korban tertimpa reruntuhan.
Padangsidimpuan dan Kabupaten Tapanuli Selatan, Jumat (14/7). Gempa berkekuatan
5,5 SR yang terjadi pukul 08:25:16 WIB itu, menyebabkan sedikitnya 60 unit
rumah rusak. Dan, satu korban tertimpa reruntuhan.
Adalah Masitoh Ritonga, warga
Desa Sitaratoit, Kecamatan Angkola Barat, Kabupaten Tapsel, yang menjadi korban
tersebut. Namun, ia selamat dari reruntuhan bangunan rumahnya yang rusak akibat
gempa, kemarin.
Desa Sitaratoit, Kecamatan Angkola Barat, Kabupaten Tapsel, yang menjadi korban
tersebut. Namun, ia selamat dari reruntuhan bangunan rumahnya yang rusak akibat
gempa, kemarin.
Saat gempa, Masitoh tertimpa reruntuhan. Tak
berselang lama, Masitoh ditemukan anaknya lalu mendapatkan perawatan dari bidan
desa setempat. Dan akhirnya, dirawat di RSUD Kabupaten Tapsel, Sipirok.
berselang lama, Masitoh ditemukan anaknya lalu mendapatkan perawatan dari bidan
desa setempat. Dan akhirnya, dirawat di RSUD Kabupaten Tapsel, Sipirok.
(baca:https://www.taslabnews.com/2017/07/20-detik-diguncang-gempa-warga-tapsel.html)
(baca:https://www.taslabnews.com/2017/07/20-detik-diguncang-gempa-warga-tapsel.html)
Ditemui awak media ini, Masitoh ditemani
anaknya Zulfahmi Rambe (42), sambil menahan sakit akibat luka di kepala dan
kaki kanan, bercerita, pagi itu seperti pagi biasanya.
anaknya Zulfahmi Rambe (42), sambil menahan sakit akibat luka di kepala dan
kaki kanan, bercerita, pagi itu seperti pagi biasanya.
Ia memasak nasi di dapur. Lantas, ada
guncangan gempa yang cukup kuat. Kemudian, ibu yang tinggal di rumah bersama
tiga anak lajangnya, berlari menuju pintu untuk menyelamatkan diri. Namun, tiba
tiba bagian plafon rumah runtuh menimpanya.
guncangan gempa yang cukup kuat. Kemudian, ibu yang tinggal di rumah bersama
tiga anak lajangnya, berlari menuju pintu untuk menyelamatkan diri. Namun, tiba
tiba bagian plafon rumah runtuh menimpanya.
“Nauboto be sanga bia, (tak tau aku
lagi apa yang terjadi). Selanjutnya saya sudah diangkat oleh anak saya,”
ungkapnya.
lagi apa yang terjadi). Selanjutnya saya sudah diangkat oleh anak saya,”
ungkapnya.
Zulfahmi Rambe (42) menceritakan, ibunya
tinggal di rumah bersama 3 adiknya yang masih lajang (1 perempuan dua
laki-laki). Saat gempa menguncang, adik-adiknya berhamburan, bersama warga
lainnya.
tinggal di rumah bersama 3 adiknya yang masih lajang (1 perempuan dua
laki-laki). Saat gempa menguncang, adik-adiknya berhamburan, bersama warga
lainnya.
Beberapa saat kemudian, ketiga adiknya
tersadar tidak melihat ibunya. Kemudian, kembali bergegas mencari ke dalam
rumah yang sebagian sudah rusak akibat gempa. Dan, ibunya ditemukan di bawah
reruntuhan plafon rumah dan sedikit batubata.
tersadar tidak melihat ibunya. Kemudian, kembali bergegas mencari ke dalam
rumah yang sebagian sudah rusak akibat gempa. Dan, ibunya ditemukan di bawah
reruntuhan plafon rumah dan sedikit batubata.
“Selanjutnya, ibu dibawa ke bidan dan
langsung ditangani,” sebut Zulfahmi.
langsung ditangani,” sebut Zulfahmi.
Atas saran Camat Angkola Barat Maruhum Hot
Taufik, ibunya dibawa ke RSUD Kabupaten Tapsel di Sipirok untuk memastikan luka
yang dialaminya akibat musibah tersebut. “Alahmdulillah, sudah ditangani
dengan baik,” pungkasnya. (syaf/int)
Taufik, ibunya dibawa ke RSUD Kabupaten Tapsel di Sipirok untuk memastikan luka
yang dialaminya akibat musibah tersebut. “Alahmdulillah, sudah ditangani
dengan baik,” pungkasnya. (syaf/int)






























