SMS INTERAKTIF WARGA

Bagi Anda warga TANJUNGBALAI, ASAHAN, LABUHANBATU RAYA, BATUBARA, SIANTAR-SIMALUNGUN yang Punya Keluhan kepada Pemerintah dan Penegak Hukum, seperti jalan rusak, air macet, pencurian, sampah, peredaran narkoba, kesehatan, pendidikan, pertanian dll Hubungi kami di 0857 6772 2201, Kami akan coba sampaikan kepada yang bersangkutan
TASLABNEWS.com. Diberdayakan oleh Blogger.
AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215AYO PASANG IKLAN ANDA DI SINI, Hubungi 0812 6062 3215

BidVertiser

Loading...

3 Universitas Jepang Tertarik Teliti Penemuan Cacing Pita di Simalungun

TASLABNEWS, SIMALUNGUN- Penemuan endemi penyakit cacing pita (taeniasis) di Simalungun membuat tiga universitas di Jepang tertarik untuk melakukan penelitian. Pasalnya kasus penemuan tersebut merupakan kasus terbesar di dunia.


Ketiga universitas dari Japan tersebut, diantaranya adalah Department Of Parasitology,  Asahikawa Medical University, Laboratory of Veterinary Parasitology, Joint Faculty of Veterinary Medicine Yamaguchi University, Center of Human Evolution Modelling Research, Primata Research Institute, Kyoto University, Kyoto, Japan.

Cacing pita yang ditemukan dari dalam perut warga Simalungun.
Cacing pita yang ditemukan dari dalam perut warga Simalungun.


"Selain tiga universitas Japan, ada empat universitas di Indonesia yang turut dalam penelitian tersebut," ucap Ketua Tim Peneliti Cacing Pita FK UISU, DR Umar Zein, Senin (26/3).

DR Umar Zein mengatakan bahwa pihaknya bersama peneliti dari ketiga universitas dari Japan dan bebebrapa Universitas asal Indonesia, yakni Departemen Parasitologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana, Bali, Departemen Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, Malang, dan Direktorat Pascasarjana Universitas Sari Mutiara Medan serta Departemen Farmakologi FK Universitas Methodist Indonesia Medan, menyebutkan bahwa tim telah selesai melakukan pemeriksaan molekuler terhadap empat sampel cacing pita asal Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara termasuk draft artikel ilmiah.

BACA BERITA TERKAIT:

http://www.taslabnews.com/2017/10/hiiii-ada-cacing-pita-28-meter-di-tubuh.html
"Artikel tersebut dikirim ke WHO guna melanjutkan proses penelitian atas penemuan endemi taeniasis di Simalungun. Sembari menunggu dukungan dari WHO, tim FK UISU akan kembali turun kelokasi yang sama dimana tempat pertama kali ditemukan cacing pita di kecamatan Silau Kahaean di Simalungun," katanya.

Umar Zein yang baru saja mendapatkan penghargaan dosen berprestasi dari UISU ini, mengungkapkan bahwa ada tim yang ikut serta diantaranya, Kyoto University, Kyoto, Japan (Prof.Munehiro Okamoto), University, Asahikawa University (Prof.Akira Ito) dan University, Yamaguchi, Japan (Prof. Tetsuya Yanagida) sedangkan Universitas Udayana, Bali (Dr. Kadek Swastika), Universitas Brawijaya, Malang (Prof.Teguh Wahyu Sarjono), Universitas Sari Mutiara Medan (Dr.Toni Wandra) dan Universitas Methodist Indonesia Medan (Prof Hadyanto Lim). (syaf/int)
Siantar-Simalungun 298464582925986628
Beranda item

Translate

ADSENSE

Alexa Rank

Clicksor

SOLUSI ATASI ASAM LAMBUNG ANDA HUBUNGI 0812 6173 9320

SOLUSI ATASI ASAM LAMBUNG ANDA HUBUNGI 0812 6173 9320

ADNOW

loading...

Cithika

Chitika

Total Tayangan Halaman