TASLABNEWS, ASAHAN– Masih ingat kasus ikan paus yang terdampar di perairan Asahan beberapa waktu lalu. Paus itu akhirnya mati.
Ikan paus yang terdampar di perairan laut Asahan tepat nya di Desa laut Kecamatan Silo Laut Kabupaten Asahan selama seminggu terombang ambing dan sempat terdampar di Pantai Silo Baru.
Kepada wartawan, Kepala Bidang Penanganan Pemerintah Kabuputen Asahan Tomy, Minggu (12/1/2020) mengatakan, pada 8 Januari 2020 sejumlah nelayan yang berasal dari Desa Silo Baru, Kecamatan Silau Laut, Kabupaten Asahan dikejutkan dengan penemuan seekor ikan paus pada jarak 2 mil dari pantai Silo Baru, perairan Asahan.

“Saat ditemukan Ikan Paus berwarna hitam itu sudah dalam keadaan lemah. Tak ingin makhluk raksasa itu mati, setelah air kembali pasang, sejumlah nelayan lalu menggiring ikan paus itu menuju laut lepas,” kata Kepala Bidang (Kabid) Penanganan Dinas Perikanan dan Kelautan Asahan, Tomy.
Lebih lanjut, Ia pun mengatakan, ikan dengan panjang 6 meter dengan berat mencapai 20 ton itu justru didapati petugas telah dalam kondisi mati.
BERITA SEBELUMNYA:
Nelayan Selamatkan Paus yang Terdampar di Pantai Silo Baru Asahan, Ini Videonya
“Hari ini ikan paus yang terdampar, ditemukan kemarin, sudah dalam keadaan mati, dan mamalia raksasa itu pada Sabtu hari ini akan dievakuasi kembali ke laut lepas setelah sehari sebelumnya ditemukan nelayan tradisional terdampar di pinggir laut,” jelasnya.
Tomy juga menyampaikan, saat ini petugas masih menyelidiki penyebab pasti kematian dari mamalia raksasa itu.
“Dugaan sementara, akibat dehidrasi,” ucapnya.
Selain itu, Tomy menyebutkan langkah yang diambil oleh tim gabungan yang terdiri dari Dinas Perikanan dan Kelautan Asahan, Lanal Tanjungbalai Asahan dan Polisi Air terhadap bangkai mamalia raksasa tersebut yaitu akan membiarkan di lokasi tersebut.
“Ada tiga opsi terhadap bangkai ikan paus ini. Ditenggelamkan, dikubur atau dibakar. Tapi melihat situasi, kemungkinan akan diambil opsi menenggelamkan ikan paus itu ke laut,” pungkasnya.
Sementara itu pemerintah Desa, Kepala Desa Silo Baru, Ahmad Sofyan menghimbau kepada seluruh masyarakat Desa Silo Baru,desa Pematang Sei Baru dan sekitarnya dengan adanya bangkai ikan paus di perairan Asahan didepan sei gedabu agar menghindari bangkai tersebut dikarenakan untuk menghindari terjangkitnya bakteri dan penyakit. Dikhawatirkan perut ikan paus itu akan meledak dengan kekuatan yang luar biasa.
Saat ini tim Badan Konservasi sumber daya Alam (BKSDA) lagi melakukan pencegahan dan pengawasan. (Pkc/int/syaf)





























