TASLABNEWS, MEDAN-
Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Muhammad Bobby Afif Nasution, mengajak Pramuka Sumut untuk berperan dalam perang melawan narkoba dan tetap optimis mencapai Indonesia Emas pada tahun 2045.
Hal itu disampaikan Bobby pada kegiatan pengukuhan dan pelantikan Mabida, Kwarda dan LPK Gerakan Pramuka Sumut periode 2025-2030 di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Sabtu (22/11/2025).

“Narkoba di Sumut menduduki peringkat pertama secara nasional dari 38 provinsi. Namun ini adalah peringkat yang tidak dibanggakan dan tidak diinginkan, ini mengindikasikan adanya permasalahan serius. Kehadiran Pramuka dan Kwarda yang dilantik diharapkan dapat memfokuskan penyelesaian masalah narkoba di Sumut,” kata ka Bobby.
Ka Bobby berharap Pramuka dapat berkontribusi dalam membebaskan Sumut dari penyalahgunaan narkoba. Menurutnya, upaya pencegahan harus dimulai dengan memastikan anak-anak tidak terjerumus atau tertarik pada narkoba.
“Tantangan Pramuka hari ini cukup berbeda. TNI-Polri sudah bekerja keras memberantas penyalahgunaan narkoba, tetapi gerakan dasar yang perlu dilakukan adalah bagaimana anak-anak kita tidak terindikasi narkoba. Ini merupakan salah satu gerakan Pramuka yang harus dilakukan secara masif dan bersama,” ucapnya.
Ia menegaskan waktu yang tersisa untuk mencapai cita-cita besar bangsa Indonesia menjadi negara maju pada tahun 2045 tidaklah panjang, terlebih dengan cepatnya perjalanan usia muda.
“Target Indonesia Emas 2045 yang diprediksi oleh lembaga global akan menempatkan Indonesia di jajaran 4 atau 5 besar kekuatan ekonomi dunia. Untuk mencapai cita-cita besar tersebut, khususnya dalam periode 2025 hingga 2030, masyarakat Sumut yang baru saja dilantik memegang peran yang sangat penting,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sumut, Dikky Anugerah Panjaitan, menegaskan posisi pihaknya hari ini bukan sekadar amanah jabatan, tetapi merupakan kekuatan moral dan energi perubahan.
“Hari ini kita berdiri bukan hanya sebagai pengurus, bukan sebagai anggota organisasi. Ketika kami diberi amanah, kami sadar ini bukan jabatan untuk berbangga diri. Ini adalah tugas untuk melayani, merangkul, dan menggerakkan Pramuka agar hadir di tengah masyarakat sebagai kekuatan moral, energi perubahan, dan teladan kebaikan,” ucap ka Dikky.
Ka Dikky menambahkan Sumut merupakan tanah yang luar biasa, tanah keberagaman yang hidup berdampingan, tanah tempat lahirnya pejuang dan pemimpin nasional, serta generasi muda yang penuh daya juang.
“Tantangan zaman tidak semakin mudah. Generasi muda kita menghadapi tantangan global, gempuran teknologi, derasnya arus informasi, dan persaingan ketat,” tuturnya
Ka Dikky juga menegaskan Sumut tidak hanya membutuhkan generasi yang cerdas, tetapi juga generasi berkarakter ksatria. Untuk itu, ia menyebut kehadiran Pramuka sebagai agen perubahan dalam menyongsong kemajuan Indonesia di masa depan.
“Di sinilah Tri Satya dan Dasa Dharma dihidupkan, bukan sebagai teks buku saku, tetapi sebagai napas perbuatan dan jalan pengabdian,” ucapnya.
Mengakhiri pernyataannya, ka Dikky menegaskan komitmen Pramuka Sumut di bawah kepemimpinannya untuk mendukung setiap program kerja Pemerintah Provinsi Sumut.
“Dengan penuh rendah hati, kami mendukung program Pemprovsu dengan jargon Kolaborasi Sumut Berkah. Ini bukan jargon, tetapi cara bergerak, bekerja, dan berbuat dengan semangat kolaborasi,” katanya. (Edi/syaf)






























