TASLABNEWS, ASAHAN-Pengawas /Scurty PT BSP Tbk Kisaran menjadi korban penganiayaan brutal yang dilakukan oleh kelompok orang pengarap lahan perkebunan Kuala Piasa Eatet PT BSP Tbk Kisaran.
Peristiwa itu terjadi, Rabu (25/2/2026). Awalnya pihak keamanan PT BSP Tbk Kisaran mendapat laporan pihak pengarap melakukan panen Tandan Buah Segar (TBS). Saat akan di konfirmasi pihak pengarap melakukan perlawanan.

“Para pengarap melakukan perlawanan saat kami datangin, bahkan mereka melakukan propokasi pengeroyokan terhadap karyawan PT BSP Tbk Kisaran,” terang Muslim Saragi Kepala Scurty PT BSP Tbk Kisaran, Kamis (26/2/2026).
“Jelas mereka para penggarap melakukan pencurian di lahan PT BSP Kisaran,” lanjutnya.
Akibat kejadian tersebut korban penganiayaan harus mendapatkan perawatan yang serius oleh pihak RS.
Informasi diperoleh,
Muslim Saragih merupakan Security Head (Kepala Security). Selain Muslim, ada juga sejumlah karyawan PT BSP yang menjadi korban yakni Robin Gopur Jabatan Estate Manager Kuala Piasa, Agam M Arifin Jabatan Katim Unit K9 dan Zulfan Jabatan Katim Patroli Security.
Akibat luka yang dialaminya, Muslim dilarikan ke rumah sakit (RS) Katarina Kisaran untuk mendapat perawatan medis.
Kondisinya kini membaik, namun masih trauma berat akibat kejadian tersebut. Sementara kasusnya sudah di laporkan ke Polres Asahan.
Yudha Andreko SH Maneger SSL (Sosial, Security & Legal) PT BSP Tbk Kisaran mengutuk keras aksi kekerasan yang di alami oleh karyawan PT BSP.
Ia menyebutnya sebagai tindakan kekerasan terencana. Serangan terhadap karyawan /Scurty PT BSP dianggap sebagai upaya intimidasi terhadap kegiatan pengelolaan yang sah secara hukum.
“Kami mendesak aparat untuk menindak tegas para pelaku. Ini bukan insiden kecil. Para pelaku sudah berlebihan bahkan melanggar hukum dan perjanjian yang sudah di sepakati bersama,” ucap Yudha.
“Kami sudah menyerahkan bukti dan laporan lengkap ke Polres Asahan, saksi mata lengkap dengan bukti visual dan kronologi kejadian,” ucapnya. (Edi/syaf)

























