TEBINGTINGGI, TASLAPNEWS. COM-STAI Al-Hikmah Kota Tebingtinggi diduga menyelewengkan dana Program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K), yang merupakan bantuan pemerintah yang seharusnya diperuntukan kepada keluarga Prasejahtera.
Dugaan penyelewengan yakni, dimana penerima bantuan di tentukan pihak sekolah, bahkan mahasiswa yang dapat KIP-K harus mengikuti peraturan yang di buat sekolah, salah satunya mahasiswa yang menerima bantuan KIP-K harus ikut bersekolah di luar Yayasan.

Beberapa mahasiswa yang menerima bantuan KIP-K (Bidik Misi) harus putus sekolah di karena di putus bantuannya secara sepihak oleh STAI Al-Hikmah Tebingtinggi, salah satunya MRF keluarga Prasejahtera dan sudah menjadi anak yatim dari tahun 2017, harus putus sekolah serta impiannya menjadi sarjana pun punah karena tidak punya biaya.
MRF harus di putus bantuannya oleh pihak sekolah karena tidak mau bersekolah selain di STAI Al-Hikmah, karena mahasiswa yang menerima bantu harus menuruti peraturan yang di buat pihak sekolah, salah satunya harus bersekolah lagi Sekolah UNISU (Universitas Insaniah Sumatra Utara) yang belum jelas keberadaan sekolahnya.
“Bantuan ku di putus karena saya tidak mau ikut belajar di sekolah Universitas Insaniah Sumatra Utara (UNISU), sudah dari awal tahun 2025 kami yang dapat bantuan di paksa masuk belajar di situ, sudah banyak kawan kami yang putus sekolah dari Al Hikmah karena bantuan nya di putus sepihak dari sekolah” kata MRF Rabu (25/02/2025) kepada wartawan.
Bidang Bantuan KIP-K di STAI Al Hikmah Tebingtinggi ada tiga orang Riska Rahmayani, Vera dan M. Al Khawarizmi Harahap, posisi ketiganya adalah Riska sebagai ketua bantuan Vera sebagai Admin dan M. Al Khawarizmi Harahap sebagai Operator sekaligus staf kepercayaan Ketua STAI Al-Hikmah H. Ficki Padli Pardede
Dari posisi ini, kuat dugaan Aris sapaan sehari-hari M. Al Khawarizmi Harahap, yang juga guru P3K SD negeri 166393 di kota Tebingtinggi, memiliki peran kuat dalam bantuan KIP-K atau BidikMisi.
Jika terbukti dugaan STAI Al-Hikmah menyelewengkan dana Bantuan KIP-K (Bidik Misi) maka Aris memiliki peran kuat dalam penyelewengan dana.
Ketika wartawan konfirmasi ke STAI Al-Hikmah Kota Tebingtinggi yang beralamat di Jalan Deblot Sundoro, Kota Tebingtinggi, Senin 23/02/2026, terkait mahasiswa di paksa ambil uang ke bank dan uang di ambil kembali pihak sekolah Riska tidak berani memberi keterangan sebelum Aris hadir bersamanya.
Ketika Aris datang baru Riska berani memberi keterangan kepada wartawan.
Riska membenarkan bahwa dia bersama MRF ke bank Mandiri Tebingtinggi untuk mengambil uang yang masuk di rekening MRF lalu yang tersebut di ambil pihak sekolah.
“Saat itu memang saya mengambil kembali uang yang sudah ditarik MRF di Bank Mandiri, karena penerima KIP-K sudah dialihkan ke nama lain, kemudian uang tersebut saya serahkan kepada bendahara yayasan”, ucapnya Riska di depan Aris
Bahkan waktu pihak sekolah bertemu perwakilan keluarga MRF pada Selasa 24/02/2026, pihak sekolah yang di wakili Riska dan M. Al Khawarizmi Harahap (Aris) di salah satu Cafe di kota Tebingtinggi, pihak keluarga minta bertemu dengan ketua STAI Al-Hikmah Kota Tebingtinggi.
Namun Aris mengatakan “Sama saya saja, sama saja nya itu” kata Aris.
Kuat dugaan peran Aris sangat kuat di sekolah dan urusan bantuan, seolah-olah Aris lah yang memiliki tanggung jawab penuh.
Hal itu menjadi tanda tanya, siapa sebenarnya M. Al Khawarizmi Harahap dan apa jabatan nya di sekolah dan Apa hubungannya dengan Ketua STAI Al-Hikmah Kota Tebingtinggi H. Ficki Padli Pardede. (imr/syaf)



























