TASLABNEWS, TANJUNGBALAI – Wakil Wali Kota Tanjungbalai, Muhammad Fadly Abdina menilai Festival Lancang Samudera telah sukses mengangkat kembali tradisi Melayu pesisir yang hampir punah.
Hal itu diungkapkannya pada saat mewakili Wali Kota Tanjungbalai menutup kegiatan Festival Lancang Samudra yang telah digelar selama dua hari pada 11–12 April 2026 di Balai di Ujung Tanjung, Kelurahan Indra Sakti, Kecamatan Tanjungbalai Selatan, Kota Tanjungbalai pada hari Minggu (12/4/26) malam.

Wakil Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Fadly Abdina dalam sambutannya mengucapkan titip salam dari Wali Kota Tanjungbalai yang berhalangan karena adanya urusan dinas. Katanya, Wali Kota juga sangat mengapresiasi kegiatan Festival Lancang Samudra dan senantias akan mendukung seluruh kegiatan pisitip dari anak muda Tanjungbalai apalagi tentang budaya yang sudah hilang dan ditimbulkan kembali.
Muhammad Fadly Abdina juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bersusah payah melaksanakan serta menyukseskan acara Festival Lancang Samudra, yang mana sebelumnya juga telah sukses melaksanakan kegiatan ‘Batalangke’.
“Kami cukup bangga dengan ide anak anak Tanjungbalai dengan mengadakan Festival Lancang Samudra karena bisa tercatat di dalam google yang mana nantinya bisa dilihat semua orang luar dari Kota Tanjungbalai tentang Festival Lancang Samudra ini.
Festival Lancang Samudera merupakan sebuah perhelatan seni dan budaya yang berfokus pada pelestarian tradisi masyarakat Melayu pesisir. Festival ini bertujuan mengingatkan kembali kekayaan tradisi Melayu yang telah lama hidup dan berkembang di Kota Tanjungbalai, khususnya budaya masyarakat pesisir Asahan seperti ritual penaburan bibit ikan dan ritual tabur jala yang sarat makna kearifan lokal”, ujar Wakil Wali Kota Tanjungbalai, Muhammad Fadly Abdina.
Ia juga berharap, kiranya kegiatan serupa dapat dilaksanakan kembali pada tahun-tahun berikutnya, karena dinilai sangat potensial untuk dijadikan sebagai agenda rutin, bahkan bisa dikembangkan menjadi kegiatan harian dengan berbagai penampilan adat dan budaya. Nantinya juga, lanjutnya, dapat menarik pengunjung baik dari warga lokal Tanjungbalai dan Asahan tetapi juga dari luar daerah sembari menikmati juga dapat menikmati pasar terapung, berbelanja, hingga berkeliling Sungai Asahan menggunakan sampan nelayan.
“Festival Lancang Samudera diharapkan akan menjadi salah satu ikon budaya yang tidak hanya melestarikan tradisi, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat serta memperkuat identitas Tanjungbalai sebagai kota budaya Melayu pesisir”, pungkas M Fadly Abdina.
Sebelumnya, Rifki Arnol selaku Ketua Panitia Pelaksana Festival Lancang Samudra dalam laporannya mengatakan, bahwa Festival Lancang Samudera tidak hanya mengangkat aspek budaya, tetapi juga mendorong nilai ekonomi masyarakat melalui kehadiran bazar UMKM dan pasar terapung. Katanya, melalui kegiatan budaya tersebut, mereka mencoba mengangkat potensi ekonomi Kota Tanjungbalai.
“Kita memiliki aliran Sungai Asahan yang mengelilingi Kota Tanjungbalai dan ini harus dimanfaatkan, termasuk Balai di Ujung Tanjung yang berpotensi menjadi destinasi wisata budaya Melayu pesisir. Selain sebagai ajang hiburan dan promosi budaya, festival ini juga menjadi bentuk rasa syukur masyarakat pesisir terhadap hasil laut.
Saya berharap pemuda-pemudi bisa ikut serta dalam mengangkat dan mengenalkan budaya Melayu ke masyarakat luas. Saya juga siap mendukung dan berbagi pengetahuan bagi generasi muda yang ingin terlibat dalam kegiatan kebudayaan”, ungkap Rifki Arnol.
Rifki juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Tanjungbalai atas dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut. Ia berharap, ke depan ini, Festival Lancang Samudera dapat digelar lebih besar dan melibatkan lebih banyak generasi muda. (Ign/syaf)






























