Dirinya akan menjalani karantina pada tanggal 10 Januari sampai Mei 2017, apabila bertahan sampai Grand Final di PT Indosiar Visual Mandiri jalan Damai No. 11 Daan Mogot Jakarta Barat.
Intan Baiduri, warga Kabupaten Batubara, anak kelima dari enam bersaudara pasangan dari Alm. Bahrum dan Halima, yang menuntut ilmu di STMIK Royal Kisaran, berhasil mencatatkan dirinya dari 10.000 peserta yang mengikuti audisi Dangdut Academy 4 di salah satu TV Swasta Nasional Indosiar berhasil lolos peringkat 35 besar se-Indonesia.
Capaian mahasiswi STMIK Royal Kisaran membuat deretan panjang nama perguruan STMIK Royal Kisaran berhasil menjadi buah bibir pembicaraan dari beberapa prestasi anak didik yang meraih prestasi cukup membanggakan.
Atas keberhasilan itu, Ketua Yayasan Pendidikan Royal Teladan Asahan, Anda Putra Lubis SE MMA didampingi Rizki Fauziah SSos M Kom sebagai bendahara yayasan, beserta para dosen dan seluruh civitas akademika siap mendukung dan membantu Intan Baiduri dengan mengirimkan voter sms sebanyak-banyaknya.
Ada sekitar 3000-an mahasiswa STMIK dan AMIK Royal Kisaran serta warga Kisaran yang berada di Jakarta.
Demikian dikatakan Anda Putra Lubis SE MMA, kepada wartawan, Senin (9/1) di ruangannya jalan Prof MH Yamin Kecamatan Kisaran Timur Kabupaten Asahan.
Menurutnya, kita mendapat surat resmi dari Indonesia Entertainmet Produksi yang ditandatangani Maria E Febryani selaku Director Production Operation & Services IEP, yang menyatakan salah satu mahasiswi kita atas nama Intan Baiduri jurusan Sistem Komunikasi lolos tahap audisi dan akan menjalani karantina di PT. Indosiar Visual Mandiri dalam rangka mengikuti Dangdut Academy 4, yang ditayangkan melalui TV Swasta Nasional Indosiar.
Masih dari Anda, dirinya merasa bangga dan mendukung atas keberhasilan Intan yang mencatatkan dirinya masuk 35 besar dari 10.000 peserta seluruh Indonesia yang mengikuti audisi Dangdut Academy 4.
“Ini merupakan suatu kehormatan besar bagi mahasiswi kami dan perguruan tinggi STMIK Royal Kisaran. Maka kami segenap civitas akademika STMIK Royal Kisaran siap mendukung Intan Baiduri baik moril maupun materiil,” terangnya.
Sebagai bentuk dukungan, mereka telah bekerjasama dengan para dosen dan guru pembimbingnya serta Wakil Ketua III untuk mengorganisir seluruh mahasiswa dan mahasiswi baik STMIK Royal maupun AMIK Royal Kisaran, untuk mendukungnya melalui voting sms, agar Intan Baiduri terus melaju ke babak grand final.
“Bahkan kalau Intan Baiduri masuk ke grand final, saya akan datang ke Jakarta sebagai bentuk dukungan secara nyata,” bebernya.
Lebih lanjut dikatakannya, dukungan Ketua Yayasan Pendidikan Royal Teladan Asahan bukan hanya kepada Intan Baiduri, tetapi kepada seluruh mahasiswa dan mahasiswi yang menuntut ilmu, baik di AMIK Royal maupun STMIK Royal Kisaran. “Dalam berbagai ajang kompetisi, kita siap mendukungnya kapan saja dan dimana saja. Maka kami berpesan kepada seluruh mahasiswa dan mahasiswi, berprestasilah setinggi langit, kita akan setia tetap mendukung mereka,” ungkapnya.
Di tempat yang sama, Rizki Fauziah SSos M Kom sebagai bendahara yayasan mengatakan, harapan kita semua agar Intan Baiduri diberikan kekuatan serta mental yang kuat agar mengukir namanya masuk grand final Dangdut Academy 4. “Maka kami mohon doa restu dari masyarakat Asahan, Batubara dan umumnya Sumatera Utara,” ujarnya.
Untuk memberikan motivasi kepada Intan Baiduri sekaligus melepas keberangkatannya, ujar Rizki, mereka siap mendukung dan mengerahkan ratusan supporter yang ada di Jakarta melalui K3 (Kerukunan Keluarga Besar Kisaran) untuk mendukung Intan Baiduri.
Lebih lanjut dikatakannya, selain itu bentuk dukungan dari Yayasan Pendidikan Royal Teladan Asahan, baik dalam bentuk moril maupun materiil.
“Kita akan mendukungnya dengan sepenuh hati agar Intan Baiduri menuju grand final Insya Allah berjalan mulus,” ungkap putri Ketua Yayasan Pendidikan Royal Teladan Asahan ini.
Sementara itu Ketua STMIK Royal Kisaran, Dr. H. Muh. Saleh Malawat SE MMA didampingi Dosen Pembimbing Intan Baiduri, Sudarmin M.Kom mengatakan, Intan Baiduri ini, bukan hanya pandai mendendangkan lagu dangdut tetapi dia mahasiswi yang pintar di STMIK Royal Kisaran.
“Hal itu terlihat dari IPK di atas 3,” ujarnya.
Lebih lanjut dikatakannya, mereka yakin berkat dukungan Ketua dan bendahara yayasan, serta civitas akademika STMIK Royal Kisaran dan segenap mahasiswa mahasiswi STMIK Royal Kisaran dan warga Kabupaten Asahan, Batubara serta Provinsi Sumatera Utara, Intan akan melenggang ke babak grand final.
Di tempat yang berbeda, Intan Baiduri mengatakan, dirinya merasa tersanjung dan gembira setengah mati dapat lolos audisi dan masuk karantina Dangdut Academy 4 Indosiar setelah bersaing dengan 10.000 peserta seluruh Indonesia dan menduduki peringkat 35 besar.
“Ini semua berkat doa ibu dan civitas akademika STMIK Royal Kisaran,” ujarnya.
Masih dari Intan, tak pernah terbayangkan oleh dirinya bisa dapat bersaing pada kompetisi Dangdut Academy 4. “Namun itu semua berkat dorongan orang-orang yang mencintai saya dan kerja keras serta pantang menyerah demi mengharumkan STMIK Royal Kisaran serta masyarakat Batubara,” bebernya.
Lebih lanjut dikatakannya, atas semua dukungan yang diberikan membuat motivasi saya semakin percaya diri.
“Namun saya mohon dukungan doa semua warga Asahan dan Batubara serta Provinsi Sumatera Utara semoga dapat memberikan yang terbaik pada Dangdut Academy 4,” ungkapnya.
Intan Baiduri anak kelima dari 6 bersaudara ini adalah seorang yang low profile. Ia menyukai baju warna hitam dan senang memakan gulai kelongtong yaitu makanan khas Kabupaten Batubara campuran antara kepah dengan sambal belacan yang digulai lemak.
Karirnya mencapai masuk audisi Dangdut Academy 4. Apabila dia bisa menembus grand final, ini merupakan sejarah baru pada perjalanan hidupnya yang selama ini ditekuninya dengan kerja keras dan pantang menyerah, baik dalam kuliah maupun menggapai cita-citanya. (mar/syaf/ma/int)






























