RANTAU- Manja Khairunisa (14), pedagang kios
kelontong di kawasan Jalan Perisai Rantauprapat ini harus menanggung rugi.
Pasalnya, dia menjadi korban penipuan seorang pembeli yang bertransaksi
menggunakan uang palsu pecahan Rp50 ribu.
kelontong di kawasan Jalan Perisai Rantauprapat ini harus menanggung rugi.
Pasalnya, dia menjadi korban penipuan seorang pembeli yang bertransaksi
menggunakan uang palsu pecahan Rp50 ribu.
Warga menunjukkan pecahan uang palsu Rp50 ribu.
Informasi dihimpun, pada pada Jum’at (14/7) sekitar pukul
09.00 WIB, Manja sedang menjaga kios di sekitaran rumahnya. Ia kedatangan
seorang pria tak dikenal, yang ingin membeli sebungkus deterjen untuk mencuci
mobil.
09.00 WIB, Manja sedang menjaga kios di sekitaran rumahnya. Ia kedatangan
seorang pria tak dikenal, yang ingin membeli sebungkus deterjen untuk mencuci
mobil.
Dari dalam kiosnya, Manja pun memberikan sebungkus deterjen
seharga Rp5 ribu kepada pria mengenakan kemeja kotak-kotak dan menyandang tas
kecil tersebut. Kemudian, pria yang diperkirakan berusia 20 tahun itu
mengeluarkan selembar uang pecahan Rp50 ribu, dan membayarkannya kepada Manja. Karena
sama sekali tak curiga uang yang diberikan itu adalah uang palsu, Manja pun
lantas memberikan uang kembalian sebesar Rp45 ribu kepada pria pembeli deterjen
itu.
seharga Rp5 ribu kepada pria mengenakan kemeja kotak-kotak dan menyandang tas
kecil tersebut. Kemudian, pria yang diperkirakan berusia 20 tahun itu
mengeluarkan selembar uang pecahan Rp50 ribu, dan membayarkannya kepada Manja. Karena
sama sekali tak curiga uang yang diberikan itu adalah uang palsu, Manja pun
lantas memberikan uang kembalian sebesar Rp45 ribu kepada pria pembeli deterjen
itu.
“Memang saat menunggu uang kembalian, pria itu ngajak saya
ngobrol terus. Eh rupanya itu hanya modus untuk mengalihkan perhatian agar saya
tidak fokus memperhatikan uang palsu yang dia berikan,” jelas Manja.
ngobrol terus. Eh rupanya itu hanya modus untuk mengalihkan perhatian agar saya
tidak fokus memperhatikan uang palsu yang dia berikan,” jelas Manja.
Manja pun mulai sadar kalau uang Rp50 ribu tersebut adalah
uang palsu saat akan memasukkan uang kertas itu ke dompetnya. Namun apa hendak
dikata, sang pembeli deterjen tersebut sudah pergi dengan mengendarai
sepedamotor.
uang palsu saat akan memasukkan uang kertas itu ke dompetnya. Namun apa hendak
dikata, sang pembeli deterjen tersebut sudah pergi dengan mengendarai
sepedamotor.
“Pas dipegang uangnya aneh gitu. Maka saya bandingkan sama
uang asli, ternyata banyak perbedaan. Disitulah saya sadar kalau saya uda
ditipu,” tandasnya.
uang asli, ternyata banyak perbedaan. Disitulah saya sadar kalau saya uda
ditipu,” tandasnya.
Sementara Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu AKP Teuku Fahtir
SIK melalui Kanit Ekonomi Iptu Galih Ramadhani mengatakan pihaknya telah
mengamankan uang palsu pecahan Rp50 tersebut. “Kasus ini akan kita dalami untuk
menangkap pelakunya,” ujarnya.
SIK melalui Kanit Ekonomi Iptu Galih Ramadhani mengatakan pihaknya telah
mengamankan uang palsu pecahan Rp50 tersebut. “Kasus ini akan kita dalami untuk
menangkap pelakunya,” ujarnya.
Dia pun mengimbau kepada masyarakat agar lebih jeli dan
teliti saat akan menerima uang dari siapapun. ‘Bila ada uang yang dirasa ragu
jangan diterima dulu, periksa terlebih dahulu. Bila mencurigakan lapor ke
polisi,” ungkapnya. (syaf)
teliti saat akan menerima uang dari siapapun. ‘Bila ada uang yang dirasa ragu
jangan diterima dulu, periksa terlebih dahulu. Bila mencurigakan lapor ke
polisi,” ungkapnya. (syaf)






























